Mantan Mufti Al-Quds Sebut Kediktatoran Arab Pemicu Ekstrimisme

KIBLAT.NET, Istanbul – Mantan mufti besar Al-Quds Ikrima Sabri mengatakan bahwa kediktatoran di negara-negara Arab telah mendorong beberapa Muslim melakukan ‘langkah-langkah ekstrim’.

Berbicara pada pertemuan Persatuan Ulama Muslim Dunia di Istanbul Turki, mantan imam Masjdi Al-Aqsha ini menuding kediktatoran Arab dan kurangnya inisiatif para ulama dalam menanggulangi masalah ekstremisme menyebabkan ekstrimisme meningkat.

‘Ekstrimisme adalah hasil dari tekanan kediktatoran administrasi dan ulama tidak melakukan pekerjaan mereka dengan baik, “kata Sabri,

Dia juga meminta para ulama untuk lebih kerja keras mengajarkan Islam yang otentik agar dapat mengekang ekstremisme.

Selain itu, dia juga menhimbau para ulama untuk mengisi ruang kosong dalam masyarakat dan berbaur kembali dengan masyarakat umum.

Seperti diketahui, Persatuan Ulama Muslim Sedunia menggelar pertemuan di Turki Istanbul pada Rabu (20/8) untuk keempat kalinya.

Pertemuan diagendakan menampilkan diskusi tentang peran ulama dalam kebangkitan Islam dan berkaitan masalah identitas.

Ualam terkemukan asal Mesir Syaikh Yusuf al-Qaradhawi, ulama Yaman Abdulwahhab ad-Daylami dan Mufti Chechnya Salah Mejiyev diagendakan berbicara dalam pertemuan itu.

Posisi ulama pada isu Palestina, Yerusalem, media dan pendidikan Islam juga akan dibahas.

Editor: Qathrunnada

Sumber: Worldbulletin

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat