... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Riwayat Hidup Syaikh Anwar Al-Awlaki, Intelektual Jihad Berkewarganegaraan Ganda

Mungkin ketika mendengar kata AQAP, spontan yang terbayang adalah pimpinannya yang merupakan asisten pribadi Syaikh Usamah bin Ladin, yaitu Syaikh Abu Bashir atau Nasir Al-Wuhaisy. Ia-lah yang selama ini menjadi tokoh dan memainkan peran utama dalam cabang Al-Qaeda di Yaman.

Namun, dibalik kepemimpinan AQAP ini ada 4 tokoh kunci selain Al-Wuhaisy. Keempat orang itu adalah Qasim Al-Raymi sebagai komandan militer, Said Ali Al-Shihri sebagai wakil amir, Ibrahim Hasan Al-Asiri sebagai ahli bom dan yang terakhir adalah Anwar Al-Awlaki sebagai ideolog dan penasihat.

Dari ke-5 tokoh tadi, Anwar Al-Awlaki adalah tokoh yang memiliki latar belakang unik. Selain terlahir dari keluarga intelektual, Al-Awlaki juga mempunyai 2 kewarganegaraan ganda, yaitu Amerika Serikat dan Yaman. Meskipun posisinya hanya sebagai ideolog, ia termasuk orang yang berkontribusi besar dalam sejumlah agenda AQAP.

Bagaimana riwayat singkat dari ideolog AQAP yang berkewarganegaraan ganda ini? Kita simak bersama perjalanan hidupnya hingga syahid menjemputnya saat terkena serangan drone AS.

Riwayat Hidup Syaikh Anwar Al-Awlaki

Syaikh Al-Awlaki mempunyai nama lengkap Anwar bin Nasir bin Abdullah Al-Awlaki. Terlahir di negeri Paman Sam pada tanggal 21 April 1971, tepatnya di kota Las Crusses, New Mexico, Amerika Serikat. Hidup dan berkembang dalam suasana intelektual yang kental. Ayahnya, Nasir Al-Awlaki adalah seorang sarjana Fulbright yang mendapatkan gelar master ekonomi pertanian di New Mexico State pada 1971. Gelar doktor pun disabetnya di universitas yang berbeda, yaitu di Nebraska. Ayahanda Al-Awlaki ini selain berpendidikan tinggi juga merupakan orang yang terkemuka. Dia pernah mengajar di Universitas Minnesota dari tahun 1975-1977. Di Yaman, ia dipercaya menjadi Menteri Pertanian sekaligus Presiden Universitas Sana’a Yaman. Dalam kancah politik, Nasir Al-Awlaki merupakan anggota terkemuka dari partai yang berkuasa pada zamannya (Presiden Ali Abdullah Saleh). Ali Muhamad Mujawar, saudara Al-Awlaki juga dipercaya menjadi Perdana Menteri periode 2007-2011.

Sungguh tak disangka jika melihat latar belakang ayah Al-Awlaki yang kental dengan pemerintahan dan pendidikan tinggi, ternyata menghasilkan Anwar Al-Awlaki yang berafiliasi kepada dunia jihad. Memang keberuntungan dan hidayah dari Allah bisa menghampiri siapa saja yang Dia kehendaki. Meskipun terlahir di lingkungan dengan hiruk pikuk keduniawian, Al-Awlaki melangkahkan kakinya menuju ridho Ilahi.

Pada tahun 1978 Al-Awlaki kecil yang berusia 7 tahun pindah ke Yaman bersama keluarganya. Menetap di Yaman selama 11 tahun sembari melanjutkan studinya di Azal Modern School. Ideolog AQAP ini kembali ke Colorado AS pada tahun 1991 untuk melanjutkan jenjang pendidikan perkuliahan. Studinya selesai pada tahun 1994 dengan gelar B.Sc teknik sipil di Colorado, di mana saat itu dia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Mahasiswa Muslim.

Al-Awlaki juga belajar ilmu leadership (kepemimpinan) di San Diego State University, meskipun gelar sarjana tidak ia dapatkan di sini. Universitas George Washington juga pernah ia sambangi untuk mencapai gelar doktoral, tetapi karena suatu hal ia berhenti. Di universitas ini Al-Awlaki belajar dari Januari sampai Desember 2001 saja.

Pendidikan Dienul Islam

Paparan sebelumnya hanyalah sederet pendidikan formal keduniawian. Al-Awlaki mendapat pendidikan Islam hanya secara informal saja. Al-Awlaki banyak belajar dengan para ulama-ulama sekelas Ibnu Utsaimin dan banyak mempelajari karya-karya ulama terkemuka.

Karena semangat belajar diennya – walau informal, tak heran jika Al-Awlaki menjadi seorang ideolog, seorang imam dan militan Islam. Ulama berkewarganegaraan ganda ini menjadi imam masjid di Falls Church, Virginia dari tahun 2001-2002. Karena kecakapan dalam bahasa Inggris dan kepandaiannya dalam berkomunikasi, ia mendapatkan simpati dari muslim AS hingga mencapai 3000 simpatisan. Namun sebelumnya pada masa periode pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an, Al-Awlaki menjadi imam di masjid-masjid di California, Colorado dan Washington DC.

Syaikh Al-Awlaki dan Peran Perdananya di Dunia Jihad Islam

Detail perjalanan Al-Awlaki dalam menemukan jalan jihad dapat kita soroti di sini. Semasa masih berstatus sebagai mahasiswa teknik sipil Colorado (tahun 1993), tidak seperti mahasiswa pada umumnya Al-Awlaki menghabiskan liburan musim panasnya mengunjungi Afghanistan pasca berakhirnya pendudukan Soviet. Ia merasa sangat tersentuh dengan kondisi negara miskin yang sarat dengan kelaparan.

Teman-temannya sesama mahasiswa Colorado mengatakan Al-Awlaki tidak terpengaruh dengan Al-Qaeda saat itu. Tetapi pada kenyataanya hal itu sangat berbekas di sanubari Al-Awlaki dan ternyata inilah titik awal mula terbuka hatinya. Saat itu Afghanistan masih di bawah kendali faksi-faksi mujahidin dan mendapatkan dukungan dari AS. Kenapa AS membantu mujahidin? Jawabannya adalah karena AS mempunyai kepentingan pula dalam operasi ini, yaitu menumbangkan eksistensi Soviet di Asia Tengah.

Perubahan pun terjadi pada diri Al-Awlaki sejak saat itu. Ketika di kampus, Al-Awlaki mulai meminati bidang politik dan agama meskipun jurusan yang dia ambil teknik sipil. Calon ideolog AQAP ini mulai mengutip perkataan ulama Palestina Syaikh Abdullah Azzam dan simpati dengannya.

Tahun 1994 Al-Awlaki menyempurnakan setengah dien dengan menikahi sepupunya dari Yaman. Pada tahun ini juga ia mulai menjadi imam di komunitas muslim Denver sekaligus menjadi pengkhotbah. Namun, 2 tahun kemudian ia diberi peringatan dan hukuman oleh tetua di Denver karena telah mendorong mahasiswa Saudi bergabung dalam jihad Chech-nya melawan Rusia. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, Al-Awlaki meninggalkan Denver dan menuju San Diego.

Tahun 1996 hingga tahun 2000, Al-Awlaki menjadi imam masjid Ar-Ribat Al-Islami di San Diego, California. Berkat kepiawaiannya, Al-Awlaki mempunyai pengikut sekitar 200-300 orang di masjid ini.

Bukan Amerika Serikat namanya kalau tindakannya tidak menyudutkan Islam. Amerika Serikat selalu menyoroti dan mencurigai semua orang yang keras dalam tindakan maupun ucapannya. Kebetulan Al-Awlaki adalah salah seorang yang pandai dalam bersilat lidah. Kecakapannya dalam bahasa inggris membuatnya mudah dikenali dan mendapatkan simpati. AS mulai gerah dengan keadaan seperti ini. Para pejabat pemerintahan AS mengatakan dan mengakui bahwa Al-Awlaki adalah seorang motivator senior yang berbakat untuk merekrut seseorang dan terlibat dalam perencanaan operasi musuh bebuyutan AS, Al-Qaeda.

