... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Ruwatan dan Bahayanya Bagi Aqidah Islam

Foto: Aksi Ruwatan (Kemusyrikan) Pendukung Jokowi Dinilai Memfitnah Amien Rais.

Ruwatan, Kemusyrikan yang Dihidupkan Kembali oleh Kyai Liberal

KIBLAT.NET – Beberapa hari lalu, rumah salah seorang tokoh politisi nasional dikabarkan sedang diruwat. Meski ada nuansa politis di balik upaya itu, ada baiknya kita memahami apai itu ruwatan yang akrab dalam budaya Indonesia.

Tugas utama para ulama dan muballigh ialah sekuat mungkin meredam kemusyrikan. Pasalnya, dosa terbesar di dunia ini menyekutukan Allah SWT dibandingkan dengan dosa lainnya. Di antara sekian banyak kemusyrikan, sedari dulu para ulama di nusantara berupaya keras meredam acara ruwatan. Yaitu, upacara kemusyrikan yang dilatarbelakangi oleh kepercayaan kepada sesosok dewa bernama Betoro Kolo. Orang yang meyakini kepercayaan itu, mengadakan ruwatan supaya terhindar dimangsa Betoro Kolo dan terbuanglah sialnya. Padahal sial ataupun beruntung itu datangnya hanya dari Allah Ta’ala, maka mestinya meminta hanya kepada Allah, bukan kepada selain-Nya, dan bukan dengan cara-cara yang tidak diajarkan Allah Ta’ala.

Terus terang, ketika pada tahun 2000 ada berita bahwa Presiden Abdurrahman Wahid akan diruwat, saya langsung teringat zaman sebelum peristiwa pemberontakan G30S/PKI 1965. Karena setahu saya adanya ruwatan itu hanya di daerah-daerah PKI atau kalangan orang abangan (Muslim yang tak menjalankan syariat, red) di Jawa.

Sedangkan di desa-desa yang masyarakatnya Islami tidak pernah melaksanakan ruwatan. Meskipun tidak otomatis ruwatan itu identik dengan PKI. Namun timbul pertanyaan, apakah Gus Dur mewarisi ajaran ruwatan itu dari gurunya? Ibu Rubiyah, salah seorang pendidik Gus Dur memang seorang Gerwani, aktivis PKI perempuan. Wallahua’lam. (Tentang guru Gus Dur di antaranya orang Gerwani itu lihat buku “Bahaya Pemikirian Gus Dur II, Menyakiti Hati Umat,” ditulis oleh Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2000).

Ruwatan itu sendiri tidak terdengar di masyarakat sejak dilarangnya PKI tahun 1966 ( melalui TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 Tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang Di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia Bagi Partai Komunis Indonesia Dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan Atau Mengembangkan Faham Atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme).

Namun, istilah ruwatan mulai terdengar lagi sejak 1990-an, setelah dukun-dukun berani muncul terang-terangan bahkan menggelar praktek di pusat-pusat perbelanjaan. Mereka juga membuat paguyuban yang mereka sebut PPI (Paguyuban Paranormal Indonesia). Konon, anggota paguyuban para “wali setan” (istilah hadits Nabi Muhammad SAW untuk dukun) itu berjumlah sekira 60.000 dukun.

Meski demikian, istilah ruwatan tidak begitu terdengar luas, dan baru sangat terdengar ketika ada kabar bahwa Gus Dur, Presiden Indonesia ke-4 yang juga mantan Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, satu organisasi yang berdiri sejak zaman Belanda 1926) akan diruwat. Kemudian, akhirnya dia benar-benar hadir dalam acara ruwatan di Universitas Gajah Mada di Yogyakarta, (18 Agustus 2000).

Apa itu ruwatan?

Ruwatan adalah satu upacara kepercayaan yang diyakini sebagai ritual membuang sial yang disebut sukerto alias penderitaan. Istilah ruwatan, artinya membebaskan ancaman dari marabahaya yang datangnya dari Betoro Kolo, raksasa pemakan manusia, anak raja para dewa yakni Betoro Guru.

Betoro Kolo, menurut kepercayaan kemusyrikan ini adalah raksasa buruk jelmaan dari sperma Betoro Guru yang berceceran di laut, ketika gagal bersenggama dengan permaisurinya, Batari Uma, ketika bercumbu di langit sambil menikmati terang bulan, sementara pada saat itu Batari Uma belum siap. Karena Batoro Guru gagal mengendalikan diri “dengan sang waktu” (kolo) maka sperma yang tercecer di laut dan menjadi raksasa buruk itu disebut Betoro Kolo, pemakan manusia.

