Tahun Ini Saja, Hampir 2.000 Warga Suriah Meregang Nyawa di Tahanan Rezim

KIBLAT.NET, Damaskus – Lembaga Pengawas HAM Suriah, pada Ahad (02/11), melaporkan lebih 1.900 warga Suriah meregang nyawa sejak awal tahun ini di tahanan dan markas keamanan rezim. Mayoritas mereka tewas setelah disiksa militer Suriah.

Lembaga yang bermarkas di Inggris tersebut mengatakan dalam pernyataannya, pihaknya berhasil mendokumentasikan kematian 1.917 orang di pusat-pusat penahanan dan penjara serta markas intelijen Suriah. Data ini dikumpulkan sejak awal tahun 2014 hingga 31 Oktober bulan kemarin.

Menurut laporan itu, rezim Suriah menyerahkan sebagian jasad para tahanan tersebut kepada keluarga masing-masing. Sementara sebagian lain hanya diberitahukan bahwa anggota keluarga mereka tewas dalam penjara dan diminta mengambil surat kematian kepada pihak berwenang.

Dari keseluruhan korban, 27 di antaranya berumur kurang dari 18 tahun dan 11 perempuan. Hampir seluruh korban meninggal akibat penyiksaan berat, perlakuan sewenang-wenang, kelaparan dan penyakit menular.

Rezim Suriah telah menangkap puluhan ribu orang atas tuduhan “terorisme”, seperti dilaporkan sejumlah organisasi HAM yang bekerja di Suriah. Di antara mereka adalah aktivis oposisi meskipun mereka melaksanakan aksinya dengan damai, sebagian lain dituduh terlibat pejuang bersenjata sementara banyak dari mereka ditangkap dengan tuduhan mengada-ada.

Para tahanan mengalami berbagai macam jenis penyiksaan mengerikan sehingga menyebabkan kematian atau cacat. Di saat yang sama, rezim tidak memberi mereka makan atau obat-obatan.

BACA JUGA  Menag Minta MUI Jadi Teladan Soal Kesejukan dan Toleransi

Organisasi-organisasi HAM mengecam keras metode penyiksaan yang dipraktekkan rezim Suriah. Pihak berwenang Suriah menyiksa para tahanan di luar batas kemanusiaan.
Sumber: Sky News Arabia
Penulis: Hunef

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat