... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Paranoid ISIS Indonesia

KIBLAT.NET — Dunia Islam masih dirundung keprihatinan mendalam akibat tragedi kemanusiaan di Gaza dan Suriah, ketika tiba-tiba ketua BNPT Ansyaad Mbai menyalakan lampu kuning. Di beberapa media, Mbai mengurai fenomena dukungan terhadap ISIS di satu-dua kota di Jawa, yang diiringi dengan baiat kepada Syaikh Al-Baghdadi, pemimpin ISIS sebagai Khalifah. Ia khawatir, setelah ramai-ramai berbaiat, pendukung ISIS akan menjadi agen-agen terorisme di Indonesia.

Kekhawatiran Ansyaad Mbai terus menggelinding bagai bola salju. Ia bahkan mengancam status kewarnegaraan WNI bisa hilang gara-gara dukung ISIS. “Banyak tokoh radikal Indonesia berbaiat dengan pimpinan ISIS, itu bisa kena Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan,” kata Ansyaad, Jumat, 1 Agustus 2014 kemarin.

Bab IV Pasal 23 UU tersebut menyebutkan, kewarganegaraan RI hilang bila seorang WNI secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, atau, secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut. Ini berarti Ansyaad Mbai mengakui ISIS sebagai negara resmi, meski dunia internasional tidak mengakuinya. Lalu, apa bedanya Ansyaad dan pendukung ISIS di Indonesia?

Sangat naif bila Ansyaad Mbai turut mengakui ISIS sebagai sebuah institusi setara dengan negara. Bahkan membahayakan, bila pemegang policy seperti dirinya diarahkan oleh sebuah ilusi definisi sebuah negara, bukan fakta riil di lapangan. Tapi itulah yang terjadi.  Bak gerbong kereta api, paranoid Ansyaad Mbai tentang ISIS menjadi lokomotif yang diikuti oleh tokoh lain. Di twitter, ramai disinggung Menag Lukman Saifuddin yang menyebar BBM seputar sikap terhadap ISIS. TV-One dan Metro TV secara urut kacang berlomba-lomba menyiarkan tayangan tentang bahaya ISIS.

BACA JUGA  Suasana Haru Iringi Sholat Jenazah Rozian

Media-media lain pun mengumbar data-data usang yang dikatakan sebagai kejadian baru. Misalnya, sebuah video serangan dari Gaza ke Israel yang dibuat tahun 2012, ditayangkan pada 12 Juli 2014 dengan judul, “ISIS Luncurkan Roket dari Gaza ke Israel.” Sementara akun tokoh-tokoh liberalis seperti angin yang ikut berembus menyertai ke mana saja kereta melaju. Mereka rajin mengkicaukan sindiran terhadap Khilafah pimpinan Al-Baghdadi ini.

Sebenarnya, maraknya dukungan terhadap ISIS adalah efek dari kerinduan umat terhadap sistim tatakehidupan bernama Khilafah. Sebuah sistem yang dilahirkan oleh Islam dan pernah menjadi pengayom bagi semua umat manusia. Mereka, para pendukung ISIS, “kangen” dengan kehadiran institusi khilafah—meski wujud Khilafah ISIS itu sendiri masih berada di ujung runcing perdebatan di kalangan aktivis Islam dan para ulama dunia, terutama seputar syarat-syarat sahnya sebuah khilafah.

Maka, tak berlebihan kalau kemudian kita bertanya, apa yang ditakutkan dari sekumpulan orang yang melakukan baiat kepada ISIS—toh setelah itu mereka bubar dan kembali berkegiatan normal seperti sedia kala? Dunia berjalan seperti biasa, sama seperti sebelum baiat terjadi. “Sang Khalifah” nun jauh di sana juga bergeming tak menjawab baiat, apalagi memerintahkan “berbuat sesuatu” di wilayah hukum NKRI. Lalu kenapa harus resah?

Kita pun penasaran, tindakan terorisme seperti apa yang perlu dikhawatirkan dari sekumpulan orang yang merasa dipersatukan oleh info-info dari sosial media, sementara pada saat yang sama Densus 88 dikenal sebagai gugus anti-teror terhebat di dunia? Sebagai institusi anti-teror yang “hebat”, tentu sangat sepele untuk mengamati setiap gerak-gerik komunitas sosial media tersebut. Apalagi dalam hal penindakan, Densus 88 berkali-kali sangat “sigap bertindak”. Beberapa terduga terorisme terbunuh duluan sebelum jelas apa bentuk terorisme yang didugakan padanya.

BACA JUGA  Ali Syari'ati: Pemikir Syiah yang Dibenci Syiah

Sikap yang muncul tiba-tiba pejabat Republik ini, diiringi beberapa media yang tiba-tiba rajin memberitakan ISIS patut mengundang pertanyaan. Jangan-jangan, ada pihak tertentu yang sengaja menjadikan fenomena ISIS Indonesia ini sebagai bara dan ditumpuki sekam. Seperti pada kasus-kasus terorisme kebanyakan sebelumnya, bara akan diapikan tepat pada saatnya. Pada akhirnya,  fenomena ISIS Indonesia hanyalah sebuah milestone untuk cita-cita abadi BNPT: membabat aktivis dan organisasi jihad di Indonesia—tanpa pandang bulu, apakah jihadis pro ISIS atau yang menolaknya.

Cita-cita besar ini bertemu dengan kepentingan kelompok liberalis, yang diuntungkan oleh black campaign terhadap ISIS. Inilah kesempatan untuk mendeligitimasi istilah-istilah syar’i dalam Islam, seperti jihad dan khilafah. Umat pun akhirnya skeptis bahkan sinis, dan akhirnya menjauh dari hal-hal berbau jihad dan khilafah.

Fenomena ISIS Indonesia adalah fenomena sebuah pemikiran, bukan tindakan. Oleh sebab itu, semestinya pemikiran dihadapi dengan pemikiran pula. Bila benar pemerintah RI khawatir ideologi khilafah berdampak negatif, seharusnya membuka ruang diskusi dan pelurusan makna sebenarnya. Sebab, menutup dan memampatkan air hanya akan membuat lubang-lubang rembesan baru yang makin tak terkendali.

Bila hal itu dianggap tidak mungkin, berilah jalan bebas bagi para alim ulama menjelaskan makna sesungguhnya dari jihad dan khilafah kepada umat. Biarlah umat yang akan menentukan kepada siapa mereka akan tunduk dan mengikut: aparat yang haus dana APBN, tokoh dan LSM komprador yang rakus dana sponsor atau lentera umat yang tulus tak berpamrih.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

10 comments on “Editorial: Paranoid ISIS Indonesia”

  1. hermansch sholef

    klw dulu NII menang gak akan seperti ini,

  2. Indri Lestari

    Cakep opininya. Saya juga heran dengan massifnya pemberitaan media umum terhadap ISIS, sampai-sampai porsinya lebih banyak daripada media-media Islam yang selama ini aktif memberitakan seputar ISIS, Suriah dan Irak. Ada apa ini? Memang fishy!

  3. Hardi Ansyah VII

    Aduuuh.. saya kok kuatirnya habis baca Editorial ini BNPT geram, lalu ada yang bergerak secara klandestein melaksanakan sebuah teror untuk membenarkan kekhawatiran Ansyaad?
    Sekadar pengingat, Bom Bali 1 meledak setelah Wapres Hamzah Haz gagal diyakinkan Barat bahwa terorisme ada di Indonesia.

  4. Sammy AR

    Ada kawan yang seorang pengamat, dia bbrp kali didatangi sm wartawan kaki tangan BNPT, nanya2 soal isis. Dia sdh bbrapa kali didatangi orang ini sjak lama, dan polanya stiap dia aktif nanya2 ke dia, pasti stelahnya ada operasi densus, nampaknya soal isis indo ini bakal digarap serius j proyek baru BNPT, skrg media2 mainstream siapkan opini publik dl supya anti isis nnti ktika densus operasi publik pasti mendukung densus

    Keuntungan yg ingin didapat BNPT :
    1. Pemerintah baru tetap dukung BNPT
    2. Wacana penguatkan UU terorisme bakal digulirkan ke DPR baru
    3. Pengajuan anggaran BNPT bisa dinaikan krn AS sdh mulai mnghentikan dananya

  5. Usyaqul Hurr

    Mengapa media mainstream sekuler gencar beritakan ttg isis ???

    Masih ingat bbrp waktu lalu BNPT pernah mngumpulkan pimred2 media mainstream ???
    Hari inilah action dr hasil pertemuan BNPT dg para pimred itu, selama ini pembentukan opini mlalui media bru dilakukan pasca aksi brutal densus88 (BNPT), opini yg dibentuk pasca aksi brutal densus88 biasanya kurang mngena krn berbarengan dg opini media Islam yg kontra, masyarakat pun mjd apriori dg densus88/BNPT krn opini dr media yg dibentuk pasca aksi brutal lebih berbau apologi/pembelaan membabi buta dari aksi brutal densus88 dlm mlanggar HAM (ekstra judicial killing). Proyek BNPT dr hasil jualan nyawa “teroris” senantiasa trancam pengadilan opini publik.