Sebenarnya AS telah lama mencurigai gerak-gerik Al-Awlaki sejak 1999, sebelum terjadinya operasi berkah 9/11 WTC. FBI mengklaim bahwa Al-Awlaki memiliki link ke Al-Qaeda dan bahkan mempunyai kontak khusus dengan pimpinan Al-Qaeda saat itu, Syaikh Usamah Bin Ladin. Dimana FBI menggambarkan bahwa Al-Awlaki adalah salah satu “agen rekrutmen” bagi Syaikh Usamah.

Pada Januari 2001, Al-Awlaki kembali pindah dari San Diego dan menetap di Pantai Timur wilayah metropolitan, Washington. Al-Awlaki tetap diberikan amanah menjadi imam di Masjid Dar Al-Hijrah dekat Falls Church, Virginia dan melayani umat Islam di Nothern Virginia. Selain itu, Al-Awlaki juga menjadi ulama penasihat di Universitas George Washington.

Esam Omeish, orang yang menunjuk Al-Awlaki menjadi ulama di Universitas George Washington menyatakan, “Al-Awlaki mempunyai kecenderungan dan keterlibatan aktif dalam setiap peristiwa atau keadaan yang berkaitan dengan apa yang disebut AS dengan ‘terorisme’. Fasih dalam bahasa Inggris, mumpuni berbicara tentang Islam dan menarik perhatian.” Juru bicara masjid Johari Abdul Malik mengatakan, “Dalam satu raganya terkumpul segala kelebihan, punya daya tarik tersendiri dan menarik perhatian.”

BACA JUGA  Majelis Keluarga Ponpes Sidogiri Minta Gus Muwafiq Taubat

Setelah terjadinya peristiwa 11 September 2001, Al-Awlaki langsung menjadi serbuan publik. Pasalnya ialah yang selama ini keras dan telah dicurigai bersinggungan dengan “terorisme” menurut AS. Al-Awlaki diwawancarai sebanyak empat kali dalam delapan hari setelah peristiwa 9/11 tentang keterkaitannya dengan 3 orang pembajak pesawat –Al-Awlaki pernah bertemu setidaknya 2 orang dari 3 tersangka, yaitu Khalid Al-Midhar dan Zaky Al-Hazmi di Masjid San Diego pada tahun 2000—. Keduanya dikabarkan menjadi pembajak American Airlines 77 dan Hazmi sendiri tinggal di Nothern Virginia serta sering menghadiri majelis yang digelar di Masjid Al-Awlaki.

Bukti lain juga didapatkan FBI ketika terjadi penggerebekan apartemen Ramzi bin Al-Shibh di Hamburg, Jerman. Penyelidik menemukan nomor telepon Al-Awlaki dan bukti kontak pribadi antara ia dan Al-Shibh. Komisi 11 September mengatakan bahwa sebelumnya pada tahun 1999 dan 2000, FBI telah menyelidiki Al-Awlaki namun tidak ada delik yang membawa tuntutan pidana terhadapnya.

Namun, Al-Awlaki mangelak dari semua tuduhan yang disematkan padanya. Al-Awlaki di situs IslamOnline.net menuliskan bahwa mungkin agen intelijen Israel yang mendalangi semua peristiwa 9/11 ini. Menurut laporan yang dirilis NPR (National Public Radio) di tahun 2010 mengatakan bahwa pada tahun 2001 Al-Awlaki lebih bersikap moderat yang mampu menjembatani kesenjangan antara AS dan komunitas Muslim di seluruh dunia. New York Times menambahkan bahwa Al-Awlaki adalah sosok pemimpin umat Muslim yang mampu menggabungkan Timur dan Barat.

