... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terdakwa Kerusuhan Dolly Dituntut 1,4 Tahun Penjara

Foto: Terdakwa kerusuhan Dolly

SURABAYA – Sembilan orang terdakwa kasus kerusuhan Dolly kembali duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (22/10).

Mereka adalah Sungkono Ari Saputro alias Pokemon (34), Kanan (45), Supari (53), Jaringsari (40), Pardi (54), Mausul Hadi (45), Darmanto (49), Subekiyanto (42), dan seorang terdakwa di bawah umur.

Sidang kali ini, agendanya adalah pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU), Deddy Oktavianto. Sejumlah keluarga terdakwa dan warga di kawasan Dolly hadir menyaksikan sidang tersebut.

Sembilan terdakwa itu dituntut berbeda. Untuk terdakwa Pokemon, dituntut hukuman penjara selama satu tahun empat bulan karena dianggap terbukti melanggar pasal 160 KUHP tentang provokasi.

Tuntutan yang sama dibacakan JPU untuk terdakwa Kanan.

Untuk tujuh terdakwa lainnya, masing-masuh dituntut hukuman penjara selama satu tahun. Mereka dianggap telah melanggar pasal 170 ayat 1 KUHP tentang kekerasan bersama-sama di muka umum.

“Saya menolak tuntutan itu. Saya dan tim kuasa hukum akan menyampaikan pembelaan pada sidang berikutnya,” jawab Pokemon usai sidang.

Pokemon dan sejumlah rekannya ditangkap oleh polisi karena bertindak rusuh saat penertiban kawasan pelacuran Gang Dolly di Surabaya.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pentagon: Biaya Perang Lawan Daulah Mencapai $424 Juta

KIBLAT.NET, Washington – Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengaku bahwa negaranya sampai saat ini telah menggelontorkan...

Rabu, 22/10/2014 19:28 0

Suriah

Pejuang Daulah Rebut Wilayah Deir Zour yang Dikuasai Rezim Assad

KIBLAT.NET, Deir Zour – Daulah Islamiyah (ISIS) berhasil merebut wilayah yang dikuasai pasukan pemerintah Suriah...

Rabu, 22/10/2014 18:39 0

Irak

Serangan Bom Syahid Beruntun Hantam Baghdad

KIBLAT.NET, Baghdad – Tiga bom mobil meledak di daerah Syiah di Baghdad, menewaskan sedikitnya 18...

Rabu, 22/10/2014 17:05 0

Inggris

Aktivis Anti Perang Kritik Misi Drone Pengintai Inggris di Suriah

KIBLAT.NET, London – Aktivis anti perang mengkritik keputusan pemerintah Inggris yang akan menjalankan misi pengintaian...

Rabu, 22/10/2014 16:09 0

Mesir

14 Bulan Paska Bentrokan Berdarah, Mesir Buka Kembali Masjid Al-Fatih

KIBLAT.NET, Kairo – Pemerintah Mesir membuka kembali sebuah masjid terkemuka di pusat kota Kairo yang...

Rabu, 22/10/2014 15:43 0

Arab Saudi

Khawatir Jadi Ajang Diskusi Politik, Mufti Saudi Larang Penggunaan Twitter

KIBLAT.NET, Riyadh – Mufti Tertinggi Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh, Senin malam...

Rabu, 22/10/2014 15:03 0

Profil

Dr Al-Muhaisini Komentari Baiat Beberapa Pemuda kepada ISIS

KIBLAT.NET – Dr Abdullah Al-Muhaisini menjelaskan sekaligus mengomentari fenomena baiat beberapa mujahidin kepada Daulah Islam...

Rabu, 22/10/2014 14:23 1

Yordania

Jaksa Umum Yordania Ajukan Banding atas Vonis Bebas Abu Qatadah Al-Filistini

KIBLAT.NET, Amman – Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Keamanan Yordani baru-baru ini mengajukan banding atas vonis...

Rabu, 22/10/2014 14:10 0

Suriah

Pengiriman Bantuan via Udara Salah Sasaran, Pukulan Telak Bagi AS

KIBLAT.NET, Kobane – Daulah Islamiyah pada Selasa (21/10) mengumumkan bahwa mereka berhasil mendapatkan senjata dan...

Rabu, 22/10/2014 13:08 0

Iran

PM Iraq: Pemilihan Iran Sebagai Tujuan Pertama Saya, Tanda Dekatnya Hubungan

KIBLAT.NET, Teheran – Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji untuk mendukung pemerintahan Syiah Irak, dalam pertempuran...

Rabu, 22/10/2014 12:06 0

Close