... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Syaikh Al-Maqdisi: Mengapa Deklarasi Khilafah Justru Memecah Belah

Foto: Syaikh Al-Maqdisi, merupakan ulama Yordania yang sangat ditakuti pemerintah.

KIBLAT.NET – Khilafah dan Imamah adalah kedudukan penting dan agung bagi umat Islam. Orang-orang Islam yang tulus senantiasa berupaya untuk mengembalikan dan menegakkannya. Namun upaya mereka diwarnai oleh tindakan sebagian kelompok Islam yang tergesa-gesa dalam urusan khilafah dan pengangkatan khalifah. Mereka menjadikan imam yang memimpin umat Islam adalah sosok yang tidak memiliki kekuasaan maupun otoritas. Bahkan kabar ini (Deklarasi Khilafah) telah sampai ke London dan mereka menyeru orang-orang untuk berbaiat dan berdosa bila enggan membaiat khalifahnya.

Sementara itu, kelompok lain menyempitkan masalah ini dengan klaim Al-Mahdi sudah berada di antara mereka. Tidak diragu, kan lagi, ini merupakan upaya pencarian khalifah yang keliru dan tidak bisa diterima oleh manusia sebagai pemimpin.

Upaya seperti itu dan sejenisnya tidak memiliki tempat di bumi kenyataan di antara kaum muslimin secara umum. Sebab, itu hanyalah label dan khalifahnya dipilih dari kelompok dan perkumpulannya saja. Ia tidak dipilih oleh Ahlul Halli wal Aqdi yang mewakili umat yaitu para ulama rabbani. Bentuk seperti ini biasanya akan lenyap dan rusak dengan sendirinya tanpa mempengaruhi kaum muslimin atau mengubah keyakinan mereka tentang kedudukan yang tinggi ini.

Adalah kelompok yang hanya banyak pidato dengan nada tinggi, dan memakai pendekatan ancaman dan pembasmian terhadap siapa saja yang menyelisihi. Mereka tidak mengindahkan kata-kata ulama umat dan senior mereka, serta mengklaim ingin menegakkan syariat di tengah-tengah umat, namun tidak menerima tuntutan peradilan dalam sengketa, pembunuhan, dan pengambilan harta orang lain!

Kemudian mereka unggul dalam beberapa hal di kampung-kampung umat Islam (Irak). Namun, sebelum semua urusan ditangani, serta masyarakat muslim dan para ulama yang mulia berkumpul di negeri itu (maksudnya Irak), mereka (ISIS) telah meneriakkan wajibnya baiat kepada khalifahnya. Sang Khalifah pun menyeru kepada umat Islam di seluruh dunia tentang wajibnya hijrah ke negerinya.

Orang yang tidak memenuhi seruan itu disebut telah berdosa, hingga kami perlu menyampaikan fatwa Imam Malik tentang batal atau tidaknya talak yang disebabkan oleh paksaan untuk berbaiat. Ada kabar yang sampai kepada saya bahwa banyak istri diancam para suaminya, untuk memilih cerai atau baiat kepada khalifah ini. Maka saya jawab, berbaiatlah bila kalian tidak ingin ditalak. Baiat yang dipaksa itu tidaklah mengikat.

aqoute1

Sudah maklum bahwa Imam Ahmad berpendapat bila wanita mendapatkan paksaan dari suaminya dengan ancaman cerai maka talaknya berlaku. Saya perlu menyebutkan pertanyaan dan fatwa seperti ini karena telah muncul orang-orang yang keras kepala, menekan umat Islam, menakut-nakuti mereka dengan pedang ancaman dosa dan kafir, dan ditambah lagi dengan ancaman talak kepada istri-istri mereka.

Yang lebih berbahaya daripada ancaman cerai ini, menurut saya, adalah apa yang menuntut saya untuk menulis kalimat-kalimat ini. Yaitu yang berdampak pada perpecahan antara sesama mujahidin dari kelompok dan pemimpin mereka, dan hal-hal membingungkan mereka oleh isu yang dihembuskan di tengah-tengah barisan. Barisan mujahidin heboh ketika juru bicara resmi mereka membuat pernyataan:

“Pesan kami kepada seluruh kelompok dan jamaah di muka bumi ini seluruhnya, para mujahidin, para aktifis yang membela agama Allah dan yang mengangkat syiar-syiar Islam; kepada para panglima dan para pemimpin, kami katakan: Bertakwalah kalian kepada Allah pada diri kalian. Bertakwalah kalian kepada Allah pada jihad kalian.” “Demi Allah, kami tidak mendapatkan udzur syar’i bagi kalian bila kalian tidak mendukung Daulah ini.”

“Kalian wahai tentara kelompok dan organisasi mana pun, ketahuilah bahwa setelah tamkin dan tegaknya khilafah ini, gugurlah keabsahan jamaah dan organisasi kalian. Tidak halal bagi seorang pun di antara kalian yang beriman kepada Allah dia bermalam semalam saja, dalam kondisi tidak memberikan loyalitas kepada Khalifah,” tambahnya.

Perhatikanlah bagaimana mereka membatalkan jihad para mujahidin dan seperti apa orang yang mengikuti menghasut orang yang diikuti; murid menghasut gurunya. Konspirasi apa lagi ini yang akan memecah belah barisan mujahidin dan mengabaikan pernyataan-pernyataan mereka?

