... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Bom Syahid Di Luar Peperangan

Foto: Ilustrasi

Pertanyaan

Assalamualaikum

Saya sudah membaca artikel tentang bom syahid dalam link /2014/08/26/bom-syahid-dalam-pandangan-imam-al-ghazali-sampai-syaikh-al-albani/

Yang ingin saya tanyakan,  bagaimana jika bom syahid itu dilakukan bukan dalam keadaan tidak berperang? Terimakasih atas jawabannya.

Kholifah.net

 

Jawaban

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Aksi bom syahid tidak lepas dari permasalahan timbulnya korban yang tidak diinginkan. Dalam ilmu fiqih hal ini bisa dimasukan ke dalam ranah tatarrus. Apa itu tatarrus? Tatarrus adalah saat musuh menjadikan kaum muslmin sebagai tameng hidup. Apakah diperbolehkan membunuh tameng hidup dari kalangan orang-orang muslim? Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.

Imam Malik, Auza’i berpendapat bahwa tidak boleh membunuh tameng hidup/sandera dari kalangan muslim. Sementara Imam Abu Hanifah dan Ats-Tsauri memperbolehkan membunuh tameng hidup, tentunya jika dengan membunuh tameng hidup terdapat maslahat.

Imam Al Qurtubi berkata, “Boleh jadi ( membunuh kaum muslim yang jadi sandera ) ulama tidak berbeda pendapat jika maslahah yang ada bersifat dhoruriyah, kulliyah dan qoth’iyyah. Yang dimaksud dharuriyah adalah kondisi tidak mungkin menyerang musuh kecuali harus dengan membunuh sandera muslim. Yang dimaksud kulliyah adalah maslhat yang didapat dari hal tersebut bermanfaat bagi umat dalam skala umum dan jika tidak membunuh sandera, musuh pun tetap akan membunuh sandera tersebut dan menguasai kaum muslimin. Dan qath’iyah maslahat yang didapat harus bersifat pasti (mutawaqqi’, bukan mauhumah [diduga] atau mutasyakkik [ragu-ragu]—Edt).” ( Tafsir Al Qurtubi Jilid 8 hal 288 ).

Memang fatwa-fatwa para ulama’ kontemporer yang memperbolehkan aksi bom syahid ini ditujukan kepada kasus-kasus yang terjadi di kancah peperangan atau bumi jihad. Lantas bagaimana dengan daerah yang tidak terjadi peperangan?

Maka dalam hal ini kita bisa membagi daerah damai kepada 2 kategori :

  1. Daerah damai yang mayoritas penduduknya adalah orang kafir. Jika daerah ini tidak terlibat perjanjian damai dengan umat Islam, berdasarkan kajian dalam artikel di atas maka diperbolehkan melakukan aksi seperti ini di tempat-tempat tersebut, jika daerah tersebut memang menjadi target atau daerah musuh. Karena secara hukum asal daerah seperti ini adalah darul harb (negeri yang boleh diperangi).
  2. Daerah damai yang mayoritas penduduknya muslim. Sebaiknya untuk daerah seperti ini tidak dilakukan aksi seperti ini. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan korban dari kalangan umat Islam, terlebih jika aksi istisyhadiyah-nya tidak didasari pada kajian dalil dan strategis yang komprehensif.

Tetapi kalau seperti pertanyaan di atas, “bagaimana jika bom syahid itu dilakukan bukan dalam keadaan tidak berperang?” Maka bisa ditanyakan balik, “Bom syahid itu adalah bagian dari sebuah peperangan. Kalau tidak ada perang, dalam konteks apa meletakkan aksi bom syahid?” Dengan kata lain, “Kalau tidak sedang berperang, mengapa harus ada bom syahid segala?” Wallahu a’lamu bissowab.

Konsultan: Ust. Miftahul Ihsan, Lc. 

Editor : Hamdan


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Terkait Pelecehan Seksual, Duta Vatikan untuk Dominika Dicabut Kekebalan Diplomatiknya

KIBLAT.NET, Roma – Vatikan  telah mencabut kekebalan diplomatik Jozef Wesolowski, duta Vatikan untuk Republik Dominika, akibat dakwaan...

Rabu, 27/08/2014 19:45 0

Eropa

Hadapi Jihadis, Milisi Salibis dari Eropa Bertempur ke Timur Tengah

KIBLAT.NET, Bern – Telah terungkap fakta baru bahwa sejumlah militan Kristen di Swiss berangkat ke Timur...

Rabu, 27/08/2014 18:09 0

Afrika

Boko Haram Kuasai Kota Ashigashya Nigeria

KIBLAT.NET, Gwoza – Boko Haram telah menguasai sebuah kota di Nigeria setelah ratusan tentara yang...

Rabu, 27/08/2014 17:39 1

Indonesia

ANNAS: Deklarasi Anti ISIS Harus Berbanding Lurus dengan Deklarasi Anti Syiah

KIBLAT.NET, Jakarta – Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menegaskan bahwa fenomena gerakan ISIS yang disorot...

Rabu, 27/08/2014 17:16 0

Afghanistan

Karzai Takkan Hadiri Pertemuan NATO Pekan Depan

KIBLAT.NET, Kabul – Presiden Hamid Karzai tidak akan menghadiri pertemuan puncak penting NATO pekan depan...

Rabu, 27/08/2014 16:50 0

Suriah

Mujahidin Lancarkan Serangan Sporadis di Homs, 37 Tewas

KIBLAT.NET, Homs – Sedikitnya 37 tentara rezim Suriah tewas, Senin (26/08), dalam pertempuran yang berlangsung...

Rabu, 27/08/2014 15:30 1

Artikel

Surat untuk Ulama: ISIS Di Seberang Lautan Ditolak, Bagaimana “Gajah” Di Pelupuk Mata Kita?

KIBLAT.NET – Maraknya isu khilafah yang dideklarasikan oleh ISIS mulai ramai jadi buah bibir di...

Rabu, 27/08/2014 14:56 3

Arab Saudi

Saudi Tangkap 8 Orang dengan Tuduhan Perekrut Anggota IS

KIBLAT.NET, Riyadh – Kementerian dalam negeri Saudi pada hari Selasa (26/8) menahan delapan orang karena...

Rabu, 27/08/2014 14:38 0

Inggris

Pakar: Video Pemenggalan Foley Direkayasa

KIBLAT.NET, London – Ahli forensik yang telah menganalisis video rekaman eksekusi wartawan AS James Foley...

Rabu, 27/08/2014 14:25 0

News

Resort Wisata Maroko Larang Penggunaan Pakaian Renang ‘Burkini’

KIBLAT.NET, Casablanca – Beberapa kolam renang pribadi di resort pariwisata Maroko melarang wanita mengenakan pakaian...

Rabu, 27/08/2014 13:49 0

Close