... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Pemuda Uighur Berkewarganegaraan Turki Meninggal di Penjara China

Foto: Abdullahcan, Abdulmennan

KIBLAT.NET, China – Seorang pemuda Uigur, Abdullahcan Abdulmennan (21), salah seorang warga negara Turki di Asia Tengah dilaporkan meninggal di penjara, ujar media setempat.

Abdulmennan, yang memiliki kewarganegaraan Turki dan China, telah dipenjara selama beberapa waktu di China. Kematiannya terjadi dua bulan sebelum dibebaskan menimbulkan kecurigaan.

Radio Free Asia melaporkan, Abdulmennan lahir di wilayah otonomi Uighur. Tahun lalu, dia tidak diizinkan berangkat ke Turki oleh pihak berwenang China, meskipun pemerintah Turki telah memberinya passport Turki. Abdulmennan merencanakan pergi ke Turki secara ilegal melalui Vietnam. Tapi, dia ditangkap di sana dan dibawa kembali ke China. Ia dan tiga temannya dipenjara selama 11 bulan di wilayah perbatasan China-Vietnam.

Pihak berwenang China telah memberitahu keluarga Abdulmennan tentang kematiannnya pada pekan lalu. Ayahnya telah mengunjungi Turki sekitar 18 tahun yang lalu dan memberinya kewarganegaraan Turki dari pemerintah Turki.

Ayahnya berkata, “Ada beberapa telepon dari penjara Kepolisian Pingchiang, di XUANSHI, dan mereka mengatakan kepada sepupu saya yang tinggal di Yarkent, di Turkistan Timur, bahwa Abdullahcan telah meninggal.”

Ayahnya juga mengatakan, “awal tahun ini kami bertemu di Vietnam, ia berencana untuk pergi ke Turki, dan dia cukup sehat dan bahagia, sehingga kita tidak percaya ia meninggal karena sakit seperti yang dikatakan kepala penjara Pingchiang.”

Menurut sepupunya, mereka ingin mengunjungi Abdulmenan di penjara dan memberinya beberapa staf, tetapi mereka tidak diizinkan untuk melakukan hal itu oleh pihak berwenang.

BACA JUGA  Telepon Jokowi, Erdogan Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha

Menurut ayahnya, anaknya meninggal karena Abdulmennan ingin pergi ke Turki setelah ia diberi paspor oleh Kedutaan Turki, tapi dia tidak diizinkan oleh pihak berwenang China untuk pergi ke Turki. Sehingga ia dan 3 teman-temannya berwisata secara ilegal ke negara tetangga Vietnam.

Kemudian ia bertemu dengan putranya, setelah 18 tahun kemudian – karena mereka tinggal di wilayah ibukota Vietnam Hanoy yang berbeda, dan mengunjungi Kedutaan Besar Turki untuk memperoleh informasi tentangnya kembali.

Polisi Vietnam melihat kartu identitas mereka dari China dan paspor Turki baru tanpa tanda persetujuan, sehingga polisi mengira paspor mereka adalah palsu dan menangkap mereka.

Dua hari kemudian, mereka dideportasi dan pihak berwenang memberitahu ayahnya tentang hal itu.

Sepupu Abdullahcan ini bersiap-siap untuk mengunjungi penjara tapi mereka tidak yakin apakah mereka diizinkan oleh otoritas China.

 

Sumber: Worldbulletin

Penulis: Qathrunnada

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Pemberontak Syiah Houtsi Serang Pangkalan Udara Militer di Yaman Barat

KIBLAT.NET, Al-Hudaydah – Gerombolan militan pendukung pemberontak Syiah Houtsi menyerang dan menguasai bandara sipil dan...

Rabu, 15/10/2014 11:30 0

Asia

Polisi Thailand Tangkap Pelaku Perdagangan Manusia Etnis Rohingya

KIBLAT.NET, Bangkok – Kepolisian Thailand pada Selasa (14/09) mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap dua orang...

Rabu, 15/10/2014 11:08 0

Irak

Bom Mobil Meledak di Kawasan Syiah Kazimiyah, 25 Tewas 54 Lainnya Terluka

KIBLAT.NET, Baghdad – Sedikitnya 25 orang tewas, termasuk anggota parlemen Iraq, dan 54 lainnya luka-luka...

Rabu, 15/10/2014 10:27 0

Irak

Dikira Pejuang Daulah, Empat Tentara Iraq Tewas

KIBLAT.NET, Diyala – Lagi-lagi militer pemerintah Iraq harus mengalami kerugian akibat ulah rekan sendiri. Beberapa...

Rabu, 15/10/2014 09:50 0

Pakistan

Ini Upaya Pejuang Pakistan Bebaskan Rekan Mereka dari Penjara

KIBLAT.NET, Karachi – Pemerintah Pakistan, Senin (13/10), mengumumkan pengungkapan upaya baru yang dilakukan mujahidin untuk...

Rabu, 15/10/2014 09:23 0

News

Sedih Dicekal Malaysia, Ulil Malah Dibully

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia melarang kehadiran Ulil Abshar Abdalla sebagai pembicara dalam diskusi...

Rabu, 15/10/2014 07:32 0

Palestina

Masjid Abu Bakar Shiddiq di Nablus Dibakar Ekstremis Yahudi

KIBLAT.NET, Nablus – Kebrutalan pemukim Yahudi terhadap umat Islam Palestina terus berlanjut. Selasa pagi (14/10),...

Rabu, 15/10/2014 07:06 0

Yaman

Lagi, Milisi Syiah Houtsi Kontrol Kota Penting Tanpa Perlawanan

KIBLAT.NET, Sanaa – Milisi Syiah Houtsi terus bergerak menduduki kota-kota strategis di Yaman, setelah berhasil...

Rabu, 15/10/2014 06:27 0

Palestina

Dengar Langsung Penderitaan Korban Israel, Ban Ki-Moon Kunjungi Gaza

KIBLAT.NET, PBB – Sekjen PBB, Ban Ki-Moon berkunjung ke Gaza pada Selasa, (14/10) pagi setelah...

Rabu, 15/10/2014 06:07 0

Mesir

Bulan Depan, AS Sumbangkan Apache untuk Mesir

KIBLAT.NET, Kairo – Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan kepada Presiden Mesir Abdel Fattah...

Rabu, 15/10/2014 05:27 0

Close