    Hari ini pasca pertemuan dg pimred2 media, strategi baru digulirkan, pembentukan opini publik dimulai dr pra aksi proyek “terorisme” guna mnyiapkan opini publik agar mndukung aksi brutal densus88, kmudian pasca aksi opini pun kbali dikuatkan mlalui media pula. Jd tunggu sj sbntar lagi akan ada aksi brutal densus88 dan korbannya adlh pendukung isis yg konon bakal mlancarkan aksi “terorisme”

  6. Apakah ini berarti para pendukung ISIS di Indonesia secara tak sengaja ikut menari dalam gendang yang ditabuh BNPT??

    Atau BNPT yang licik memanfaatkan gejala gegap gempitanya ISIS di Indonesia sebagai produk baru pelanggengan proyek terorisme??

    Coba lihat di Mesir, Dunia Arab, Eropa?? Apakah ada fenomena gegap gempita yang sama merespon Daulahnya ISIS.. kawan saya yang di Mesir bilang yang rame sama ISIS cuma di Indon saja,,

  7. @Muhibbud Daulah:

    Yang benar saja bung.. Di Indonesia berapa banyak sih yang dukung ISIS? 100 orang ada gak? 1000 nyampe gak? Jangan-jangan cuma rame di twitter yang maen bocahnya itu-itu aja..

  8. ad diini

    hati hati & tabayyun

  9. ABDULLAH

    kalo nanti negara melakukan pembantaian dan pembersihan thd isis ,,,brarti jihad bersenjata di indonesia akan meletus,,,antara densus n syiah melawan jihadis ,,dan tentu isis pusat tidak akan tinggal diam mereka bisa jdi mengirinm tenaga ahli,,dana ataupun senjata ke indonesia,,,,,,dan di era jokowi nanti syiah akn berkuasa,,mereka akan mempersenjatai pengikut mereka,,,dan ahlussunnah akan di hajar,,,maka mungkin benar isu yg mengatakan indonesia akan menjadi suriah ke 2,,bersiaplah wahai pasukan allah

  10. tri

    jadi susah menilai,,,,,, yang dulu semangat mendukung sekarang jadi bimbang. mungkin ini zaman yang pernah disebutkan oleh rasul sebagi zaman fitnah. susah untuk melihat hitam diatas putih. semua berwarna abu-abu

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Penjaga Perbatasan Tunisia Bubarkan Warga yang Memaksa Melintas

KIBLAT.NET, Tunis – Penjaga perbatasan Tunisia melepaskan tembakan ke udara dan menembakkan gas air mata...

Jum'at, 01/08/2014 22:38 0

Asia

Lagi, Sembilan Uighur Terbunuh di Turkistan Timur

KIBLAT.NET, Urumqi – Sembilan orang ditembak mati dan satu orang ditangkap di Turkistan Timur ,...

Jum'at, 01/08/2014 22:20 0

Palestina

Lagi Seorang Wartawan Tewas di Jalur Gaza

KIBLAT.NET, Gaza – Muhammad Daher, seorang wartawan surat kabar Al-Risalah yang berbasis di Jalur Gaza,...

Jum'at, 01/08/2014 21:26 0

Palestina

Hamas Seru Warga Palestina di Tepi Barat Ikuti Demonstrasi “Hari Kemarahan”

KIBLAT.NET, Jerusalem – Hamas menyeru warga Palestina di Tepi Barat untuk berpartisipasi dalam aksi demonstrasi...

Jum'at, 01/08/2014 20:54 0

Afrika

Bentrokan Senjata Berat Berlangsung di Tripoli, Libya

KIBLAT.NET, Tripoli – Bentrokan senjata menggunakan artileri dan roket terjadi pada hari Kamis di dua...

Jum'at, 01/08/2014 20:48 0

Asia

Imam Masjid Pro-Pemerintah Dibunuh di Turkistan Timur

KIBLAT.NET, Urumqi – Polisi China mengaku telah menangkap satu orang  yang diduga membunuh imam masjid...

Jum'at, 01/08/2014 20:22 0

Palestina

Pasokan Listrik Di Gaza Kurang, Nyawa ‘Bayi Ajaib’ Shayma Tak Bisa Diselamatkan

KIBLAT.NET, Gaza – Shayma, “bayi ajaib” yang terlahir melalui operasi caesar dari rahim ibunya yang...

Jum'at, 01/08/2014 20:12 0

Asia

100 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Turkistan Timur

KIBLAT.NET, Urumqi – Keamanan diperketat di Turkistan Timur (Xinjiang) wilayah barat China, setelah sekelompok massa...

Jum'at, 01/08/2014 19:53 0

Irak

Pasukan Elit Garda Revolusi Iran Dilaporkan Masuki Wilayah Kurdistan

KIBLAT.NET, Kurdistan – Serombongan militer Iran dengan senjata berat telah tiba di Bandara Internasional Sulaymaniyah...

Jum'at, 01/08/2014 19:33 0

Palestina

Mujahidin Sepakati Gencatan Senjata Selama 3 Hari di Gaza

KIBLAT.NET, Gaza – Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat,...

Jum'at, 01/08/2014 12:46 1

Close