Takut Diserang, Mesir Tarik Polisi dan Tentara dari Utara Sinai

KIBLAT.NET, Sinai – Pemerintah Mesir, pada Sabtu (01/11), memutuskan untuk menarik aparat polisi dan militernya dari sejumlah daerah di utara Sinai. Penarikan ini menyusul serangan bertubi-tubi yang dilancarkan mujahidin di wilayah perbatasan tersebut.

Dilansir dari Al-Jazeera, pemerintah Mesir mulai menarik pasukannya dari dua kota di Sinai, Syaikh Zuqaid dan Rafah. Penarikan pasukan ini dilakukan dengan kapal laut militer. Pemerintah khawatir jika para tentara itu diangkut melalui jalan darat, akan menjadi sasaran serangan pejuang.

“Keputusan menggunakan kapal sebagai ganti bus militer setelah serangan bertubi-tubi yang menghantam kendaraan militer di jalan utama di utara Sinai,” kata sumber Al-Jazeera.

Sebagaimana diberitakan, pejuang di provinsi Sinai beberapa bulan terakhir gencar menargetkan polisi dan militer Mesir. Militer sulit mendeteksi keberadaan para pejuang karena mereka menggulirkan operasi gerilya. Hal itu sangat efektif sehingga menimbulkan banyak korban di barisan polisi dan tentara Mesir.

Menurut laporan militer, sedikitnya 31 tentara tewas dalam serangkaian serangan bersenjata di Sinai dalam sepekan. Sehingga hal itu memaksa pemerintah memberlakukan status darurat selama tiga bulan di wilayah utara Sinai. Tidak hanya itu, pemerintah juga membangun wilayah penyangga di daerah yang berbatasan dengan Gaza tersebut.

Dalam konteks terkait, Dinas Keamanan Mesir mengaku menangkap “sel teroris” yang terdiri dari lima orang. Mereka yang baru datang dari Suriah itu dituduh terkait erat dengan Daulah Islamiyah. Mereka dituding akan melancarkan serangan di Mesir atas komando komandan Daulah.
Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat