Penembakan Pemuda Arab Picu Aksi Mogok Massal

KIBLAT.NET, Kafr Kanna – Aksi pemogokan massal diumumkankan di semua kota Arab Israel pada hari Ahad, (9/11) sebagai protes terhadap penembakan seorang pemuda Arab oleh polisi Israel, sebuah insiden yang diklaim oleh aparat zionis sebagai aksi membela diri karena diserang dengan pisau.

Menurut saksi mata, semua sekolah dan pusat bisnis ditutup dalam menanggapi undangan oleh Komite Tindak Lanjut untuk Warga Arab-Israel, sebuah kelompok perkumpulan yang terdiri dari partai politik lokal dan LSM Arab.

Pemogokan dilangsungkan setelah terjadinya semalam protes dan bentrokan di kota Israel utara Arab Kafr, tempat Khairuddin Hamdan, 22 tahun, dibunuh oleh polisi Israel dalam sebuah serangan saat polisi menangkap warga Arab lainnya di kota tersebut.

Polisi Israel mengatakan Hamdan mencoba menyerang personil dengan pisau selama serangan pada hari Sabtu.

Ribuan orang turun ke jalan-jalan pada hari Sabtu dan beberapa orang melemparkan batu dan menyalakan api di pintu masuk ke Kafr Kana dekat jalan utama beberapa jam setelah Khairudin Hamdan ditembak oleh polisi.

Video dari kamera keamanan swasta muncul terkait insiden itu memperlihatkan Hamdan gagal memecahkan jendela mobil polisi dengan benda tajam. Ketika petugas keluar dari mobil van, Hamdan mundur dan rekaman menunjukkan setidaknya satu petugas menembaknya dengan pistol.

Setelah ia jatuh ke tanah, petugas terlihat menyeret Hamdan ke dalam mobil van dan meninggalkan tempat kejadian. Juru bicara kepolisian Luba Samri mengatakan insiden itu sedang diteliti oleh badan penyelidikan polisi milik Departemen Kehakiman.

BACA JUGA  Human Rights Watch: Vaksinasi Warga Palestina Tanggung Jawab Israel

Namun, Harakah Islamiyah di Palestina menyatakan polisi bertanggung jawab atas pembunuhan itu, sementara Mojahed Awawdeh, kepala dewan lokal Kafr Kanna, mengatakan bahwa polisi menembak mati Hamdan dari jarak dekat setelah terlibat pertengkaran.

“Semuanya dimulai ketika mobil patroli polisi tiba di malam hari untuk menangkap seorang pria Arab,” kata Awawdeh kepada Anadolu Agency. “Hamdan berada di tempat kejadian dan berdebat dengan polisi, yang menembaknya hingga mati dari jarak satu meter,” tambahnya.

Israel Ancam Batalkan Kewarganegaraan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Sabtu mengatakan akan meminta menteri dalam negeri baru Gilad Erdan untuk mempertimbangkan pembatalan kewarganegaraan bagi warga yang menyerukan penghancuran negara Israel. Seperti diketahui, penduduk Arab Israel – terkadang-kadang warga Arab dari tahun 1948 – memiliki kewarganegaraan Israel.

Sementara itu, kantor Netanyahu menyebut demonstrasi Arab di Kafr Kanna terkait pembunuhan pemuda 22-tahun sebagai ‘kerusuhan’.

“Israel adalah negara hukum yang tidak akan mentolerir kerusuhan ataupun kekacauan,” kata Netanyahu.

Dia bersumpah untuk mengambil tindakan terhadap orang-orang yang melemparkan batu dan memblokir jalan serta kepada orang-orang yang menyerukan penggantian Israel dengan negara Palestina.

Netanyahu akan meminta menteri dalam negeri untuk mencabut kewarganegaraan Israel yang menyerukan penghancuran negara Israel.

Anggota parlemen Arab Israel Ahmed Tibi mengatakan pasukan keamanan negara menganggap minoritas Arab sebagai musuh, ia juga menambahkan bahwa tindakan polisi tersebut tidak bisa dilakukan terhadap Yahudi. Namun kepala polisi Israel Yohanan Danino membantah polisi bersikap diskriminatif terhadap setiap sektor dalam masyarakat Israel.

BACA JUGA  Setahun Terakhir, Israel Hancurkan 1.196 Rumah Warga Palestina

Keluarga Hamdan akhirnya ditahan, kata polisi. Keluarganya dicurigai menggunakan granat setrum terhadap klan saingan di desa yang sering mengalami ketegangan tinggi antar keluarga.

 

Sumber: Worldbulletin

Penulis: Qathrunnada

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat