... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemimpin AQAP: Amerika, Iran dan Syiah Yaman Berkoalisi untuk Hancurkan Ahli Sunah

KIBLAT.NET – Pemimpin Al-Qaidah Jazirah Arab (AQAP), Syaikh Nashir Al-Wuhaisi memberikan kabar gembira bagi umat Islam. Bahwa merekalah yang akan menjadi pemenang dalam serangan Amerika Serikat ke Irak dan Suriah, yang dimulai akhir September 2014 lalu.

Menurut pemimpin cabang Al-Qaidah yang juga dipanggil dengan sebutan Abu Bashir itu, langkah Amerika memperluas serangan ke Suriah hanya akan berakhir kehancuran bagi Amerika sendiri. Kekalahan Amerika di Afghanistan dan Irak 2003 lalu menjadi buktinya. Amerika kalah di lapangan. Agenda-agendanya mereka yang penuh pengkhianatan dan politiknya runtuh. Mereka telah hancur, lalu mencari sekutu lagi, dan hancur lagi.

Akhirnya Amerika bekerja sama dan bersatu dengan Iran. Tujuan akhirnya, Amerika dan Iran ingin berbagi kepentingan. Mereka akan membuat peta baru dalam dunia Islam dan membagi-baginya ke dalam beberapa bagian.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Syiah Hautsi Yaman terhadap ahli Sunah. Syiah Yaman yang selalu menggembar-gemborkan slogan kematian bagi Amerika dan Israel palsu belaka. Mereka berbagi peran dengan Iran dan Amerika. Hautsi telah mengambil perannya dalam peta peperangan. Amerika menyerang melalui udara (pesawat tanpa awak), sedangkan mereka menyerang melalui darat.

Seperti dijelaskan dalam pesan suara yang dirilis 7 Nopember 2014 itu, Syiah Hautsi telah mengganti slogan, “Al-maut li Amrika wa Israila (Kematian bagi Amerika dan Israel)” dengan “Al-maut lil Muslimin (kematian bagi umat Islam).” Mereka justru membunuh, menghancurkan sekolah-sekolah Tahfidz Al-Qur’an, masjid dan tempat tinggal umat Islam. Pada saat yang sama, mereka membiarkan Amerika menikmati hidup di kedutaan dan pusat-pusat militer. Berikut ini terjemahan pesan tersebut:

Segala puji bagi Allah yang telah menolong hamba-Nya, memuliakan pasukan-Nya dan mengalahkan koalisi kekafiran. Shalawat dan salam kepada Rasulullah. Tidak ada nabi setelahnya.

Serangan Amerika terhadap rakyat muslim Afghanistan telah berlangsung selama satu setengah dekade. Amerika telah melakukan kejahatan terburuk dan tindakan tercela untuk mewujudkan semua tujuan kejinya.

Amerika telah melampaui batas dan melanggar kode etik perang. Undang-undang perang dan perjanjian apa pun sengaja mereka langgar dalam perang salib yang dilakukan untuk memerangi umat Islam dan lainnya. Tidak cukup dengan dosa-dosa tersebut, Amerika bahkan menghimpun kekuatan negara-negara Eropa serta sekutu dan antek-antek mereka yang memusuhi umat Islam.

Siapakah yang memperkuat posisi Israel di pusat dunia Islam, Palestina? Siapakah yang membenarkan tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan oleh Israel dan melabeli setiap pihak yang berupaya menuntut hak rakyat Palestina kepada Israel dengan stempel teroris? Siapa lagi kalau bukan Amerika?

Atas segala kezaliman itu, umat Islam berusaha melakukan perlawanan terhadap Perang Salib tersebut dan berpihak kepada para mujahid. Mereka berhasil mengalahkan kekuatan Amerika, bahkan menyebabkannya rugi secara ekonomi. Kini Amerika tinggal menunggu kehancuran.

Perekonomian Amerika dibangun atas dasar perampokan, riba, kerakusan, memakan harta orang lain dengan cara batil dan permusuhan terhadap Allah. Segala sesuatu yang dibangun di atas kebatilan, niscaya ambruk dan hancur. Allah SWT berfirman:
“Allah akan menghancurkan riba dan melipatgandakan sedekah. Allah tidak menyukai setiap yang kufur lagi berbuat dosa.” (Al-Baqaah: 276).

“Sesungguhnya orang-orang kafir menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi dari jalan Allah. Mereka akan menginfakkannya, kemudian akan menjadi kekecewaan bagi mereka, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Orang-orang kafir akan dikumpulkan di neraka Jahannam.” (Al-Anfal: 36)

Kekuatan militer Amerika telah rapuh dan akan sirna seiring hembusan angin. Hal ini telah menjadi bahan pembicaraan orang-orang yang senantiasa berdoa dan pelajaran bagi seluruh alam. Persekutuan mereka sudah tercerai-berai. Kekuatan mereka sudah semakin melemah. Mereka pun kalah dan kembali ke kampung halaman dalam keadaan hina.

