... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, Ulama Jihadi yang Rela Melepas Kenikmatan Duniawi

Foto: Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Sulaiman Al-Muhaisini

DR Abdullah Al-Muhaisini adalah seorang ulama yang mengagumkan. Di samping sangat perhatian dengan problematika umat Islam terkhusus yang sedang menjadi perhatian hari ini –jihad Suriah-, Al-Muhaisini membuktikan kepeduliannya dengan hijrah dan hadir di tengah-tengah mujahidin di Suriah.

Bagaimanakah profil ulama teladan ini? Marilah kita simak bersama…

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Muhammad bin Sulaiman Al-Muhaisini. Al-Muhaisini adalah seorang qari’ dan khatib di Saudi. Putra dari Sulaiman Al-Muhaisini ini lahir pada tahun 1965 di Qassim Buraidah. Selain sebagai qari’ dan imam di masjid Qothoriy, Makkah Al-Mukarramah, ia juga pernah menjadi imam di Buraidah, Riyadh. Al-Muhaisini terkenal dengan suaranya yang merdu dan mempunyai cara tersendiri dalam membaca ayat Al-Quran dan mengulang hafalannya.

Riwayat Pendidikan Syaikh Abdullah Al-Muhaisini

Al-Muhaisini kecil memulai pendidikan dasar di Qassim sampai marhalah keempat. Belum sempat selesai, Al-Muhaisini pindah ke Makkah bersama keluarganya dan menyelesaikan pendidikan dasar di kota yang penuh karamah ini. Setelah lulus, Al-Muhaisini mulai beranjak menjadi remaja dan melanjutkan pendidikan di Ma’had Ilmi Al-Haram Al-Makki Asy-Syarif, serta menyempurnakannya hingga tingkat Mutawashitah, lalu Tsanawiyah. Ia lulus dari tingkat Tsanawiyah mendapat peringkat Mumtaz dengan nilai 9,6.

Al-Muhaisini melanjutkan prestasi gemilangnya dengan memperoleh gelar sarjana cum laude menyabet gelar kehormatan peringkat pertama dengan IPK 3.80 di Universitas Ummul Quro jurusan spesialisasi hukum Islam. Pendidikan Al-Muhaisini tidak mandeg sampai di sini, ia melanjutkan ke Universitas Imam Muhammad bin Saud, Universitas Islam di Riyadh untuk menyelesaikan studi Magister Spesialisasi (Fiqih Muqoronah) dan juga lulus dengan predikat cum laude. Gelar Ph.D pun ia raih dalam jurusan fiqih muqoronah dengan judul desertasi “Hukum meminta perlindungan dalam perang menurut Fiqih Islami”.

Selain pendidikan formal, Al-Muhaisini juga berguru pada Syaikh Yahya bin Abdul Aziz Hafidzahullah. Dalam pendidikannya ini, ia mampu menyelesaikan hafalan Bukhari Muslim, Kutubu Al-Arba’ah (Sunan Abu Dawud, An-Nasai, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah), Muwatta’ Imam Malik, Sunan Daramiy, Matan Al-Fiyah Ibn Malik, Kitabut Tauhid dan Bulughul Maram. Bahkan dalam waktu tidak lebih dari 7 tahun mampu menghafal sekitar 8000 hadist.

(Duduk di tengah) Syaikh Yahya bin Abdul Aziz, salah satu guru Syaikh Al-Muhaisini

(Duduk di tengah) Syaikh Yahya bin Abdul Aziz, salah satu guru Syaikh Al-Muhaisini

Selain pada Syaikh Yahya, berikut adalah nama para ulama yang pernah “mentrasnfer” ilmu kepada Al-Muhaisini

  1. Syaikh Abdullah bin JIbrin Rahimahullah
  2. Syaikh Abdullah Al-Ghunayman Hafidzahulah
  3. Syaikh Abdullah Sulaiman Al-‘Ulwan Hafidzahulah
  4. Syaikh Abdurrahman Al-Barrak Hafidzahulah
  5. Syaikh Sulaiman Majid Hafidzahulah
  6. Syaikh Ya’kub Bahussain Hafidzahulah
  7. Syaikh Yusuf Asy-Syubaily Hafidzahulah
  8. Syaikh Sa’ad Asy-Syatriy Hafidzahulah
  9. Syaikh Abdul Karim Al-Khudhoir Hafidzahulah
  10. Dan masih banyak ulama yang lain.

Al-Muhaisini muda menjadi imam dan hafidz Al-Quran sejak umur 15 tahun. Masjid yang pertama kali dimana dia mengimami shalat adalah masjid Masjid Nasser bin Suleiman Al-Abbas di distrik Khalidiyah (sebelumnya bernama distrik Anoz) Riyadh dengan bacaan Al-Khadr (bacaan cepat). Sungguh hal yang mengagumkan dari Al-Muhaisini karena dia adalah salah satu seorang qari’ yang khusyu’ dan sering mengalirkan bulir air mata ketika firman Allah terlantunkan dari bibirnya. Bahkan, qari’ bersuara indah ini merupakan qari’ yang pertama kali memasyhurkan membaca firman Allah dengan penuh kekhusyukan hingga tangisan membuncah, sekaligus ia sangat perhatian dalam masalah tajwid.

Rekaman murattal Al-Muhaisini pertama kali muncul pada tahun 1408 H (surat-surat tertentu), kemudian ia juga mengimami shalat tarawih dengan 30 juz pada tahun 1409 H. Semenjak tersebarnya rekaman murattal lengkap 30 juz, Al-Muhaisini mulai dikenal dan masyhur. Al-Muhaisini mulai menjadi imam di Riyadh kemudian pindah ke kota Buraidah, yang mana di kota ini ia mulai dikenal dan masyhur. Setelah itu ia pindah ke kota Makkah Al-Mukarromah. Pada tahun 1414 H, Al-Muhaisini mulai dilarang berkhotbah karena alasan politik.

Al-Muhaisini pernah muncul dengan rekaman suara murattal yang berbeda pada tahun 1411, 1414 dan terakhir pada tahun 1428 H, yaitu ketika bulan Ramadhan. Ia menjadi imam di masjid Jami’ Al-Qotar di Makkah Al-Mukarromah. Beberapa khutbah dan ceramah Al-Muhaisini sebagian besar dari khutbah jum’at telah banyak direkam dan tersebar. Beberapa judul ceramahnya adalah “Ramadhan Terakhir”, “Jika Surga Didekatkan”, “Akhir Hayat Manusia dan Tempat Kembalinya”, “Birru Walidain”, “Fadhilah Qiyamu Lail” dan lain-lain.

Sesi daurah atau kajian ilmiah yang ia ikuti adalah :

  1. Daurah Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah di Riyadh
  2. Daurah Syaikh bin Utsaimin di Unaizah
  3. Daurah Jami’u Rajhi di Buraidah
  4. Daurah Syaikh Bin Baz di Makkah
  5. Safar ke Mauritania untuk mempelajari dan menghafal Al-Fiyah serta syarahnya, begitu pula ilmu ushul fiqh.

Aktivitas Lain dari Syaikh Al-Muhaisini

Al-Muhaisini juga dikenal sebagai pengusaha, khususnya di bidang real estate, transportasi laut dan pengembangan ternak. Ulama Saudi ini juga menjadi pimpinan dewan direksi yayasan Al-Muhaisini dalam hal investasi, pengembangan dan spesialisasi di bidang real estate, komplek perumahan dan menara di Makkah dan Madinah, di mana jumlah investasi di daerah ini lebih dari satu miliar riyal Saudi. Usaha Al-Muhaisini ini berawal di Buraidah serta sebelum berkecimpung dalam bidang real estate, dulunya qari’ bersuara merdu ini adalah pedagang kain.

Al-Muhaisini juga memiliki situs khusus tentang profil dirinya (http://mhesne.com). Pada 30 Agustus kemarin, situs mhesne.com berubah tampilan baru dengan siaran langsung shalat tarawih dan menambahkan fitur untuk terjemahan bahasa Inggris, juga berisi rekaman-rekaman lama serta beberapa tulisan, pidato dan esai.

Foto Syaikh Al-Muhaisini di halaman depan situs http://mhesne.com

Foto Syaikh Al-Muhaisini di halaman depan situs http://mhesne.com

Sepak Terjang Al-Muhaisini di Kancah Jihad

Ketika para ulama Suu’ dan Mufti Saudi mengeluarkan fatwa larangan dan himbauan agar kaum muslimin khususnya para pemuda meninggalkan jihad di Suriah, Al-Muhaisini dengan kebersihan hatinya justru berperan besar menyokong para mujahidin baik dengan nasehat, kalimat penyemangat, dana dan bahkan hadir di tengah-tengah mereka.

