... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tembak 2 Polisi Hingga Mati, Perusuh Papua Tak Pernah Dijuluki Teroris

Foto: Baku tembak di Lanny Jaya, Papua, Senin (28/7/2014), menewaskan dua polisi.

KIBLAT.NET, Lanny Jaya – Meski kerap menghabisi nyawa aparat kepolisian maupun TNI, kelompok teror Papua tak pernah dijuluki dengan sebutan teroris. Polisi maupun media-media mainstream kerap menjuluki perusuh di Papua dengan sebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Papua mengklaim kelompok teror di bawah pimpinan Puron Wenda telah menguasai 2 kampung yakni Kampung Pirime Balinga dan Kampung Kwiyawagi, sebagai daerah kekuasaan kelompok tersebut.

Dua Kampung itu juga dijadikan sebagai lokasi tempat tinggal dari kelompok Puron Wenda yang diduga memiliki anak buah sekitar 100-an orang.

Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom mengatakan, pimpinan kelompok tersebut, Puron Wenda sebelumnya melakukan sejumlah aksi teror di Kabupaten Puncak Jaya. Puron lalu meninggalkan Puncak Jaya dan memilih bermarkas di Kabupaten Lanny Jaya.

Dia meminta aparat TNI/Polri untuk menindak tegas kelompok ini, karena meresahkan masyarakat setempat.

Befa mengatakan, paska insiden penembakan yang menewaskan 2 anggota polisi, daerah Tiom, Ibukota Lanny Jaya kondusif, warga masih tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya.

“Namun di Distrik Maki dan Pirime di daerah Kampung Indawa, aparat kepolisian bersiaga penuh, untuk dilakukan pengejaran. Kami terus berkoordinasi dengan kelompok ini dan meminta mereka bergabung untuk pembangunan Lanny Jaya yang lebih maju dan berkembang. Kami berharap mereka menyetujui ajakan ini,” ujar dia, seperti dilansir dari Liputan6, Selasa.

Sementara itu, sehari pasca-penembakan yang menewaskan anggota polisi, Wakapolda Papua Brigadir Jenderal Pol Paulus Waterpauw langsung terjun ke Tiom, Lanny Jaya.

BACA JUGA  Wapres Minta MUI Buat Fatwa Bolehkan Petugas Medis Sholat Tanpa Wudhu

2 Anggota Polres Lanny Jaya tewas tertembak oleh kelompok kriminal bersenjata di Kampung Nambume saat hendak melakukan pembinaan warga di sejumlah kampung, Senin 28 Juli. Kedua polisi yang tewas yaitu Bripda Zulkifly M Putra tertembak di bagian kepala dan Bripda Yoga Aksel Jetru Ginuni yang tertembak di bagian badannya. Sementara 2 anggota lain yang tertembak atas nama Bripda Alex Numberi tertembak di bagian tangan kanan dan dada serta Briptu Helskia Bonyadone tertembak di bagian perut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono menuturkan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap kelompok sipil bersenjata di bawah pimpinan Puron Wenda yang diduga melakukan penembakan kepada anggota.

“Kegiatan bimbingan masyarakat dengan cara mengunjungi warga ke kampung-kampung, salah satunya untuk menjadikan desa sadar hukum dan memiliki masyarakat yang lebih cerdas dan mampu menghadapi perubahan jaman yang sangat cepat. Sementara untuk melakukan pengejaran, kami terus berkoordinasi dengan Asintel Kodam XVII/ Cenderawasih untuk back up dari kesatuan TNI yang terdekat,” kata Sulistyo.

 

Reporter: Bunyanun Marsus

Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

3 comments on “Tembak 2 Polisi Hingga Mati, Perusuh Papua Tak Pernah Dijuluki Teroris”

  1. wahyu

    Sebetulnya argumen ini agak dibuat-buat menurut saya.

    Yang di Papua itu kan separatis. Kalau mereka sudah mencapai tujuannya, mereka akan berhenti. Sedangkan yang dicap teroris itu berbeda, mereka itu beraksi dimana-mana, di Bali, Sumatera, Sulawesi, bukan hanya di satu wilayah saja. Jadi penanganannya juga harus berbeda.

    Terus pemberontak itu aksi2 terornya bersifat lokal dan tidak menyebar ke daerah lain, sedangkan yang dibilang teroris itu menyebarkan teror ke berbagai penjuru Indonesia. Apakah OPM melakukan aksi di Aceh? nggak kan? GAM dulu juga di sebut sebagai separatis, bukan teroris, padahal mereka sudah jelas2 berhaluan Muslim.

    Intinya, kenapa yang di Papua gk disebut teroris? Karena beda visi-misi dengan teroris. Mudah kan dipahaminya?

  2. Sammi AR

    Mas Wahyu, dalam membicarakan suatu istilah, seharusnya kita kembalikan kepada definisi dasarnya. Apa sih sebenarnya “terorisme” itu? Selama ini kita hanya kenyang oleh blaming media.
    Coba teliti dua kajian di bawah ini:
    1. http://syamina.org/syamina45-Perang-yang-Salah-Setelah-Satu-Dekade-Lebih-Perang-Global-Melawan-Teror.html
    2. http://syamina.org/syamina39-TERORISME-amp-terorisme-Antara-quot-T-besar-quot-dan-quot-t-kecil-quot-.html

    Kesimpulannya, definisi terorisme sendiri masih sumir, hatta oleh BNPT sendiri (lihat dalam artikel tersebut ada qoute Ansyad Mbai, “Definisi terorisme yang disepakati secara global itu memang belum ada, dan menurut saya tidak akan pernah ada.”