Lalu, Betoro Guru berjanji akan memberi makan enak yaitu manusia yang dilahirkan dalam kondisi tertentu. Seperti kelahiran tanggal sekian yang menurut perhitungan klenik (tathoyyur) akan mengalami sukerto alias penderitaan. Juga yang lahir dalam keadaan ontang-anting (tunggal), kembang sepasang (dua anak lelaki semua atau perempuan semua), sendang apit pancuran (pria, wanita, pria), pendowolimo (5 anak pria semua), dan lainnya. (Lihat AM Saefuddin, Ruwatandalam Perspektif Islam, Harian Terbit, Jum’at 11 Agustus 2000, hal 6).

Itulah orang-orang yang harus diruwat menurut kepercayaan dari cerita wayang. Jadi, nilai cerita ruwatan itu sebenarnya juga hanya seperti nilai cerita yang dari segi mutunya saja sangat tidak bermutu.

Upacara ruwatan itu bermacam-macam. Ada yang dengan mengubur seluruh tubuh orang/ anak yang diruwat kecuali kepalanya, ada yang disembunyikan di tempat tertentu dan sebagainya.

BACA JUGA  Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Jalan Panjang Dasar Negara (Bag. 1)

Adapun, ruwatan yang dilakukan di depan Gedung Balairung Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Jum’at malam 18/82000 itu dihadiri Presiden Abdurrahman Wahid didampingi isterinya Ny Nuriyah dan putri sulungnya Alissa Qatrunnada Munawaroh. Selainitu tampak hadir pula Kapolri Jenderal Rusdihardjo (belakangan, 3 bulan kemudian Rusdihardjo dipecat dari jabatannya sebagai Kapolri oleh Gus Dur, konon karena ada berita bocor yang menyebutkan hasil penyidikan kasus Bruneigate yang diduga menyangkut Presiden Gus Dur), Rektor UGM Ichlasul Amal, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sri Edi Swasono, dan Frans Seda.

Ruwatan itu dilaksanakan terhadap 11 orang akademisi disebut ruwatan bangsa, penyelenggaraannya diketuai Mayjen (purnawirawan) Hariyadi Darmawan. Mereka yang diruwat ituadalah Prof.Sayogya,Prof Kunto Wibisono, DrHariadi Darmawan, Tjuk Sukiadi, Prof Sri Edi Swasono, Ny Mubyarto, Bambang Ismawan, Nanik Zaenudin, Ken Sularto, Amir Sidharta, dan Wirawanto.

Sementara itu di luar Gedung UGM telah berlangsung demonstrasi mahasiswa yang menentang ruwatan tersebut.

Itulah acara ruwatan untuk menghindari Batoro Kolo dengan upacara seperti itu dan wayangan. Biasanya wayangan itu untuk memuji-muji Batoro Kolo, agar terhanyut dengan pujian itu, dan lupa memangsa. Di UGM itu wayangan dengan lakon Murwokolo dan Sesaji Rojo Suryo oleh dalang Ki Timbul Hadiprayitno.

Adat dan Kemusyrikan

Ruwatan itu ada yang menyebutnya adat, ada pula yang menilainya sebagai kepercayaan. Islam memandang, adat itu ada dua macam, adat yang mubah (boleh) dan adat yang haram. Sedang mengenai kepercayaan, itu sudah langsung haram apabila bukan termasuk dalam Islam.

Adat yang boleh contohnya blangkon (tutup kepala) untuk orang Jawa. Itu tidak dilarang dalam Islam. Adat yang boleh, seperti blangkon tersebut pun, jika diyakini akan terkena bahaya apabila tidak memakai blangkon (yang kaitannya dengan kekuatan ghaib) maka sudah menyangkut keyakinan/kepercayaan, hingga hukumnya dilarang atau haram, karena tidak sesuai dengan Islam. Keyakinan yang dibolehkan hanyalah yang diajarkan oleh Islam.

Demikian pula ruwatan, sekalipun ada yang mengatakan bahwa itu merupakan adat, namun karena menyangkut hal ghaib, berkaitan dengan nasib sial, bahaya dan sebagainya; maka jelas merupakan keyakinan batil, karena Islam tidak mengajarkan seperti itu.

Sedang keyakinan adanya bala akibat kondisi dilahirkannya seseorang itupun sudah merupakan pelanggaran dalam hal keyakinan, yang dalam Islam terhitung syirik, menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedang orangnya disebut musyrik, pelaku durhaka terbesar dosanya.Tidak ada dalil yang menunjukkan benarnya keyakinan itu, namun justru ada ketegasan bahwa meyakini nasib sial dengan alamat-alamat seperti itu adalah termasuk tathoyyur, yang hukumnya syirik, menyekutukan Allah SWT; dosa terbesar.

