... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gelar Munas, NU Bahas Aborsi, Khilafah Hingga Pemilihan Rais

Foto: Munas NU 2014

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU pada 1-2 November. Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) secara membuka Munas dan Konbes (NU) 2014 itu di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11/2014).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Menteri Agama Lukman Hakim, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Dubes Palestina untuk RI Fariz Mehdawi.

Ketua Panitia Arvin Hakim Thoha mengatakan, acara ini dihadiri pengurus PBNU. Antara lain, Dewan Mustasyar sebanyak 20 orang, pimpinan Suriah PBNU sebanyak 19 orang, A’wan PBNU sebanyak 22 orang, Tanfidziyah sebanyak 32 orang, dan Laznah PBNU 30 orang, serta pengurus wilayah seluruh Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih atas keberhasilan acara ini, Munas sendiri sudah empat kali dilakukan dan berpindah-pindah,” ujarnya seperti dikutip dari Sindonews.

Rais Aam PBNU Ahmad Mustofa Bisri dalam sambutannya mengatakan, munas kali ini lebih istimewa.

Keistimewaan itu, kata dia, tidak hanya bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam tapi juga karena terbentuknya pemerintahan baru.

Dalam keterangan sehari sebelumnya (31/10), di sebutkan kegiatan Munas akan membahas sejumlah masalah kekinian, diantaranya hukum aborsi karena darurat medis akibat perkosaan selama 1 sampai 2 November 2014.

BACA JUGA  Ketuhanan yang Maha Esa Tak Bisa Diganti Ketuhanan Berkebudayaan

Jawaban ini respon terhadap pemberlakuan Peraturan Pemerintah No 61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi, yang salah satu pasal di dalamnya memperbolehkan aborsi karena darurat medis akibat perkosaan.

“Bagaimana Islam menghukuminya akan dibahas di komisi bahtsul masail (pembahasan masalah, red) Munas dan Konbes NU 2014,” ujar Staf Ahli Ketua Umum PBNU Samsul Hadi Karim dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/10/2014) seperti dikutip dari tribunnews.

NU ikut merespon masalah yang ada di masyarakat selama ini. Apalagi, terbitnya PP 61 tahun 2014 pada faktanya menimbulkan pro dan kontra. “NU hadir bersama-sama mencari solusi keresahan tersebut,” tambahnya.

Bahtsul masail dalam Munas dan Konbes NU juga akan mengeluarkan rekomendasi berkaitan pembahasan sejumlah masalah. Berkaitan PP No.61 tahun 2014, beberapa rekomendasi akan dikeluarkan adalah usulah revisi KUHP ke mahkamah Konstitusi, khususnya pada pasal aborsi.

Ilmu fiqih akan menjadi pendekatan guna membahas hukum aborsi karena kedaruratan medis dan akibat perkosaan merujuk beberapa kitab klasik seperti Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Bughyatul Mustarsyidin, Hasyiyah Raddul Muhtar, dan Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhuu.

Komisi Bahtsul Masail juga akan mencari jawaban atas pandangan NU terhadap khilafah, konsep Ahlul Halli wal Aqdi sebagai metode pemilihan Rais ‘Aam di internal PBNU, kode etik penyiaran agama, dan negara dalam perspektif Ahlussunah wal Jamaah.

Laporkan Sejumlah Perkembangan

Sementara itu, Ketum PBNU Said Aqil Siraj pada hari sebelumnya juga menyatakan, Munas NU merupakan forum tertinggi setelah Kongres. Acara tersebut akan dihadiri oleh 200 Ulama NU dari seluruh Indonesia sebagai peserta Munas NU. Said menjelaskan acara tersebut berisi tiga komisi. “Ada Komisi Bahtsul Masail, Komisi Organisasi, dan Komisi Rekomendasi,” ujar dia seperti dilansir dari Republika.

BACA JUGA  Soal Pelibatan TNI untuk KUB, Bukhori: Menag Gagal Paham

Said mengatakan dalam Munas NU akan dipaparkan perkembangan NU selama empat tahun kepemimpinannya. Di antaranya, keberhasilan NU membangun 23 Perguruan Tinggi NU di berbagai tempat se- Indonesia.