Al-Awlaki di Britania Raya

Sebelum akhir tahun 2002, menurut imam masjid Daar Al-Hijrah, Johari Abdul Malik mengatakan bahwa Al-Awlaki meninggalkan AS karena banyaknya intimidasi yang ia dapatkan setelah peristiwa 9/11. Walaupun banyak media yang memberitakan bahwa Al-Awlaki mengelak dari semua tuduhan, tetapi pihak intelijen tetap tidak tinggal diam. Mungkin bertolak dari kebencian kepada muslim dan berbagai bukti yang mengarah kepada Al-Awlaki hingga semua menjadi penguat bahwa Al-Awlaki terlibat dalam peristiwa 9/11.

Setelah meninggalkan AS, tempat tujuan Al-Awlaki selanjutnya adalah negeri ratu Elizabeth II. Namun, Al-Awlaki hanya transit di Inggris untuk beberapa bulan saja. Walaupun berpindah tempat, tetapi tetap satu yang tidak pernah berpindah dan berubah dari dalam dirinya, yaitu lantang menyuarakan kebenaran demi Izzah Islam.

Dalam sebuah majelis yang dihadiri sekitar 200 orang, Al-Awlaki mendesak para pemuda muslim dengan berkata, “Satu pelajaran penting yang tidak akan pernah anda dapatkan kecuali di sini, jangan pernah percaya pada para kuffar. Sekali lagi, jangan sekali-kali mempercayai mereka!!!! Para kuffar berusaha siang dan malam untuk menghancurkan Islam. Mereka berusaha tak kenal siang dan malam.” Salah satu pendengar yang menghadiri kuliahnya pada tahun 2003 mengatakan,” Al-Awlaki adalah tokoh utama yang telah mentransformasikan makna jihad ke dalam bahasa Inggris.”

Al-Awlaki juga aktif memberikan kuliah di masjid Tawhed, London pada bulan Desember 2002 hingga Januari 2003. Ia juga merupakan pembicara yang menjadi “tamu terhormat” FOSIS (Federation of Student Islamic Societies) di Inggris pada acara yang tahunan yang diselenggarakan pada tahun 2003. Al-Awlaki mulai dipercaya dan mendapat tempat di Inggris hingga aktif memberikan kuliah keliling dari London ke Aberdeen. Kuliah keliling itu sebagai bagian dari kampanye Asosiasi Muslim Britain.

Selain itu, Al-Awlaki juga mengisi kuliah di IFE (Islamic Forum Europe) yang berbasis di masjid London Timur. Di sebuah perkuliahan di IFE, Al-Awlaki mengatakan pada pendengarnya, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak pernah saling berkhianat dan tidak menyerahkan seorang muslim kepada musuh.”

Di parlemen Britania tahun 2003, Louise Ellman salah seorang anggota parlemen untuk Liverpool Riverside membahas hubungan antara Al-Awlaki dengan MAB (Muslim Association of Britain). MAB adalah sebuah organisasi persaudaraan muslim yang didirikan oleh Kemal El-Helbawy, seorang anggota senior EMB (Egyptian Muslim Brotherhood).

Syaikh Al-Awlaki di Yaman

Awal tahun 2004, Syaikh Al-Awlaki beserta istri dan 5 anaknya kembali ke desa leluhurnya di provinsi selatan Shabwa, Yaman. Setibanya di Yaman, ia langsung dipercaya untuk mengisi perkuliahan di Universitas Iman pimpinan Syaikh Abdul Majid Az-Zindani. Rupanya kharismatik dan pengalamannya telah diakui di berbagai negara hingga mendapat tawaran sedemikian rupa.

Komite PBB 1267 telah mencatat daftar orang yang terkait dengan Al-Qaeda, dan Syaikh Al-Awlaki termasuk di dalamnya. Beberapa pengajaran dinilai pihak internasional berpaham Islam radikal dan diduga menjadi inkubator radikalisme. Apalagi seorang konvert AS, John Walker mengatakan bahwa beberapa alumni universitas ini tertuduh jaringan terorisme. Namun, Syaikh Az-Zindani membantah memiliki pengaruh dan hubungan khusus terhadap Syaikh Al-Awlaki. Ia menyatakan hubungannya hanyalah sebatas guru dan murid saja.

Pada 31 Agustus 2006, Syaikh Al-Awlaki ditangkap dengan empat orang lainnya dengan tuduhan penculikan remaja Syiah yang digunakan untuk tebusan dan partisipasi dalam rencana Al-Qaeda untuk menculik pimpinan militer AS. Tahun 2006-2007 Syaikh Al-Awlaki dipenjara pemerintahan Yaman atas desakan AS. Lagi-lagi AS memanfaatkan situasi dengan mendatanginya di penjara dan menginterogasi soal serangan 9/11 dan beberapa tuduhan lainnya. Pemerintahan Yaman yang merupakan kacung AS pun tidak keberatan dengan hal ini.

Pada 12 Desember 2007, Syaikh Al-Awlaki bebas melalui lobi perantara sukunya. Al-Awlaki pindah rumah ke daerah Saeed di daerah pegunungan Shabwa. Namun, nama Anwar Al-Awlaki tetap saja sudah masuk ke dalam daftar 100 tahanan militan yang terkait dengan Al-Qaeda. Jadi, sewaktu-waktu Syaikh Al-Awlaki bisa “diambil” dan dikirim ke hotel prodeo.

Syaikh Al-Awlaki selain mahir dalam bersilat lidah, ia juga aktif di dunia maya. Hal ini secara tidak langsung memperlihatlan keberpihakan dan loyalitas Al-Awlaki. Ia adalah seorang “Aficionado” (orang yang sangat ahli dan bersemangat) Facebook hingga mendapatkan dukungan penuh dari pemuda muslim. Sosial media menjadi senjata paling ampuh untuk menularkan pemahamannya. Hingga ia mempunyai grup-grup di Facebook dan MySpace. Penggemarnya hingga merambah siswa-siswa setingkat SMA.

Syaikh Al-Awlaki juga aktif menulis hingga mempunyai laman khusus di website Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisiy (www.tawhed.ws). Tulisan-tulisan Syaikh Al-Awlaki ada yang dianggap dijadikan teks wajib bagi anggota Al-Qaeda yang berjudul “44 cara untuk mendukung jihad”. Tulisan ini berisi seruan bagi muslim muda untuk menerima pelatihan kemiliteran dan bersiap menghadapi pertempuran.

Desember 2008, Syaikh Al-Awlaki mengirim pernyataan resmi kepada Al-Shabab Somalia dan memberi selamat kepada mereka. Ia mengatakan, “Terima kasih untuk kalian karena telah memberikan contoh bagaimana sikap seorang Muslim untuk mengubah kondisi kehidupan. Pemungutan suara telah gagal tapi peluru tidak akan gagal.” Dalam kesimpulan ia menulis, “Jikalau keadaanku memungkinkan, saya tidak akan pernah ragu untuk bergabung dengan kalian dan menjadi bagian dari Al-Shabab.”

BACA JUGA  Peserta Reuni 212 Ini Keluhkan Ghirah Persatuan Menurun

Di Yaman, Syaikh Al-Awlaki menawarkan perlindungan yang kuat dari sukunya kepada para anggota Al-Qaeda. Suku Awlakis dikenal suku yang kuat dalam pertentangan melawan pemerintah. Kode suku kadang digunakan untuk melindungi orang-orang yang mencari perlindungan dan bantuan. Motto suku Awlakis adalah “Kami adalah percikan api neraka, siapapun yang menganggu akan kami bakar.”

Syaikh Al-Awlaki dan Pengaruhnya Lewat Media

Seseorang memang dapat berbuat apapun jika ia telah meyakini bahwa itu benar. Ada beberapa orang yang terpengaruh dan terinspirasi perkataan Syaikh Al-Awlaki. Sedemikian hebatnya kekuatan media, hingga mampu membuat orang lain melakukan hal yang menjadi idolanya.

