... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Pemerintah Jerman Bela Pembuat Karikatur Hina Turki dan Erdogan

Foto: Karikatur Hina Erdogan

KIBLAT.NET, Berlin – Perselisihan mengenai kartun yang menghina Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terus menjadi berita utama. Juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert dalam sebuah pernyataan publik mengatakan bahwa hal itu merupakan bagian dari kebebasan seni dan berpikir.

“Kami menimbang karikatur tokoh ini adalah seni dan kebebasan berpikir. Jalan terbaik yang perlu diambil oleh politisi dalam hal-hal tersebut adalah bersikap tenang. Di Jerman ada keyakinan dari kebebasan berpikir dan seni dan kami menimbang karikatur (yang dianggap menghina Erdogan, red) itu masih dalam paradigma ini,” kata Seibert, seperti dikutip Kiblat.net dari Worldbulletin, Jumat, (07/11).

Karikaturis Achim Greser dan Heribert Lenze mengatakan bahwa mereka tidak mampu memahami reaksi negatif dari Turki.

Karikatur yang dimaksud terdapat di dalam buku tugas siswa di sekolah di distrik Baden Wurttemberg.

Sebelumnya pejabat pemerintah telah membuat pernyataan yang mengkritik respons Turki atas insiden tersebut.

“Saya gagal memahami apa yang bisa membuat Perdana Menteri Erdogan begitu marah, kesal dan marah. Yang jelas bahwa itu hanyalah karikatur. Reaksi ini, saya yakin, adalah cara Erdogan untuk membuat rakyatnya melupakan masalah mereka dan mengalihkan mereka dari agenda nyata,” ujar pejabat pemerintah.

Departemen Luar Negeri Turki menuduh bahwa kejadian ini merupakan bukti meningkatnya xenofobia dan rasisme Jerman.

Duta Besar Jerman di Ankara Eberhard Pohl dipanggil oleh Deplu Turki pada Senin lalu.

BACA JUGA  Turki: 370 Ribu Pengungsi Suriah Pulang ke Negara Mereka

Karikatur ini pertama kali diterbitkan di koran Frankfurter Sonntag pada 2011. Namun, ketika karikatur ini pertama kali muncul di buku tugas sekolah di wilayah Baden Wurttemberg State, karikatur ini menjadi sorotan publik.

Dalam karikatur tersebut, dua orang mengenakan pakaian tradisional Bavaria duduk di meja restoran di sebuah rumah gunung berhadapan dengan pemilik restoran seorang warga Turki yang berbicara dengan aksen Bavaria. Warga Bavaria itu yang mulutnya terbakar, berbicara kepada pemilik yang sedang berdiri, mengatakan bahwa ia tidak memesan apa-apa dengan cabai.

Di satu sisi ada sebuah kandang anjing berlabel “Erdogan”. Di sisi lain dari kandang, ada tanda dengan “Belly dancing Today” di atasnya. Di bawah karikatur, ada judul “Turki di Jerman selama 50 tahun, kisah sukses”.

 

Sumber: Worldbulletin

Penulis: Qathrunnada

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

AS Tak Berani Konfirmasi Terkait Surat Obama kepada Khamenei

KIBLAT.NET, Washington – Sekretaris Pers Gedung Putih, Josh Earnest menyatakan tidak akan mengkonfirmasi sebuah laporan...

Jum'at, 07/11/2014 17:33 0

Palestina

Gawat! 1.200 Pasien Rumah Sakit Asy-Syifa di Gaza Kekurangan Makanan dan Obat-obatan

KIBLAT.NET, Gaza City – Untuk pertama kalinya, Rumah Sakit Asy-Syifa di Gaza City kekurangan bahan makanan....

Jum'at, 07/11/2014 16:58 0

Indonesia

F-PPP: Kolom Agama Penting Tunjukkan Indonesia Bukan Negara Sekuler

KIBLAT.NET, Jakarta – Kebijakan kontroversial Mendagri Tjahjo Kumolo terkait pengosongan kolom agama di KTP elektronik...

Jum'at, 07/11/2014 16:11 0

Profil

Riwayat Hidup Syaikh Anwar Al-Awlaki, Intelektual Jihad Berkewarganegaraan Ganda

Mungkin ketika mendengar kata AQAP, spontan yang terbayang adalah pimpinannya yang merupakan asisten pribadi Syaikh...

Jum'at, 07/11/2014 13:52 1

Indonesia

Keluarga Korban Talang Sari Bantah Keterangan Hendropriyono

KIBLAT.NET, Bandar Lampung – Keluarga korban peristiwa berdarah Talangsari Lampung membantah pernyataan Hendropriyono bahwa korban...

Jum'at, 07/11/2014 13:41 0

Indonesia

Tolak Pengosongan Kolom Agama, Muhamadiyah: Kita Bukan Negara Komunis

KIBLAT.NET, Jakarta – Tokoh Muhammadiyah KH Abdul Halim Soleh menentang keras pengosongan kolom agama di...

Jum'at, 07/11/2014 11:21 0

Suriah

Rezim Suriah Jatuhkan Birmil ke Lingkungan Padat Penduduk di Aleppo, 23 Warga Sipil Terbunuh

KIBLAT.NET, Aleppo – Lebih dari 23 warga sipil terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka pada Kamis...

Jum'at, 07/11/2014 10:52 0

Suriah

Setelah Kaki Tangannya Digebuk, Pasukan Koalisi AS Serang Jabhah Nusrah

KIBLAT.NET, Idlib – Pasukan udara koalisi AS kembali melancarkan serangan udara terhadap mujahidin Jabhah Nusrah...

Jum'at, 07/11/2014 08:00 0

Indonesia

Warga Poso: Belum Ada Mayat Ditemukan di Gunung Impo

KIBLAT.NET, Poso – Warga di sekitar Gunung Impo Desa Padalembara Kecamatan Poso Pesisir, kabupaten Poso menyatakan...

Jum'at, 07/11/2014 07:27 0

Info Event

Ikutilah! Bedah Majalah An-Najah “Membangun Generasi Rabbani” di Islamic Center Bekasi

KIBLAT.NET -Melihat kondisi masyarakat saat ini banyak moral dan akhlaq telah jauh dari konsep keridhaan...

Jum'at, 07/11/2014 06:10 0

Close