... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jurnalis AS Ungkap Keterlibatan CIA Latih Intelijen Indonesia Habisi Warga Sipil

Foto: Badan Intelijen Negara

KIBLAT.NET, Jakarta – Setelah sekian lama sulit terungkap, tabir yang menutupi fakta kasus pelanggaran HAM di masa lalu mulai tersibak. Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat (AS), Allan Nairn mengungkapkan ada hubungan institusional antara CIA dan Badan Intelijen Negara (BIN) terkait pembunuhan masyarakat sipil yang terjadi beberapa tahun lalu.

“Hendro mengatakan sama saya bahwa dia menemukan banyak proyek dengan CIA terutama soal penangkapan orang, yang orang Amerika bilang terkait dengan terorisme. Selain itu, ada hubungan institusional, sistematis antara CIA dengan BIN,” kata Allan Nairn saat ditemui di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (3/11).

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan Hendropriyono, CIA merupakan donatur utama aksi pembunuhan di Indonesia. CIA memberi uang, memberi pelatihan, dan memberi alat-alat untuk membunuh masyarakat.

“Jadi menurut saya, pemerintah Amerika juga harus bertanggungjawab atas jenderal-jenderal yang telah didukung oleh mereka,” kata Allan.

Dia mengatakan, keinginannya untuk membongkar semua kasus yang melibatkan mantan petinggi keamanan di Indonesia, karena dia ingin menghentikan tindak kejahatan yang didalangi oleh negeri Paman Sam itu.

“Saya lakukan itu karena sebagai warga negara Amerika saya mau hentikan tindakan Amerika. Saya mau hentikan kebijakan Amerika yang memberikan pelatihan untuk membunuh orang,” tuntasnya.

Namun, saat mendatangi kantor Komnas HAM dalam rangka mengklarifikasi hasil wawancaranya dengan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono pada 16 Oktober lalu, Allan mengatakan dalam wawancara tersebut ada banyak hal yang tidak diungkapkan oleh Hendropriyono.

BACA JUGA  Kepala BPJH: Kewajiban Sertifikat Halal Dilakukan Bertahap

“Ada banyak hal yang tidak diungkapkan oleh Hendro dalam wawancara empat mata dengan saya itu,” kata Allan di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (3/11).

Menurutnya, dalam wawancara tersebut, Hendropriyono hanya menyatakan pertanggungjawabannya terhadap pembunuhan aktivis HAM, Munir. Selain itu, Hendro pun mengungkapkan peran CIA yang turut mendanai BIN dalam setiap operasi yang berhubungan dengan masyarakat sipil.

“Dia (Hendro) bilang bahwa dia menyuruh semua dokumen-dokumen rahasia yang ada di BIN, Polri dan di CIA Amerika, yang terkait dengan tiga kasus ini (Munir, Talangsari dan Timor Timur 1999) itu harus diumumkan,” kata Allan.

Sebelumnya, Allan Nairn dalam blognya, menyebutkan bahwa mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono bertanggungjawab terhadap kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir. Namun, dalam wawancara eksklusifnya, Hendro berkilah, peristiwa di Talangsari Lampung adalah tindakan bunuh diri massal.

Padahal, dalam kasus tersebut sangat jelas peran Hendropriyono dalam menghabisi warga Talangsari. Ratusan warga terbunuh dalam peristiwa tersebut.

 

Sumber: Okezone

Penulis: Qathrunnada

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Pejabat: Wilayah Timur Laut Nigeria Segera Jatuh ke Tangan Pejuang Boko Haram

KIBLAT.NET, Lagos – Seorang pejabat senior pemerintah telah memperingatkan bahwa wilayah timur laut Nigeria akan segera...

Selasa, 04/11/2014 13:29 0

Turki

Media Barat Kritik Kebijakan Turki Tak Mau Gabung Koalisi AS, Erdogan Meradang

KIBLAT.NET, Istanbul – Kebijakan domestik dan luar negeri Turki tidak akan berubah meskipun media Barat...

Selasa, 04/11/2014 11:30 0

Irak

HRW Laporkan Pembantaian di Masjid Sunni Iraq oleh Militan Syiah

KIBLAT.NET, Baghdad – Militan Syiah dilaporkan berada di balik pembantaian di sebuah masjid Sunni di Provinsi...

Selasa, 04/11/2014 10:47 0

Irak

Jet Tempur Kanada Lancarkan Serangan Perdana di Iraq

KIBLAT.NET, Fallujah – Sejumlah jet tempur Kanada, Ahad (02/11), melancarkan serangan udara perdana sejak dikerahkan...

Selasa, 04/11/2014 10:35 0

Suriah

Benarkah Al-Baghdadi Dipecat?

KIBLAT.NET — Sebuah berita kontroversial terkait pemimpin IS Al-Baghdadi, menyeruak di media sosial. Diberitakan oleh...

Senin, 03/11/2014 21:33 0

Palestina

Ismail Haniyah Kecam Rencana Penghancuran Masjid Al-Aqsha

KIBLAT.NET, Gaza – Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah, mengecam keras rencana penghancuran Masjid...

Senin, 03/11/2014 21:12 0

Yaman

Provinsi Al-Baidha Yaman Alami Krisis Medis, Obat-obatan dan Dokter

KIBLAT.NET, Al-Baidha – Provinsi Al-Baidha di Yaman tengah mengalami krisis peralatan medis, obat-obatan dan dokter....

Senin, 03/11/2014 20:31 0

Suriah

Hanya Dua Pekan, Rezim Suriah Jatuhkan 400 Bom Birmil

KIBLAT.NET, Aleppo – Saat perhatian dunia tertuju pada pertempuran koalisi internasional menghadapi mujahidin, rezim Suriah...

Senin, 03/11/2014 19:59 0

Asia

Pemimpin Senior Jamaat-e-Islami Lainnya Kembali Dijatuhkan Hukuman Mati

KIBLAT.NET, Dhaka – Pemimpin senior lainnya partai utama di Bangladesh, jamaat-e-Islami, dihukum mati atas tuduhan...

Senin, 03/11/2014 19:34 0

Yaman

Bentrok dengan Pejuang Al-Qaidah, 20 Tentara Yaman Tewas

KIBLAT.NET, Jabal Ras – Sebanyak dua puluh tentara Yaman dan tiga orang yang diduga anggota...

Senin, 03/11/2014 18:51 0

Close