Kasus penembakan Fort Hodd oleh Nidal Malik Hasan menjadi sorotan internasional dan menjadi pukulan hebat bagi AS. Pada 5 November 2009 di Fort Hood dekat Killen Texas, Nidal seorang mantan psikiater tentara AS dan Korps medis melakukan penyerangan dengan tembakan yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 30 orang. Diduga Nidal melakukan itu semua karena mendapatkan inspirasi dari Syaikh Al-Awlaki. Dugaan ini berdasarkan kontak antara Al-Awlaki dan Nidal lewat email. Beberapa peneliti yakin bahwa Nidal melakukan aksi teror itu karena terpengaruh Al-Awlaki.

Terlebih statemen Al-Awlaki setelah peristiwa di Fort Hood membuat AS kelabakan. Dugaan mereka semakin menguat bahwa itu semua merupakan kolaborasi kerja sama antara Nidal dan Al-Awlaki. Dalam statemennya, Syaikh Al-Awlaki memuji Nidal dengan mengatakan, “Nidal Hasan adalah pahlawan… AS adalah dalang peperangan melawan terorisme yang pada kenyataanya perang terhadap Islam.” Al-Awlaki melanjutkan, “Satu-satunya cara untuk memperjuangkan Islam jika dia sebagai tentara muslim di Angkatan Darat AS adalah mengikuti jejak yang telah dicontohkan Nidal.”

Kemudian disusul aksi Umar Farouk Abdul Mutallab atau Umar Abdul Mutallab yang terkenal dengan “Underwear Bomber” (Bom Pakaian). Karena terinspirasi Al-Awlaki, pria nigeria yang berumur 23 tahun ini berusaha meledakkan bom yang tersembunyi dalam pakaiannya pada hari Natal 2009. Namun aksi ini gagal.

Aksi lain pun terjadi karena terinspirasi oleh Syaikh Al-Awlaki. Faisal Shahzad ditangkap karena percobaan pengeboman Times Square pada Mei 2010. Kharisma Syaikh Al-Awlaki semakin terbukti dengan beberapa orang yang terinspirasi olehnya. Memang kekuatan media semakin lama semakin patut untuk diperhitungkan.

Syaikh Al-Awlaki dan AQAP

Dari awal telah kami singgung, di mana Syaikh Al-Wuhaisy-lah yang mempunyai peran dominan dalam pembentukan AQAP. Namun, itu tidak berarti bahwa peran Syiakh Al-Awlaki dikesampingkan. Syaikh Al-Awlaki datang sebagai seorang tokoh, ideolog dan juru bicara AQAP –terutama dalam bahasa Inggris—.

Awal 2010 adalah pengakuan secara terbuka Syaikh Al-Awlaki atas afiliasinya dengan AQAP. Pengakuannya secara terbuka ini ia ukir apik di edisi pertama majalah Inspire milik AQAP dalam bahasa Inggris. Lagi-lagi Syaikh Al-Awlaki langsung mendapatkan hati dan dipercaya untuk menjadi kontributor tetap majalah Inspire. Kontribusinya dalam AQAP telah jelas sebagai penasehat sekaligus propagandis.

Edisi pertama Inspire, ia menulis artikel utama dalam majalah tersebut. Artikel itu berjudul “May Our Souls Be Sacrificed for You” yang berisi justifikasi atas serangan terhadap individu yang terlibat dalam kontroversi kartun Nabi Muhammad. Bahkan daftar individu yang ditargetkan juga disertakan.

Edisi kedua Inspire berisi artikel panjang oleh Syaikh Al-Awlaki yang ia tujukan untuk menyangkal pernyataan yang dibuat oleh sekelompok ulama Islam yang disebut Deklarasi Mardin baru (New Mardin Declaration). Pernyataan itu melemahkan beberapa kunci ajaran jihad seperti praktek takfir dan seolah menyarankan agar umat Islam untuk tidak saling mempercayai.