Media-media mereka pun runtuh. Media Amerika senantiasa menyajikan kepalsuan, memanipulasi kebenaran dan menipu rakyat mereka sendiri. Mereka mengobral kedustaan dan kesaksian palsu. Media-media ini juga membuat para pedagang peperangan tampak bersinar saat pemilu. Media mereka juga menggambarkan bahwa peralatan perang mereka sangat ditakuti dan tidak mampu dikalahkan. Allah SWT berfirman, “Saat mereka melemparkannya, mereka menyihir mata manusia. Mereka membuat manusia takut dan datang dengan sihir yang besar.” (Al-A’raf: 116)

BACA JUGA  Narasi Menyesatkan Fundamentalisme dan Radikalisme Islam

Hari ini rakyat Amerika sendiri dan dunia Islam melihat bahwa semua itu hanyalah kebohongan. Media mereka (yang sangat besar) telah dikalahkan oleh media mujahidin yang sangat sederhana. Media Amerika hancur karena mereka memutarbalikkan fakta, sedangkan kunci keberhasilan media mujahidin adalah kejujuran dan keterusterangan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan. Kebaikan itu membawa kepada surga. Seseorang akan senantiasa jujur hingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Sesungguhnya kedustaan membawa kepada dosa. Dosa itu akan mengantarkan ke neraka. Seseorang senantiasa berdusta sampai ditulis di sisi Allah dia sebagai pendusta.”

Hari ini umat Islam dan Amerika telah sampai di akhir perlombaan dan tinggal melihat hasil. Hasilnya adalah kemenangan bagi kaum muslimin yang tertindas. Kesabaran dalam jihad menghasilkan balasan yang baik di tempat kembali nanti (surga).
Allah berfirman, “Siapa yang bertakwa dan sabar sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan balasan orang-orang yang berbuat baik.” (Yusuf: 90)

Sebesar kemenangan mental kaum muslimin, sebesar itu pula kemenangan materi yang mereka raih. Sungguh Rabbmu tidak akan menzalimi siapa pun. Akhir dari perang salib ini bagi Amerika adalah bencana, kerugian ekonomi, hilangnya pengaruh dan runtuhnya kekuatan militer mereka.

Mundurnya armada laut Amerika dan Inggris dari Afghanistan beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata atas kekalahan mereka. Hal ini tidak lain disebabkan oleh kekuatan rakyat Afghan untuk bertahan, rela berkorban, jujur, dan bersatu di bawah panji para mujahidin. Mereka taat kepada para komandan yang senantiasa sabar dan saling menguatkan. Terutama Amirul mukminin Mullah Muhammad Umar, semoga Allah menjaganya. Beliau telah mengorbankan negaranya demi agama dan umatnya. Beliau menolak setiap upaya negosiasi untuk menyerahkan para mujahidin.

Pada saat itu beliau mengeluarkan sebuah pernyataan yang sangat terkenal, “Allah menjanjikan kemenangan kepada kami, Bush menjanjikan kami kekalahan. Kita akan melihat siapa yang menepati janjinya.” Maka hari ini kami katakan, “Bergembiralah karena pertolongan Allah telah datang. Allah berfirman, “Hari itu orang-orang beriman bersuka cita, dengan pertolongan Allah. Allah menolong siapa yang Allah kehendaki. Dia ( Allah ) Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

Amerika kalah di lapangan. Agenda-agendanya mereka yang penuh pengkhianatan dan politiknya runtuh. Mereka telah hancur, lalu mencari sekutu lagi, dan hancur lagi. Setiap yang zalim memang akan berakhir dengan kehancuran. Ini terjadi setelah sebelumnya seakan-akan mustahil. Akhirnya Amerika bekerja sama dan bersatu dengan Iran. Dalam sebuah syair disebutkan:

Seseorang meminta perlindungan kepada Amru yang sedang kesusahan
Maka ia seperti berlindung dengan api dari panas yang membakar

Amerika bersikeras untuk melanjutkan permusuhan. Mereka lebih memilih berada dalam kesalahan dan memulai Perang Salib II ketimbang mengakui kezaliman memperbaiki kekeliruan dan membiarkan kaum muslimin.

Perang Salib I mereka lancarkan kepada Irak dan hari ini kepada Syam. Maka intervensi mereka di bumi jihad Syam hanya akan mempercepat kehancurannya sendiri. Amerika selalu ingin terlibat dalam peperangan tiada henti, fitnah berkelanjutan dan ketidakpastian perang antara Suni dan Syiah atau antara Suni dan suni. Amerika selalu ikut campur dengan melancarkan konspirasi. Tujuan akhirnya, Amerika dan Iran berbagi kepentingan. Mereka akan membuat peta baru dalam dunia Islam dan membagi-baginya ke dalam beberapa bagian. Tetapi, Allah SWT berfirman, “Makar yang buruk itu tidak akan kembali melainkan kepada yang membuat makar itu sendiri.”

Langkah Amerika memperluas serangan ke Suriah merupakan jalan mereka untuk mendapatkan keinginannya. Tujuan Perang Salib dan Syiah Rafidhah Iran adalah membasmi unsur-unsur Sunni yang berpengaruh, menghantam mujahidin yang jujur, mengendalikan penguasa lokal serta kaki tangan salibis, termasuk Rafidhah di Kawasan, memperbudak manusia, menjarah kekayaan, dan membunuhi mereka.

Syiah Hautsi Yaman juga melakukan hal yang sama. Mereka berbagi peran dengan Iran dan Amerika. Hautsi telah mengambil perannya dalam peta peperangan. Amerika menyerang melalui udara (pesawat tanpa awak), sedangkan mereka menyerang melalui darat.

BACA JUGA  MUI Jatim: Ucapan Salam Semua Agama Oleh Umat Islam Bid'ah

Syiah Hautsi telah mengganti slogan, “Al-maut li Amrika wa Israila (Kematian bagi Amerika dan Israel)” dengan “Al-maut lil Muslimin (kematian bagi umat Islam).” Mereka justru membunuh, menghancurkan sekolah-sekolah Tahfidz Al-Qur’an, masjid dan tempat tinggal umat Islam. Pada saat yang sama, mereka membiarkan Amerika menikmati hidup di kedutaan dan pusat-pusat militer.

Kami sampaikan kabar “gembira” kepada pasukan Salib Barat dan pasukan Syiah bahwa apa yang kalian lakukan akan berujung pada kehancuran. Makar kalian berada dalam kesesatan. Umat ini bertahun-tahun telah mengetahui kancah peperangan sebenarnya. Mereka telah mengetahui rencana-rencana kalian. Umat hari ini mengarahkan panah-panahnya kepada musuh yang sebenarnya; musuh yang melancarkan konspirasi dan membuat makar buruk kepada umat.

Umat ini juga telah menyadari siapa penguasa antek-antek musuh. Mereka telah melawan penguasa, membunuh dan mengusir kaki tangan Amerika. Dengan demikian, saat ini penyesatan opini, kedustaan dan penipuan tidak akan bermanfaat lagi. Mujahid-mujahid umat telah mengetahui musuh yang sebenarnya dan senantiasa mengarahkan anak panah kepada mereka.

Kehancuran Amerika hari ini di Afghanistan, sebelumnya di Irak dan insya Allah mereka juga akan hancur esok hari di Syam dan Irak (kedua). Kehancuran Amerika adalah kehancuran para sekutunya di setiap tempat. Karena memang seperti itulah akhir hayat dari orang-orang yang berbuat zalim dari masa ke masa.

Adapun kalian wahai penduduk Amerika yang tidak menyadari, politik negara kalian hari ini akan menggiring kalian kepada keruntuhan. Sayang, kalian malah bertepuk tangan dan mendukung kehancuran kalian sendiri. Kalian tidak akan sadar dari mabuk ini sampai kalian berakhir di tenda-tenda pengungsian. Itu pun bila kalian diterima sebagai pengungsi! Barang siapa menanam duri, ia tidak akan memanen anggur. Allah SWT berfirman, “Kami tidak menzalimi mereka melainkan merekalah yang menzalimi diri sendiri.”

Dengan karunia Allah, umat hari ini telah melewati salah satu fase tersulit. Hari ini, umat Islam Yaman memasuki fase perlawanan militer yang telah dimanfaatkan dengan baik oleh rakyat. Mereka mempersenjatai diri pasca revolusi yang penuh berkah. Peperangan masa lalu telah melahirkan ribuan pemuda pilihan umat yang terbiasa berperang. Kini mereka siap mempertaruhkan nyawa untuk membela agama dan umat.

Dua belas ribu pasukan Islam (yang digambarkan dalam salah satu hadis Nabi SAW) tidak akan bisa dikalahkan walaupun mereka lebih sedikit daripada musuh. Perang Amerika melalui perwakilannya sama sekali tidak akan bermanfaat. Upaya Amerika untuk memecah belah dengan kesukuan juga tidak akan berhasil. Sebaliknya, peperangan beberapa tahun belakangan ini hanya menambah kerugian bagi Amerika.