Tathoyyur atau Thiyaroh adalah merasa bernasib sial, atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lainnya, atau pertanda-pertanda lainnya.

Abu Dawud meriwayatkan hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud ra:

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْك،ٌ وَمَا مِنَّا إِلاَّ ، وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

”Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, dan tiada seorangpun dari antara kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal ini), hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya.”(Hadits Riwayat Abu Daud). Hadits ini diriwayatkan juga oleh At-Tirmidzi dengan dinyatakan shahih, dan kalimat terakhir tersebut dijadikannya sebagai ucapan dari Ibnu Mas’ud. (Lihat Kitab Tauhid oleh Syaikh Muhammad At-Tamimi, terjemahan Muhammad Yusuf Harun, cetakan I, 1416H/ 1995, halaman 150).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَةٍ فَقَدْ أَشْرَكَ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ قَالَ « أَنْ يَقُولَ أَحَدُهُمْ اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu ‘Amr bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapayang mengurungkan hajatnya karena thiyarah,maka dia telah berbuat syirik.” Para sahabat bertanya: ”Lalu apakah sebagai tebusannya?” Beliau menjawab, ”Supaya mengucapkan:

اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

“Ya Allah,tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau, dan tiada sembahan yang haq selain Engkau.”(H R Ahmad). (Syaikh Muhammad At-Tamimi, Kitab Tauhid, hal 151).

BACA JUGA  Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Jalan Menuju Kompromi (Bag. 2)

Sedangkan meminta perlindungan kepada Batoro Kolo agar tidak dimangsa dengan upacara ruwatan dan wayangan itu termasuk kemusyrikan yang dilarang dalam Al-Qur’an:

(وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ (106

”Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat (hal itu), maka sesungguhnya kamu, dengan demikian, termasuk orang-orang yang dhalim (musyrik).” (Yunus/ 10:106).

{ إنك إذاً من الظالمين } : أي إنك إذا دعوتها من المشركين الظالمين لأنفسهم .

“…maka sesungguhnya kamu, dengan demikian, termasukorang-orang yang dhalim (musyrik).” Artinya sesungguhnya kamu apabila mendoa kepada selain-Nya adalah termasuk orang-orang musyrik yang mendhalimi kepada diri-diri mereka sendiri.

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ(107)

”Dan jika Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia; sedang jika Allah menghendaki untukmu sesuatu kebaikan, maka tidak ada yang dapat menolak karunia- Nya…”( Yunus: 107).

Kesimpulan:
1.Ruwatan mendatangkan dosa terbesar.

2.Ruwatan itu kepercayaan non Islam berlandaskan cerita wayang.

Ruwatan artinya upacara membebaskan ancaman Batoro Kolo, raksasa pemakan manusia, anak Betoro Guru/raja para dewa. Itulah kepercayaan musyrik atau penyekutuan terhadapAllah SWT yang berlandaskan cerita wayang penuh takhayyul, khurofat, dan tathoyyur (menganggap sesuatu sebagai pertanda datangnya sial). Upacara ruwatan itu bermacam-macam, ada yang dengan mengubur sekujur tubuh selain kepala, atau menyembunyikan anak/ orang yang diruwat, ada yang dimandikan dengan air kembang dan sebagainya.

Biasanya ruwatan itu disertai sesaji dan wayangan untuk menghindarkan agar Betoro Kolo tidak memangsa.

3. Ruwatan itu dari segi keyakinannya termasuk tathoyyur, satu jenis kemusyrikan yang sangat dilarang Islam, dosa terbesar.Sedang dari segi upacaranya termasuk menyembah/memohon perlindungan kepada selain Allah, yaitu ke Betoro Kolo, satu jenis upacara kemusyrikan, dosa terbesar pula. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

“Thiyaroh (tathoyyur) adalah syirik (menyekutukan Allah), thiyaroh adalah syirik, thiyaroh adalah syirik, (diucapkan tiga kali). (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Ibnu Majah dari hadits Ibnu Mas’ud, dari Rasulullah saw).

4. Merasa sial karena sesuatu atau adanya pertanda -pertanda yang dianggap mendatangkan sial, termasuk perbuatan kemusyrikan. Kata Nabi SAW, “Barangsiapa yang tidak jadi melakukan keperluannya karena merasa sial, maka ia telah syirik.Maka para sahabat RA bertanya, Lalu bagaimana kafarat dari hal tersebut wahai Rasulullah? Maka jawab Nabi SAW, Katakanlah : Allahumma laa khairaillaa khairaka walaa thiyara illa thiyaraka walaa ilaha ghairaka”. Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tidak ada kesialan kecuali kesialan (dari)Mu, dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain-Mu. (HR.Ahmad dari Abdullah bin Umar dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Allah SWT juga berfirman:

(وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ (106)

“Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak dapat pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat (hal itu), maka sesungguhnya kamu, dengan demikian, termasuk orang-orang yang dhalim (musyrik)”. (QS Yunus/ 10:106).