Edisi keempat Inspire terkandung fatwa Syaikh Al-Awlaki yang berjudul “The Ruling on Disposing the Unbelievers Wealth in Dar el Harb” yang meemberikan justifikasi untuk mengambil harta dari orang-orang kafir di Barat.

Kemudian dalam edisi kelima Inspire, Syaikh Al-Awlaki menulis sebuah artikel berjudul “The Tsunami of Change,” yang dimaksudkan untuk menyangkal klaim bahwa ideologi jihad tidak relevan dengan beberapa revolusi yang terjadi di dunia Arab.

Namun perlu diketahui, Syaikh Al-Awlaki hanyalah seorang ideolog di AQAP bukan sebagai pemimpin ideologi organisasi secara umum. Pemimpin ideolog atau mufti AQAP adalah seorang arab yang bernama Ibrahim Sulaiman Al-Rubaish. Syaikh Al-Rubaish lebih berpengalaman darinya karena ikut berjuang langsung bersama Syaikh Bin Ladin di Tora Bora. Ia pernah ditangkap dan masuk ke tahanan Guantanamo. Secara pendidikan formal dalam ulumuddien, Syaikh Al-Rubaish juga lebih unggul karena ia adalah lulusan fakultas syariah. Selain Syaikh Al-Awlaki dan Al-Rubaish, juga dikenal Syaikh Adel bin Abdullah Al-Abab yang menurut beberapa laporan dia-lah yang menduduki kursi dewan syariah AQAP.

Kemampuan bahasa Inggris Syaikh Al-Awlaki menjadi pisau yang tajam untuk menggaet dan mendorong muslim radikal yang tinggal di Barat. Peran ini hanya dimiliki Syaikh Al-Awlaki. Selain mahir berbahasa Inggris, ia juga sudah berpengalaman, mendapat kepercayaan dan sudah dikenal di dunia internasional. Tak ayal jika pada bulan April 2010, Barack Obama menempatkan Syaikh Al-Awlaki ke dalam daftar orang-orang yang harus dibunuh oleh CIA karena aktivitasnya yang berbau terorisme.

Syahidnya Syaikh Anwar Al-Awlaki

Pemerintah Yaman pada tanggal 24 Desember 2009 mengklaim bahwa Syaikh Al-Awlaki tewas dalam serangan udara jet tempur. Serangan itu bertujuan menggempur pertemuan para senior Al-Qaeda di sebuah persembunyian di Rafd, lembah penggunungan terpencil di timur Shabwa. Namun itu hanyalah klaim kosong saja.

Tanggal 30 September 2011, di provinsi Al-Jaws Yaman Utara, dua predator drone dengan rudal hellfire menghantam kendaraan yang ditumpangi Syaikh Al-Awlaki dan tiga anggota Al-Qaeda. Keberadaan Al-Awlaki diendus oleh basis CIA di Arab Saudi.

Penyerangan yang berakhir dengan syahidnya Syaikh Al-Awlaki rahimahullah ini diperdebatkan oleh seorang wartawan dan penulis Green Greenwald. Ia berpendapat dalam situs salon.com bahwa pembunuhan Al-Awlaki melanggar amandemen pertama yang berisi hak untuk kebebasan berbicara, kurang kuatnya bukti dan berbagai tuduhan pada Al-Awlaki yang belum diverifikasi.

Tetapi Amerika tetaplah Amerika. Negara adidaya yang seolah tidak pernah salah dalam segala tindakannya. Persetujuan semua negara akan suatu kebijakan pun dapat digagalkan jika negeri koboy ini tidak sepakat. Yang paling penting adalah keteladanan yang dapat kita ambil dari sosok Syaikh Anwar Al-Awlaki, seorang transformator ideologi jihad ke bahasa Barat. Semoga Allah mengumpulkannya bersama para syuhada di sisi-Nya.

Penulis: Dhani el-Ashim

Sumber :

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Anwar_al-Awlaki
  2. http://www.cbsnews.com/news/who-was-anwar-al-awlaki/
  3. http://www.bbc.com/news/world-middle-east-11658920
  4. http://www.adl.org/combating-hate/international-extremism-   terrorism/c/anwar-al-awlaki.html
  5. http://islam.about.com/od/currentissues/p/awlaki.htm
  6. http://theweek.com/article/index/102685/who-is-anwar-al-awlaki
  7. http://archive.arabic.cnn.com/2012/world/10/16/Al-Qaeda-CIA-   Marriage-Plot/
  8. http://www.csmonitor.com/World/Middle-East/2010/1102/Five-key-   members-of-Al-Qaeda-in-Yemen-AQAP/Ibrahim-Hassan-al-Asiri-the-   bombmaker
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Riwayat Hidup Syaikh Anwar Al-Awlaki, Intelektual Jihad Berkewarganegaraan Ganda”

  1. stnibna

    Ya Allah berikanlah Surga kepada syaikh Anwar al-Awlaki, aamiiin ya rabbal alamiiin…

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Keluarga Korban Talang Sari Bantah Keterangan Hendropriyono

KIBLAT.NET, Bandar Lampung – Keluarga korban peristiwa berdarah Talangsari Lampung membantah pernyataan Hendropriyono bahwa korban...

Jum'at, 07/11/2014 13:41 0

Indonesia

Tolak Pengosongan Kolom Agama, Muhamadiyah: Kita Bukan Negara Komunis

KIBLAT.NET, Jakarta – Tokoh Muhammadiyah KH Abdul Halim Soleh menentang keras pengosongan kolom agama di...

Jum'at, 07/11/2014 11:21 0

Suriah

Rezim Suriah Jatuhkan Birmil ke Lingkungan Padat Penduduk di Aleppo, 23 Warga Sipil Terbunuh

KIBLAT.NET, Aleppo – Lebih dari 23 warga sipil terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka pada Kamis...

Jum'at, 07/11/2014 10:52 0

Suriah

Setelah Kaki Tangannya Digebuk, Pasukan Koalisi AS Serang Jabhah Nusrah

KIBLAT.NET, Idlib – Pasukan udara koalisi AS kembali melancarkan serangan udara terhadap mujahidin Jabhah Nusrah...

Jum'at, 07/11/2014 08:00 0

Indonesia

Warga Poso: Belum Ada Mayat Ditemukan di Gunung Impo

KIBLAT.NET, Poso – Warga di sekitar Gunung Impo Desa Padalembara Kecamatan Poso Pesisir, kabupaten Poso menyatakan...

Jum'at, 07/11/2014 07:27 0

Info Event

Ikutilah! Bedah Majalah An-Najah “Membangun Generasi Rabbani” di Islamic Center Bekasi

KIBLAT.NET -Melihat kondisi masyarakat saat ini banyak moral dan akhlaq telah jauh dari konsep keridhaan...

Jum'at, 07/11/2014 06:10 0

Indonesia

Santoso Terbunuh? Kapolres Poso Minta Media Tidak Berspekulasi

KIBLAT.NET, Poso – Keberadaan dua jenasah di gunung Impo Desa Padalembara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi...

Jum'at, 07/11/2014 05:54 0

Suriah

Drone AS Membombardir Markas Jabhah Nusrah di Tiga Wilayah di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Pesawat tanpa awak (drone) Amerika Serikat melakukan serangan serentak di tiga wilayah...

Jum'at, 07/11/2014 05:19 0

Artikel

Investigasi Kriminal Anggota Tim Pembunuh Syaikh Usamah bin Ladin

KIBLAT.NET – Seorang mantan anggota Navy SEAL, yang menulis buku best seller tentang serangan yang...

Jum'at, 07/11/2014 05:08 0

Analisis

Hajar ISIS: AS dan Sekutunya Hujani Bom, Media Nasional Hujani Berita Hoax

KIBLAT.NET, Jakarta – Entah mengapa, sejak Agustus 2014 berita tentang ISIS selalu menjadi isu menarik...

Kamis, 06/11/2014 16:00 6

Close