... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aktivis Anti Perang Kritik Misi Drone Pengintai Inggris di Suriah

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, London – Aktivis anti perang mengkritik keputusan pemerintah Inggris yang akan menjalankan misi pengintaian udara di Suriah dengan menggunakan pesawat tak berawak (drone).

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Inggris pada hari Selasa (21/10) mengumumkan bahwa sistem pesawat Reaper yang dikemudikan jarak jauh akan diizinkan terbang dalam misi pengawasan untuk memantau konflik di daratan yang dikuasai pejuang Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS).

“Penempatan pesawat dipandang sebagai pengumpulan data intelijen oleh Royal Air Force, sebagai upaya Inggris melindungi kepentingan nasional kita dari ancaman teroris yang berasal dari negara itu,” ujar jurubicara Kementerian dalam sebuah pernyataan.

Tapi, organisasi anti-perang ‘Stop War Coalition’ menuduh pemerintah Inggris menyeret negara itu ke dalam perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, tindakan itu ditentang oleh publik Inggris.

Salah satu pendiri organisasi itu, Chris Nineham, mengatakan kepada Anadolu Agency: “Ini jelas merupakan jenis eskalasi yang kita takutkan.”

“Tahun lalu parlemen memberikan suara menentang intervensi Barat di Suriah, saat ini pemerintah justru sedang memesan intervensi itu,” ujar Nineham.

Dia melanjutkan, “Ini menunjukkan bahwa kita hanyut ke dalam perang yang lebih luas di Timur Tengah dan eskalasi itu hanya dapat mengobarkan situasi semakin memburuk.”

“Intervensi Barat hanya akan mengubah situasi bencana menjadi perang regional. Ini bergerak secara terus danterus ke arah pembagian wilayah yang sedang berperang dengan dirinya sendiri,” tambahnya.

BACA JUGA  Black Hornet 3, Drone Terkecil dalam Dunia Militer

Anggota parlemen Inggris menyetujui keputusan untuk melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Irak pada 26 September, dengan perbandingan suara 524-43 pemilih.

Lokasi Rahasia

Inggris telah meluncurkan berbagai serangan terhadap ISIS di Iraq sejak disetujuinya keputusan tersebut. Namun, untuk serangan militer di Suriah, Perdana Menteri David Cameron mengatakan ia akan meminta persetujuan parlemen.

Ini berarti pesawat tak berawak Reaper akan terbang bersama pesawat mata-mata Rivet Joint, yang membawa sensor sadap suara.

Pesawat tak berawak Reaper bisa dipersenjatai, tetapi tidak memiliki otorisasi untuk menembak. Drone ini pernah digunakan di Afghanistan, tetapi sudah dipindahkan ke sebuah lokasi rahasia di Timur Tengah.

 

Sumber: Anadolu Agency

Penulis: Qathrunnada


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Dr Al-Muhaisini Komentari Baiat Beberapa Pemuda kepada ISIS

KIBLAT.NET – Dr Abdullah Al-Muhaisini menjelaskan sekaligus mengomentari fenomena baiat beberapa mujahidin kepada Daulah Islam...

Rabu, 22/10/2014 14:23 1

Turki

Menlu Turki: Militan Peshmerga Belum Masuki Kobani

KIBLAT.NET, Ankara – Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan milisi Peshmerga belum memasuki Kobani...

Rabu, 22/10/2014 07:12 0

Indonesia

Dipanggil Jokowi, Hendropriyono Dipapah Petugas Saat Masuki Istana

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono dipanggil Presiden Joko Widodo...

Selasa, 21/10/2014 20:15 1

Indonesia

LPPOM MUI Selenggarakan Pelatihan Internasional untuk Auditor Halal Mancanegara

KIBLAT.NET, Bogor – Dalam rangkaian acara Pameran Halal INDHEX 2014, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika...

Selasa, 21/10/2014 18:00 0

Indonesia

Saat Dialog, Penulis “Berjenggot Lebih Dekat ke Bid’ah” Dinilai Tak Kuasai Materi

KIBLAT.NET, Makasar – DR Mahmud Suyuti, Ketua MATAN Sulawesi sekaligus Dosen pada salah satu perguruan tinggi...

Selasa, 21/10/2014 14:20 0

Indonesia

Tiga Tulisan di Tribun Timur, Picu Dialog Ilmiah Bertajuk “Ketika Sunnah-sunnah Mulia Digugat”

KIBLAT.NET, Makassar –  Tiga buah tulisan pada kolom Tribun Timur berjudul “Tidak Isbal bukan Sunnah”, “Berjenggot Lebih Dekat...

Selasa, 21/10/2014 13:08 0

Rohah

Canda Rasul: Di Balik Seekor “Anak Unta”

جاء رجل من الصحابة إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وطلب منه دابة يسافر...

Selasa, 21/10/2014 09:09 0

Indonesia

Kerry Minta Jokowi Bekukan Aset Militan dan Cegah Perekrutan ISIS

KIBLAT.NET, Jakarta- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Keryy, Senin (20/10), bertemu Presiden baru Indonesia...

Selasa, 21/10/2014 08:34 0

Indonesia

KH Hafizh Utsman, Ketum MUI Jabar Tutup Usia

KIBLAT.NET, Bandung – Inna lillaahi wainna ilaihi rajiun. Jawa Barat kembali kehilangan putra terbaiknya dengan...

Selasa, 21/10/2014 08:12 0

Indonesia

Menantu Hendropriyono Raih Bintang Dua, Panglima TNI Elak Jawab Apa Prestasinya

KIBLAT.NET, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko didampingi KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAL Laksamana Marsetio,...

Selasa, 21/10/2014 08:02 0

Close