... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tiga Tulisan di Tribun Timur, Picu Dialog Ilmiah Bertajuk “Ketika Sunnah-sunnah Mulia Digugat”

Foto: DR. Mahmud Suyuti (berpeci hitam) dalam acara diskusi ilmiah syar'iyyah.

KIBLAT.NET, Makassar –  Tiga buah tulisan pada kolom Tribun Timur berjudul “Tidak Isbal bukan Sunnah”, “Berjenggot Lebih Dekat ke Bid’ah”, dan “Cadar Bukan Pakaian Muslimah” yang ditulis oleh DR. Mahmud Suyuti menuai protes keras dari berbagai kalangan. Mulai dari akademisi, tokoh agama hingga masyarakat awam.

Untuk mendudukkan masalah itu, Lembaga Dakwah Kampus (LDK-MPM) Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar pada Ahad, 19 Oktober 2014, menggelar acara dialog ilmiah syar’iyah bertajuk “Ketika Sunnah-sunnah Mulia Digugat”.

Diskusi yang diadakan di lantai 1 Gedung Rektorat Unhas ini menghadirkan sang penulis kolom DR. Mahmud Suyuti sebagai pembicara pertama. Mahmud yang mengambil studi S1-S3 di UIN Makassar ini adalah dosen dan Kepala Laboratorium Hadits Universitas Islam Makassar-UIM).

Sebagai pembandingnya, dihadirkan Ustadz Muhammad Yusron Anshar, Lc, MA. Beliau adalah alumni S1 Jurusan Hadits pada Universitas Islam Madinah, mahasiswa paska sarjana dan calon Doktor Hadits di Mediu Malaysia. Saat ini, Ahmad Yusron menjabat sebagai Mudir Sekolah Tinggi Islam & Bahasa Arab-STIBA Makassar.

Acara yang dimoderatori oleh dr. Ilham Jaya (Institut Thibbun Nabawi) ini sudah dipenuhi hadirin sejak pukul 08.00 WITA. Padahal, sedianya acara baru dimulai pada pukul 08.30 WITA. Mengisi kekosongan acara, panitia membacakan curriculum vitae kedua pembicara yang cukup panjang.

Menurut sumber Kiblat.net di lokasi, acara baru dimulai pada pukul 09.30 WITA, karena DR. Mahmud Suyuti baru hadir. Mahmud menyampaikan permintaan maaf kepada hadirin. Ia beralasan baru datang di Makassar setelah beberapa hari menghadiri undangan di Jakarta.

BACA JUGA  PKS Dukung MUI Tolak Sertifikasi Dai Kemenag

Mendapat kesempatan pertama, DR Mahmud Suyuti mengulas kembali ketiga tulisannya di kolom Tribun Timur. Beliau mengawali sapaannya kepada hadirin dengan kata sahabat.

“Panggilan sahabat adalah sunnah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sementara, sebutan ikhwan dan akhwat tidak pernah dicontohkan,” kata Mahmud.

Kemudian, Mahmud Suyuti juga mengatakan bahwa para sahabat pun berbeda dalam menginterpretasi hadits Rasulullah. Ia mencontohkan, seperti pada perintah rasul saat perang untuk menunaikan shalat ashar jika sudah sampai tempat yang ditentukan. Pada saat itu, sebagian sahabat ada yang shalat ashar sebelum sampai tujuan karena pertimbangan waktu ashar yang hampir habis. Sementara, sebagian yang lain mengikuti petunjuk Rasul.

Mahmud juga memberi pernyataan bahwa beliau mengkaji hadits-hadits yang dijadikan sandaran pada tulisan-tulisan beliau dgn cara manual. Ia membuka kitab-kitab hadits yang beliau punya, karena tidak terbiasa menggunakan teknologi seperti beberapa aplikasi hadits.

Dalam penyampaiannya, DR Mahmud Suyuti seringkali menyampaikan kondisi yang beliau jumpai pada kehidupan sehari-hari sebagai sandaran pola berpikir beliau. Seperti, istri para guru-guru beliau di pondok-pondok tempat beliau belajar selama 7 tahun tidak ada yang bercadar.

Bahkan, DR Mahmud juga menyabut nama Ketua MUI Sulsel yang masih memanjangkan celana di atas mata kaki (isbal). “Apakah (ia) masuk neraka berdasarkan hadits kain yang melebihi mata kaki tempatnya ada di neraka?” Tanya Mahmud.

Dialog Ilmiah Syar'iyyah di Gedung rektorat Universitas Hasanudin, Makassar.

Dialog Ilmiah Syar’iyyah di Gedung rektorat Universitas Hasanudin, Makassar.

Mendapat giliran kedua, Ustadz Yusron membantah ketiga tulisan DR Mahmud Suyuti, baik tulisan di koran, makalah yang baru diberikan, maupun penyampaian langsung dengan hadits-hadits yang sangat rinci. Termasuk di dalamnya kritik atas kesalahan penulisan dan penerjemahan pada tulisan DR Mahmud Suyuti.

BACA JUGA  Ditangkap Polisi, Zirly Dipaksa Kenali Pembakar Bendera PDIP

Yusron menegaskan tulisan-tulisan DR Mahmud Suyuti baik secara sengaja ataupun tidak memang untuk memicu kontroversi dan mendorong popularitas. Bagi Yusron, tidak masalah bagi pihak-pihak yang berpendapat tentang tidak wajibnya cadar dan tidak isbal, karena memang ada ikhtilaf di antara ulama. Poin utama yang menjadi keberatan Ust Yusron ialah pada tulisan dan penyampaian DR M Suyuti ketika cadar dikatakan bukan pakaian muslimah tapi pakaian orang-orang sebelum Islam (masa jahiliyah).

“Justru orang-orang pada masa jahiliyah tidak memakai niqab,” ujar Yusron.

Yusron juga mengkritisi tulisan DR Mahmud di koran Tribun yang memberi istilah kepada orang-orang yang bercelana tidak isbal dengan sebutan RCTI, (Rombongan Celana & Sarung Tinggi-tinggi). Menutup sesi kedua, Ust Yusron menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berkata bahwa Beliau SAW merindukan ikhwan-ikhwannya yang meski tidak pernah bertemu dengan Beliau SAW tetapi selalu membela Beliau dan menghidupkan sunnah-sunnah Beliau SAW.

“Mudah-mudahan perkataan Rasulullah SAW ini bisa menjadi dalil penyebutan ikhwan,” tambah Ust. Yusron.

 

Reporter: Ahmad (Makassar)

Editor: Fajar Shadiq

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pejuang ISIS Lancarkan Dua Serangan Bom Mobil di Kobani

KIBLAT.NET, Kobani – Pejuang Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS) melancarkan serangan dua bom mobil...

Selasa, 21/10/2014 12:00 0

Palestina

Israel Diam-diam Perluas Wilayah Pemukim Yahudi di Al-Quds

KIBLAT.NET, Al Quds – Pemukim Yahudi menyerbu dan mengambil alih dua bangunan tempat tinggal di...

Selasa, 21/10/2014 11:39 0

Mesir

Aksi Protes Mahasiswa di 6 Universitas di Mesir Diwarnai Bentrok

KIBLAT.NET, Kairo – Pasukan keamanan Mesir membubarkan paksa protes mahasiswa anti-pemerintah di enam universitas sekaligus...

Selasa, 21/10/2014 11:05 0

Lebanon

Emoh Disetir Syiah Hizbullah, Tentara Lebanon Membelot ke Jabhah Nusrah

KIBLAT.NET, Tripoli –  Enggan dikendalikan organisasi Syiah Hizbullah kembali menjadi alasan bagi tentara Lebanon untuk membelot....

Selasa, 21/10/2014 10:14 0

Suriah

Al-Qaidah Lancarkan Serangan Bertubi-tubi terhadap Milisi Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Baidha – Pejuang Al-Qaidah Yaman melancarkan serangan bertubi-tubi menargetkan milisi Syiah Houtsi yang terus...

Selasa, 21/10/2014 09:43 0

Rohah

Canda Rasul: Di Balik Seekor “Anak Unta”

جاء رجل من الصحابة إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وطلب منه دابة يسافر...

Selasa, 21/10/2014 09:09 0

Info Event

Auction4Humanity: Meraih Berkah Dalam Ukhuwah

Auction4Humanity adalah gerakan yang fokus pada kegiatan lelang barang-barang layak jual yang hasilnya dialokasikan untuk...

Selasa, 21/10/2014 06:00 0

Irak

Lawan Daulah, Iraq Izinkan Pasukan Khusus Australia Bertempur di Negaranya

KIBLAT.NET, Baghdad – Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop pada Ahad (19/10), menyatakan bahwa negaranya...

Selasa, 21/10/2014 05:10 0

Afghanistan

Imarah Afghan Bantah Penjelasan Kabul Terkait Penangkapan 2 Mahasiswa

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Afghanistan mengeluarkan pernyataan mengenai penangkapan dua mahasiswa yang dituding terkait Jaringan Haqqani....

Selasa, 21/10/2014 00:25 0

Australia

Parlemen Australia Cabut Larangan Memakai Cadar

KIBLAT.NET, Canberra – Parlemen Australia, pada Senin (20/10), mencabut larangan memakai cadar, termasuk burqa dan niqab yang...

Senin, 20/10/2014 23:14 0

Close