    Gerakan separatisme yang hanya beroperasi di wilayah internal mereka, juga tidak selamanya begitu. Contoh, gerakan pemberontakan Irlandia Utara.

    Kedua, dalam dalam perbedaan penanganan “terorisme” dan “separatisme” sebenarnya menggelikan. Berangkat dari tolok ukur sederhana saja, misalnya dampak. Sama-sama memiliki efek destruktif dan teror di masyarkat kenapa “separatisme” hanya diberangus seketika itu saja, saat peristiwa terjadi dan kamera media rajin menyorot? Tak ada penyiksaan saat ditangkap dan diinterograsi.. tak ada pelucutan celana dalam keluarga ketika mereka menjenguk tersangka terorisme… Tak ada penjara khusus semacam Mako Brimob atau sel Super Maximum Security….

    Itulah hal-hal yang kalau mau didetilkan, sebenarnya menggelikan sekaligus menjengkelkan. Kecuali kita hanya berhenti dan terpana pada pesona ingar-bingar istilah yang dicipta oleh media.

    Terimakasih.

  3. Jadi sebenarnya argumen dasar dari poin ini bisa dikatakan superfisial ya Mas Sammi? Sepertinya anda mempermasalahkan masalah-masalah yang terhitung sepele seperti liputan media dsb. Kalau menurut saya, jawaban dari itu cukup sederhana…Kebanyakan aksi terorisme itu terjadi dimana? Di Jawa, Sumatra, dan Bali, sedangkan separatisme? di Papua. Aksi mana yang lebih memiliki dampak luas? Yang di Jawa atau yang terjadi di pelosok Papua? Kalau ada tabrakan beruntun di Jawa dan Papua, kira-kira mana yang akan diliput oleh media terlebih dahulu?

    Sebaiknya kita juga jangan mengesampingkan faktor pendukung. Saya lihat, jauh lebih banyak pendukung ideologi terorisme dibandingkan dengan ideologi separatisme. Lebih banyak pendukung ISIS dan AlQaeda dibandingkan dengan pendukung GPM. Jadi fenomena mana yang lebih mendesak untuk ditangani menurut anda?

    Yang penting kan dua-duanya sama-sama ditangani, hanya saja ditangani sesuai dengan proporsi ancaman yang dirasakan. Karena itu saya jadi bertanya-tanya, apa tujuan dari hipotesa seperti itu? Apakah ingin menaikkan derajat separatisme ke taraf terorisme, menurunkan derajat terorisme pada level separatisme, atau mungkin hanya ingin memperkeruh suasana saja?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

KH. Furqon Syuhada: Menolak Syariat Mengundang Malapetaka

KIBLAT.NET, Poso – Di Kota Poso, Sholat Iedul Fitri 1435 H diadakan di Stadion Kasintuwu...

Selasa, 29/07/2014 19:16 0

Palestina

Pemain Kriket Inggris Dilarang Pakai Gelang untuk Dukung Palestina

KIBLAT.NET, Southampton – Seorang pemain kriket Inggris, Moeen Ali, dilarang memakai gelang yang menunjukkan slogan...

Selasa, 29/07/2014 19:01 0

Palestina

Bayi Di Gaza Berhasil Diselamatkan dari Rahim Ibunya yang Sudah Meninggal

KIBLAT.NET, Khan Younis – Para dokter di bagian operasi Caesar darurat di Gaza, berhasil mengeluarkan...

Selasa, 29/07/2014 18:17 0

Mesir

Militer Mesir Mengklaim Bunuh 14 Pejuang di Sinai

KIBLAT.NET, Kairo – Tentara Mesir mengklaim berhasil menembak mati 14 pejuang di kawasan Semenanjung Sinai...

Senin, 28/07/2014 17:27 0

Konsultasi

Selamat Idul Fitri, Bukan Sunnah Tapi Bukan Pula Bid’ah

Pertanyaan Assalam’alaikum… Apakah timing ucapan Taqobbalallah dalam konteks idul fitri ada pembahasan waktunya? Misalnya dimulai...

Senin, 28/07/2014 04:44 1

Opini

Derita Muslim Palestina: Dijajah Israel, Dizalimi Syiah

Mampus Amerika! [Di Irak, Syiah Kerjasama dengan Obama] Mampus Israel! [Di Suriah, Bashar bergandengan dengan...

Ahad, 27/07/2014 20:53 0

Artikel

Mengapa Melupakan Suriah Ketika Perang Gaza Dimulai?

KIBLAT.NET— Adalah sebuah kenyataan bahwa organisasi dan para pembaca akan mengalami kesulitan untuk memahami lebih...

Ahad, 27/07/2014 20:32 1

Opini

Saat ‘Ied, Berapa Wanita yang Kamu Lihat?

Saat hari raya ‘Ied, manusia berbondong-bondong menghadiri shalat ‘Ied berjamaah. Baik pria, wanita, anak-anak dan...

Ahad, 27/07/2014 17:20 0

Artikel

Pernak-Pernik Seputar Idul Fitri (Bagian II)

KIBLAT.NET, – Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Fitri...

Ahad, 27/07/2014 16:00 0

Artikel

Pernak-Pernik Seputar Idul Fitri (Bagian I)

KIBLAT.NET, – Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Fitri...

Ahad, 27/07/2014 15:10 1

Close