Selain itu, keberhasilan dalam mengirimkan para pelajar NU ke luar negeri. “Kami telah mengirim 20 mahasiswa ke Rusia, lima ke Amerika, 10 ke Australia, ada juga ke Maroko, Mesid dan Sudan,” ujar dia. PBNU juga menerima mahasiswa luar negeri yang ingin mengenyam pendidikan Islam Ahlussunnah di Indonesia. “Dari Thailand 40 orang, dari Afganistan 20 orang,” ujar dia.

Hadir dalam acara konferensi pers tersebut, Ketua panitia MUNAS NU, Arvin Hakim Toha. Dia menjelaskan salah satu agenda besar Munas NU adalah menentukan tempat penyelenggaraan Muktamar NU pada 2015 nanti.

“Ada tiga tempat yang sudah menawarkan yakni Surabaya, Medan dan Banten,” terang Arvin.

Dia memastikan, seluruh Pimpinan PBNU dan 34 Pimpnan Wilayah akan diundang untuk menghadiri acara tersebut.

 

Sumber: Sindonews, Tribun, Republika

Penulis: Qathrunnada


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Pemberontak Syiah Houtsi Serang Markas Partai Sunni di Yaman

KIBLAT.NET, Ibb – Pemberontak Syiah Houtsi melakukan serangan terhadap markas partai Sunni Al-Islah di kota...

Ahad, 02/11/2014 15:00 0

Palestina

Roket Gaza Hantam Wilayah Selatan Israel

KIBLAT.NET, Yerusalem – Sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza, menghantam wilayah selatan Israel pada Jumat...

Ahad, 02/11/2014 11:46 0

Suriah

Digempur Mujahidin Jabhah Nushrah, Geng Oposisi Suriah Dukungan Amerika Kocar-kacir

KIBLAT.NET, Idlib –  Mujahidin Jabhah Nushrah di Idlib berhasil memukul mundur kelompok oposisi moderat dukungan...

Ahad, 02/11/2014 10:31 0

Inggris

DK PBB: Jumlah Pejuang Asing di Suriah dan Iraq Mencapai Skala yang Tak Terbayangkan

KIBLAT.NET, London – Dewan Keamanan PBB baru-baru ini menyebutkan sebanyak 15 ribu pejuang asing berangkat...

Sabtu, 01/11/2014 19:02 1

Mesir

Militer Mesir Bombardir Desa di Perbatasan Mesir-Gaza

KIBLAT.NET, Sinai – Militer Mesir membombardir sejumlah di desa di selatan kota Syaikh Zuwaid dan...

Sabtu, 01/11/2014 17:55 0

Suriah

Militer Rezim Eksekusi 45 Warga Sipil di Homs

KIBLAT.NET, Homs – Rezim Suriah kembali mempraktekkan genosida terhadap warga Suriah. Sedikitnya 45 warga sipil...

Sabtu, 01/11/2014 17:13 0

Suriah

Rezim Suriah Kuasai Kota Moruk, Pejuang FSA Salahkan Koalisi AS

KIBLAT.NET, Idlib – Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) di pedesaan Idlib menyalahkan koalisi internasional atas kemajuan...

Sabtu, 01/11/2014 15:00 0

Info Event

Ikuti dan Semarakkan! Festival Muslimah MPI Yogyakarta pada 20-21 Desember 2014

KIBLAT.NET – Datang, ikuti dan raih manfaatnya, Festival Muslimah MPI Yogyakarta, yang akan diselenggarakan pada...

Sabtu, 01/11/2014 12:03 0

Amerika

Serangan Koalisi AS di Suriah dan Iraq, Picu Gelombang Pejuang Asing

KIBLAT.NET, Washington – Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan koalisi internasional di Suriah beberapa minggu terakhir justru...

Sabtu, 01/11/2014 11:23 0

Yaman

Pemberontak Syiah Houtsi Ancam Ambil Alih Kekuasaan dari Presiden Yaman

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemberontak Syiah Houtsi mengultimatum presiden Yaman untuk membentuk pemerintahan dalam 10 hari....

Sabtu, 01/11/2014 11:00 0

Close