Tanyakanlah kepada Irak dan Suriah mereka punya bukti akan hal itu semua. Bagaimanakah akhir dukungan Amerika kepada Nuri Al-Maliki selama delapan tahun belakangan ini? Mereka juga menyaksikan bagaimana kondisi di Irak dan Syam berubah dan mendukung para mujahidin.

Wahai Umat Islam, dengarkanlah kabar gembira ini dan sebarkanlah. Demi Allah kami tidaklah masuk dalam kancah peperangan dan menempuh jalan ini kecuali yakin akan kemenangan.

Wahai saudara kami para mujahidin di seluruh negeri Islam! Kalian telah melakukan amalan yang mulia. Semoga Allah menerima jihad kalian! Kalian hari ini adalah harapan umat. Umat Islam selalu mengawasi dan membuka mata lebar-lebar untuk memperhatikan kalian. Maka pikullah tanggung jawab ini! Jangan pedulikan luka, lupakanlah perselisihan, tegarlah karena laki-laki memang harus tegar, hingga Allah memutuskan perkara antara kita dan musuh. Kita dijanjikan kemenangan dengan janji yang tidak akan pernah diingkari. Dalam riwayat Muslim Rasulullah SAW bersabda:

“Kalian akan memerangi Jazirah Arab dan Allah akan memberikan kemenangan untuk kalian. Kalian akan memerangi Persia dan Allah akan memberikan kemenangan untuk kalian. Kalian akan memerangi Romawi dan Allah akan memberikan kemenangan untuk kalian. Kalian akan memerangi Dajjal dan Allah akan memberikan kemenangan untuk kalian.”

Akhir seruan kami adalah segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Diterjemahkan oleh Miftahul Ihsan

Source: https://nokbah.com

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Rachmawati Soekarno Putri: Kolom Agama Dikosongkan Pintu Masuk Atheisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Usulan kontroversial Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, yang mengizinkan warga negara mengosongkan...

Ahad, 09/11/2014 14:17 0

Indonesia

Sebut Kolom Agama Hanya untuk Agama Resmi, JK: Syiah Boleh Kosongkan Kolom Agama di KTP

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendukung langkah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo...

Ahad, 09/11/2014 14:06 1

Rohah

Kisah Badui Arab Bernama Mujrim

Cerita ini diambil dari situs http://freeislamicapps.com. Terlepas apakah cerita ini nyata atau tidak, ibrah di...

Ahad, 09/11/2014 06:06 0

Philipina

Buru Militan Abu Sayyaf, Filipina Kirim 2.500 Pasukan Tambahan ke Basilan

KIBLAT.NET, Zamboanga City – Filipina akan mengirimkan sekitar 2.500 pasukan tambahan ke provinsi Basilan di...

Sabtu, 08/11/2014 11:00 0

Turki

Pemerintah Jerman Bela Pembuat Karikatur Hina Turki dan Erdogan

KIBLAT.NET, Berlin – Perselisihan mengenai kartun yang menghina Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terus menjadi...

Jum'at, 07/11/2014 18:00 0

Indonesia

F-PPP: Kolom Agama Penting Tunjukkan Indonesia Bukan Negara Sekuler

KIBLAT.NET, Jakarta – Kebijakan kontroversial Mendagri Tjahjo Kumolo terkait pengosongan kolom agama di KTP elektronik...

Jum'at, 07/11/2014 16:11 0

Profil

Riwayat Hidup Syaikh Anwar Al-Awlaki, Intelektual Jihad Berkewarganegaraan Ganda

Mungkin ketika mendengar kata AQAP, spontan yang terbayang adalah pimpinannya yang merupakan asisten pribadi Syaikh...

Jum'at, 07/11/2014 13:52 1

Indonesia

Keluarga Korban Talang Sari Bantah Keterangan Hendropriyono

KIBLAT.NET, Bandar Lampung – Keluarga korban peristiwa berdarah Talangsari Lampung membantah pernyataan Hendropriyono bahwa korban...

Jum'at, 07/11/2014 13:41 0

Indonesia

Tolak Pengosongan Kolom Agama, Muhamadiyah: Kita Bukan Negara Komunis

KIBLAT.NET, Jakarta – Tokoh Muhammadiyah KH Abdul Halim Soleh menentang keras pengosongan kolom agama di...

Jum'at, 07/11/2014 11:21 0

Indonesia

Warga Poso: Belum Ada Mayat Ditemukan di Gunung Impo

KIBLAT.NET, Poso – Warga di sekitar Gunung Impo Desa Padalembara Kecamatan Poso Pesisir, kabupaten Poso menyatakan...

Jum'at, 07/11/2014 07:27 0

Close