... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Uni Eropa Desak Myanmar Hentikan Penyematan Identitas Bengali bagi Warga Rohingya

Foto: Muslim Rohingya lari dari tempat kelahirannya karena dikejar pemerintah Myanmar.

KIBLAT.NET, New York – PBB akan mendorong rancangan resolusi baru untuk mendesak pemerintah Myanmar agar menghentikan rencana pemaksaan bagi Muslim Rohingya untuk menggunakan identitas sebagai “Bengali” – istilah yang digunakan kepada minoritas Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, pada Jumat, (31/10) seperti dilaporkan AP.

Resolusi itu juga mendesak Myanmar untuk memberikan sebagian besar warga Rohingya akses mendapatkan “kewarganegaraan penuh”.

Namun, kelompok hak asasi Burma Campaign UK mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Sabtu (1/11) bahwa resolusi itu hanya “akan diabaikan” oleh pemerintah Myanmar.

“Hampir setiap resolusi Majelis Umum tentang Burma [nama Myanmar sebelumnya] dalam dekade terakhir telah menyerukan aksi di Rohingya dan pemerintah Burma tidak hanya mengabaikan seruan ini, tetapi malah meningkatkan represi,” kata Mark Farmer, direktur kelompok hak asasi kepada AA.

“Pemerintah Burma tahu betul bahwa Uni Eropa, yang menyusun resolusi ini, hanya mengikuti arus, dan mereka dapat terus menentang resolusi ini tanpa menghadapi konsekuensi apapun.” tambahnya.

PBB sebelumnya, menggambarkan Rohingya sebagai salah satu minoritas yang paling teraniaya di dunia. Mereka menghadapi pembatasan kebebasan bergerak dan hidup dalam ketakutan akan penangkapan sewenang-wenang serta kekerasan di negara yang mayoritas beragama Budha.

Sekitar 140.000 Muslim Rohinya terkurung oleh penjaga bersenjata dan pos pemeriksaan ke kamp-kamp kumuh di pinggiran Sittwe, ibukota negara bagian Rakhine di barat laut, setelah serangan massa terhadap desa-desa mereka pada tahun 2012 yang memaksa mereka meninggalkan rumah.

BACA JUGA  Transparansi Penunjukan Idham Aziz Sebagai Kapolri Dipertanyakan

Sejak itu, lebih dari 100.000 orang melarikan diri dari Myanmar menggunakan kapal reyot. Pemerintah Myanmar ingin mendaftar sekitar satu juta Muslim Rohingya sebagai bagian dari “rencana aksi”.

Myanmar mengatakan mereka yang terdaftar sebagai Bengali akan memiliki kesempatan untuk memperoleh kewarganegaraan. Mereka yang menolak akan menghadapi kemungkinan penahanan dan deportasi.

Resolusi PBB, yang disusun oleh Uni Eropa, mendesak pemerintah Myanmar mengizinkan warga Rohingya mengidentifikasi diri” sebagai Rohingya dan mengizinkan mereka mendapatkan ‘kebebasan bergerak dan akses yang sama terhadap kewarganegaraan penuh.’

Setelah kunjungan ke Rakhine, pelapor khusus hak asasi manusia PBB, Yanghee Lee, menyatakan pada saat konferensi pers 26 Juli di Bandara Internasional Yangon, bahwa dia “berulang kali diminta untuk tidak menggunakan istilah ‘Rohingya’ karena tidak diakui oleh pemerintah. “

Tapi dia menjawab, bahwa “hak-hak minoritas untuk mengidentifikasi diri terkait dengan kewajiban Negara untuk memastikan tidak adanya diskriminasi terhadap individu dan kelompok.”

Resolusi yang belum di hadapkan ke Majelis Umum ini. Meskipun tidak mengikat diharapkan akan menambah tekanan kepada pemerintah Myanmar menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk pertemuan puncak regional dalam waktu kurang dari dua minggu.

Myanmar mulai bangkit keluar dari pemerintahan militer yang keras pada tahun 2011, ketika sebuah pemerintah sipil terdiri dari mantan jenderal berkuasa memperkenalkan serangkaian reformasi demokrasi.

BACA JUGA  Hak Veto Menko, Sebuah Tanda Tanya Lain

Tapi ironis, Rohingya menghadapi kondisi buruk di bawah pemerintahan Presiden Thein Sein, ketika iklim kebebasan yang baru telah membesarkan hati ekstremis Buddha.

 

Sumber: Anadolu Agency

Penulis: Qathrunnada

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Mesir Masih Tutup Perbatasan Gaza

KIBLAT.NET, Rafah – Pemerintah Mesir masih menutup perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza hingga mencapai hari...

Ahad, 02/11/2014 19:01 0

Afrika

Boko Haram Bantah Atur Gencatan Senjata dengan Nigeria

KIBLAT.NET, Lagos – Pejuang Boko Haram membantah telah membuat kesepakatan gencatan senjata dengan pemerintah Nigeria,...

Ahad, 02/11/2014 18:35 0

Indonesia

Janji Kampanye Jokowi Belum Ditepati, PBNU Malah Usul Hari Santri Jatuh Pada 22 Oktober

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga menepati janjinya saat kampanye untuk menjadikan...

Ahad, 02/11/2014 17:31 0

Yaman

Pejuang Al-Qaidah Kontrol Distrik di Yaman Barat

KIBLAT.NET, Hadidah – Mujahidin Al-Qaidah Yaman, pada Sabtu (01/11), mengontrol distrik Jabal Ras di provinsi...

Ahad, 02/11/2014 17:00 0

Indonesia

Gelar Munas, NU Bahas Aborsi, Khilafah Hingga Pemilihan Rais

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU...

Ahad, 02/11/2014 16:00 0

Yaman

Pemberontak Syiah Houtsi Serang Markas Partai Sunni di Yaman

KIBLAT.NET, Ibb – Pemberontak Syiah Houtsi melakukan serangan terhadap markas partai Sunni Al-Islah di kota...

Ahad, 02/11/2014 15:00 0

Indonesia

Brigjen (Pol) Anton Tabah: Kalau Ada Person-person Syiah yang Memenuhi Unsur Penistaan, Laporkan Polisi!

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi Hukum MUI Pusat, Brigjen (Pol) Anton Tabah menjelaskan bahwa bukan kapasitas...

Ahad, 02/11/2014 14:33 0

Indonesia

Berencana Naikkan Harga BBM, Pemerintahan Jokowi Dikecam

KIBLAT.NET, Jakarta – Rencana pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), dinilai...

Ahad, 02/11/2014 14:00 0

Indonesia

Anggota DPR Aceh Desak Pemerataan Pemberlakuan Hukuman Cambuk

KIBLAT.NET, Banda Aceh – Belum meratanya pelaksanaan hukuman cambuk di seluruh provinsi Aceh, menundang sorotan...

Ahad, 02/11/2014 13:15 0

Indonesia

Ini Cara Wali Murid TK Yaa Bunayya Saling Mengakrabkan Diri

KIBLAT.NET, Surabaya – Membangun keakraban antar wali murid ragam caranya. Ada yang membuat kegiatan makan...

Ahad, 02/11/2014 12:39 0

Close