Al-Muhaisini rela meninggalkan semua yang ia punyai di Saudi. Andaikan ia ingin hidup berkecukupan bahkan hidup makmur, tentu itu bukanlah suatu hal yang sulit. Secara status sosial ia dikenal sebagai khatib sekaligus qari’ yang bersuara merdu. Secara kondisi keuangan ia juga merupakan pengusaha real estate yang sukses. Tentu hal itu bagi manusia biasa akan sulit untuk ditinggalkan dan lebih senang hidup tenang dan nyaman seperti kebanyakan para ulama di Arab Saudi. Akan tetapi karena kecintaanya pada Allah dan kaum muslimin, semua itu ia tinggalkan dan hijrah ke bumi jihad Syam hingga sekarang.

Selain mendonorkan hartanya untuk bantuan pangan, pakaian, dan kebutuhan pokok kaum muslimin Suriah, terutama yang berada di pengungsian, Al-Muhaisini juga membentuk Tim Misi Suriah membantu memasok persenjataan bagi Mujahidin Suriah.

Pada musim gugur tahun 2013, Al-Muhaisini pertama kalinya hijrah ke Suriah untuk ikut andil dalam jihad. Beliau dikenal sebagai seorang ulama mujahid dan pendukung jihad global dan sampai saat ini ia memimpin Markazu Du’atil Jihad di Suriah. Syaikh Saudi ini kini berada di tengah-tengah 3 kelompok Mujahidin yang menjadi ujung tombak Jihad Suriah, Islamic State (IS), Jabhat Nusrah, dan Ahrar Syam.

Al-Muhaisini juga ikut andil dalam menengahi beberapa kelompok atau faksi mujahidin yang bersitegang. Ia tak henti-hentinya memberikan nasehat. Kabarnya, Al-Muhaisini memiliki seorang paman yang meninggal di Deir Ezzor pada pertempuran di bulan April 2013 bersama Mujahidin Jabhat Nusrah.

Syaikh Al-Muhaisini bersama mujahidin Suriah

Syaikh Al-Muhaisini bersama mujahidin Suriah

Reaksi cepat diambil Al-Muhaisini ketika mendengar seruan Syaikh Aiman Az-Zhawahiri hafizhahullah untuk mendamaikan konflik intern mujahidin di Suriah. Al-Muhaisini termasuk ulama mujahidin yang mengambil sikap netral dan tidak melibatkan diri dalam perseteruan ini. Ia bersama Markazu Du’atil Jihad menemui para amir dan komandan dari pihak yang berseteru maupun yang tidak ambil bagian dalam masalah ini serta menyodorkan “Inisiatif Umat” atau “Proposal Umat” sebagai langkah awal untuk menyelesaikan konflik.

Sebuah inisiatif dan prakarsa yang jitu dari Al-Muhaisini, yang intinya dalam proposal itu adalah menghentikan segala bentuk pertikaian dan membentuk mahkamah syariah dari kalangan para qadhi [hakim] independen yang diridhai oleh semua pihak. Inisiatif pembentukan Mahkamah Syariah ini pun didukung beberapa ulama tersohor seperti Syaikh Abu Qatadah Al-Filisthini, Abu Muhammad Al-Maqdisi, DR. Iyad Qunaibi, DR. Yusuf Al-Ahmad, DR. Akram Hijazi, Syaikh Husain Mahmud dan lain-lain. Hingga akhirnya Al-Muhaisini merasa kecewa karena IS menolak inisiatif Mahkamah Syariah ini, padahal banyak ulama dan jamaah-jamaah setuju untuk menyelesaikan masalah dengan syariat Allah. Agar semua pertikaian intern ini segera usai dan dapat kembali bersatu menyerang Assad. Tetapi pihak IS tetap menolak insiatif ini.

Sebenarnya Al-Muhaisini juga menyayangkan terbentuknya IS. Ia menilai terbentuknya IS ini telah merampas hak umat Islam karena telah mengesampingkan prinsip syura’. Walaupun demikian, Al-Muhaisini tetap independen dan tetap berdiri sebagai penasehat para mujahidin yang ada.

Upaya perjuangan Al-Muhaisini ini mendapatkan banyak pujian dari para ulama mujahid. Salah satunya Syaikh Nashir al Ulwan, lama Tauhid dan ahli hadits yang juga terdzalimi rezim pemerintah Saudi. Syaikh Al Ulwan memuji ketulusan Al-Muhaisini karena rela meninggalkan kekayaan dan posisinya sebagai imam masjid yang dimiliki oleh bapaknya (Syaikh Sulaiman Al-Muhaisini) di Makkah untuk berkecimpung dalam dunia jihad Syam.

Bentuk perhatian Al-Muhaisini juga tertuang dalam nasehatnya yang belum lama dirilis, yaitu menyambut koalisi AS untuk menyerang mujahidin di Suriah. AS yang telah membuat istilah baru dengan “Kelompok Khurasan” sebenarnya hanyalah alasan saja untuk memerangi Al-Qaeda –musuh bebuyutan AS—mengingat bahwa Jabhah Nushrah adalah representasi Al-Qaeda di Suriah. Namun, dalam nasehat singkat ini Al-Muhaisini menghimbau seluruh mujahidin untuk bersatu padu melawan koalisi Salibis AS dan menghancurkannya. Sekaligus memberikan dorongan bagi umat Islam untuk ikut berperan serta dalam jihad ini.

Penulis: Dhani el-Ashim

Sumber:

  1. http://mhesne.com
  2. http://ar.wikipedia.org
  3. http://www.alarabiya.net
  4. http://arabic.cnn.com
  5. https://www.zamanalwsl.net
  6. http://www.sunnahcare.com
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

One comment on “Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, Ulama Jihadi yang Rela Melepas Kenikmatan Duniawi”

  1. Abu Zuhdi

    Bisa share MP3 Murattal Syaikh Al Muhaisini..

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Muslim Austria Tolak RUU Pembatasan Terhadap Islam

KIBLAT.NET, Wina – Perubahan Rancangan Undang Undang (RUU) Austria yang terbaru mengenai masyarakat Islam menuai...

Rabu, 15/10/2014 13:03 0

Turki

Pemuda Uighur Berkewarganegaraan Turki Meninggal di Penjara China

KIBLAT.NET, China – Seorang pemuda Uigur, Abdullahcan Abdulmennan (21), salah seorang warga negara Turki di...

Rabu, 15/10/2014 11:56 0

Yaman

Pemberontak Syiah Houtsi Serang Pangkalan Udara Militer di Yaman Barat

KIBLAT.NET, Al-Hudaydah – Gerombolan militan pendukung pemberontak Syiah Houtsi menyerang dan menguasai bandara sipil dan...

Rabu, 15/10/2014 11:30 0

Asia

Polisi Thailand Tangkap Pelaku Perdagangan Manusia Etnis Rohingya

KIBLAT.NET, Bangkok – Kepolisian Thailand pada Selasa (14/09) mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap dua orang...

Rabu, 15/10/2014 11:08 0

Irak

Bom Mobil Meledak di Kawasan Syiah Kazimiyah, 25 Tewas 54 Lainnya Terluka

KIBLAT.NET, Baghdad – Sedikitnya 25 orang tewas, termasuk anggota parlemen Iraq, dan 54 lainnya luka-luka...

Rabu, 15/10/2014 10:27 0

Irak

Dikira Pejuang Daulah, Empat Tentara Iraq Tewas

KIBLAT.NET, Diyala – Lagi-lagi militer pemerintah Iraq harus mengalami kerugian akibat ulah rekan sendiri. Beberapa...

Rabu, 15/10/2014 09:50 0

Pakistan

Ini Upaya Pejuang Pakistan Bebaskan Rekan Mereka dari Penjara

KIBLAT.NET, Karachi – Pemerintah Pakistan, Senin (13/10), mengumumkan pengungkapan upaya baru yang dilakukan mujahidin untuk...

Rabu, 15/10/2014 09:23 0

News

Sedih Dicekal Malaysia, Ulil Malah Dibully

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia melarang kehadiran Ulil Abshar Abdalla sebagai pembicara dalam diskusi...

Rabu, 15/10/2014 07:32 0

Palestina

Masjid Abu Bakar Shiddiq di Nablus Dibakar Ekstremis Yahudi

KIBLAT.NET, Nablus – Kebrutalan pemukim Yahudi terhadap umat Islam Palestina terus berlanjut. Selasa pagi (14/10),...

Rabu, 15/10/2014 07:06 0

Yaman

Lagi, Milisi Syiah Houtsi Kontrol Kota Penting Tanpa Perlawanan

KIBLAT.NET, Sanaa – Milisi Syiah Houtsi terus bergerak menduduki kota-kota strategis di Yaman, setelah berhasil...

Rabu, 15/10/2014 06:27 0

Close