5. Sudah jelas, Al-Qur’an dan Al-Hadits sangat melarang kemusyrikan. Bahkan, pelakunya diancam dengan adzab, baik di dunia maupun di akhrat. Namun kini kemusyrikan itu justru dinasionalkan. Maka perlu dibisikkan ke telinga-telinga mereka, bahwa sebenarnya perbuatan mereka itu sama dengan menantang datangnya adzab dan murka Allah SWT, di dunia maupun di akhirat.

Masyarakat perlu diberi penjelasan, bahwa ruwatan itu adalah kemusyrikan, dosa terbesar yang tidak diampuni. Hingga pelakunya bila meninggal dalam keadaan belum bertaubat dan berstatus musyrik, maka haram masuk surga, dan tempatnya di neraka. Karena Allah Ta’ala telah berfirman:

{إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ} [المائدة: 72]

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS Al-Maaidah: 72).
 

*Oleh Hartono Ahmad Jaiz, pemerhati aliran sesat

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Pasukan Rezim Iraq Bentrok dengan Pejuang Daulah di Barat Baghdad

KIBLAT.NET, Baghdad – Serangan koalisi udara membunuh sekira 25 pejuang Daulah (ISIS) pada hari Rabu...

Kamis, 23/10/2014 18:14 0

Indonesia

Bocah Penghafal Quran Gaza: Indonesia Negeri Kedua Saya

KIBLAT.NET, Tangerang – Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran mendatangkan penghafal Al Quran dari Gaza dalam...

Kamis, 23/10/2014 17:42 1

Palestina

Tabrak Pejalan Kaki di Yerusalem, Pemuda Arab Dituduh Teroris

KIBLAT.NET, Al-Quds – Sebanyak delapan orang luka-luka dan seorang bayi berusia tiga bulan tewas ketika...

Kamis, 23/10/2014 17:08 0

Mesir

2 Tentara Israel Terluka Oleh Serangan di Perbatasan Mesir

KIBLAT.NET, Sinai – Penyerang di Semenanjung Sinai Mesir melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap pasukan Israel...

Kamis, 23/10/2014 16:13 0

Suriah

Tentara Bayaran AS ‘Blackwater’ Bantu Milisi Peshmerga di Kobani

KIBLAT.NET, Kobani – Dalam rangka mendapatkan informasi untuk melancarkan serangan udara dan operasi darat, sekelompok...

Kamis, 23/10/2014 14:52 0

Indonesia

Sejumlah Ulama dan Dubes Timur Tengah Akan Hadiri Wisuda Akbar PPPA Darul Quran di Senayan

KIBLAT.NET, Tangerang – Menyongsong Tahun Baru 1436 H, Yayasan Program Pembibitan Penghafal Al-Quran (PPPA) Darul Quran...

Kamis, 23/10/2014 14:06 0

Indonesia

Meski Digempur Zionis, Santri Graha Tahfidz Indonesia di Gaza Tetap Menghafal Al-Quran

KIBLAT.NET, Tangerang – Pada perhelatan wisuda akbar kelima “One Day One Ayat” yang akan digelar pada 25...

Kamis, 23/10/2014 13:23 0

Pakistan

Taliban Pakistan Umumkan Pemecatan Jubirnya Karena Gabung Daulah

KIBLAT.NET, Islamabad – Gerakan Taliban Pakistan (TTP), Rabu (22/10), mengumumkan bahwa kelompok itu telah memberhentikan...

Kamis, 23/10/2014 12:40 0

Suriah

Meski Dihujani Serangan Udara, Mujahidin Suriah Pukul Mundur Tentara Assad di Hama

KIBLAT.NET, Hama – Meski serangan udara bertubi-tubi menghujani kota Moruk, mujahidin Suriah di kota yang...

Kamis, 23/10/2014 12:02 0

Yaman

Anshar Al-Syariah Yaman: 30 Milisi Syiah Houtsi Tewas dalam Serangan Mujahidin

KIBLAT.NET, Baidha – Mujahidin Anshar Al-Syariah Yaman mengumumkan pejuangnya menewaskan sedikitnya tiga puluh milisi Syiah...

Kamis, 23/10/2014 10:51 0

Close