Kami katakan kepada saudara-saudara kita mujahidin dan pendukung mereka di seluruh dunia, dengarkanlah firman dan panggilan Allah ini:

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan janganlah kalian membatalkan amal-amal kalian.” (Muhammad: 33).

“Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.” (An-Nahl: 92)

Bersatulah kalian di bawah pemimpin, panutan, dan senior kalian. Janganlah kalian menganggap enteng pengaruh seruan orang-orang yang berusaha memecah barisan kaum muslimin, yang melihat bahwa tidak ada kebenaran kecuali pada diri mereka, sedangkan setiap orang yang tidak mengikuti mereka lantas menjadi musuh.

Bahkan, mereka menggunakan dan senantiasa menggunakan—saya tidak tahu apakah karena sengaja, bodoh, atau pura-pura lupa— cara-cara konspirasi keji terhadap gerakan jihad yang diberkahi ini, khususnya, dan umat Islam umumnya. Mereka memakai kedok proyek Islam yang mendasar! Sehingga, banyak umat Islam tertipu.

Saya tidak meragukan keikhlasan banyak orang di antara mereka serta semangat keislamannya. Akan tetapi, saya meragukan kesehatan akal dan kedalaman pemahaman serta ilmu mereka. Sebab, orang yang berakal itu tampak jelas akalnya.

aqoute2

Keras kepalanya para pemimpin organisasi ini, kedangkalan, ketergesa-gesaan, pendeknya pandangan, dan penolakan terhadap arahan para ulama, membuat mereka selalu membuka konspirasi terhadap gerakan jihad. Padahal mereka dibesarkan oleh buku-buku para ulama ini dan sampai sekarang pun masih mempelajarinya. Kemungkinan disebabkan oleh penetrasi orang-orang yang menyimpang, ekstremis dan sejenis mereka, organisasi ini selalu dan senantiasa membuka konspirasi terhadap gerakan jihad ini dengan berbagai cara, di antaranya:

  • Menghabisi setiap mujahidin senior dan orang-orang terpilih di antara mereka yang dianggap akan menjadi penghalang bagi mereka untuk memetik buah jihad di Suriah, sehingga tidak ada di lapangan yang mengganggu orang-orang yang keras kepala, bodoh, dungu, dan lalai.

خَلاَ لَكِ الْجَوًّ فَبِيْْضِيْ وَأَصْفَرِي وَنَقْرِي مَا شِئْتِ أَنْ تُنقّرِي

“Peluang telah terbuka untukmu. Silakan bertelur, memangsa dan mematuk selama Anda punya pelatuk.”

  • Menjatuhkan kredibilitas para tokoh dan ulama gerakan jihad yang tidak sepakat dengan pilihan organisasi ini, dan tidak mendukung kekerasan, pelanggaran, dan kecatatan mereka.
  • Membelokkan arah kompas gerakan jihad dan memecah-mecah wilayah konflik dengan para penguasa thaghut; membalikkan peluru dari dada musuh umat ke dada generasi mujahidin yang tulus atau kepada kaum muslimin awam, dengan berbagai tuduhan, alasan, dan generalisasi bagi setiap orang yang menyelisihi tidak akan selamat dari ancaman.
  • Mencerai-beraikan umat islam dan memalingkan mereka dari proyek Islam. Merusak setiap bibit kesadaran umat yang mulai memahami tugasnya, memalingkan mereka dari dukungan kepada gerakan jihad dengan buruknya perilaku dan praktik di lapangan, buruknya muamalah dnegan manusia di setiap tempat.
  • Mendistorsi proyek Khilafah dan Daulah Islamiyah di dada umat Islam, dengan tingkah lagi mereka yang keras kepala, berlebih-lebihan, dan menumpahkan darah. Padahal inilah yang dahulu membuat orang awam lari dari proyek ini selama bertahun-tahun setelah pengalaman jihad sebelumnya banyak diwarnai tindakan negatif, pelanggaran dan penyimpangan.
  • Dengan deklarasi mereka yang terakhir—seperti disebutkan sebelumnya, mereka semakin beringas memecah belah barisan orang-orang yang bekerja untuk dien ini, mencerai-beraikan barisan mujahidin, dan membatalkan jamaah-jamaah mereka yang bergerak untuk agama Allah, membuat pengikut tidak taat kepada pemimpin, dan murid lancang kepada guru mereka!
BACA JUGA  Gerakan Sahwah di Arab Saudi: Dulu Dirangkul, Kini Dimusuhi

Apakah kalian mengira saya akan putus asa dari buah-buah gerakan jihad ini dan putra-putranya hanya karena klaim khilafah? Apakah bangunan khilafah di sebuah bagian di bumi ini mengharuskan hancurnya dakwah dan jihad di seluruh wilayah lain? Apakah kalian mengiran semua jamaah mujahidin akan terpecah belah dan para anggotanya lancang kepada guru-guru mereka di semua medan jihad?

Deklarasi khilafah itu adalah konspirasi lain terhadap gerakan jihad yang diberkahi dan kelompok-kelompok yang ikhlas. Ringkasnya, mereka memberikan pilihan: bersama kami, atau kami akan menghembuskan perpecahan di barisan kalian. Kami akan bekerja untuk mencerai-beraikan barisan kalian.

Itu adalah cara yang dipakai oleh kaum anarkis di negara kita saat memaksakan diri pada orang lain untuk ikut dalam suatu permainan. Ada ungkapan mereka, “Bermain atau hancur!” Yakni, harus ikut dan menerima permainan secara total atau hancur oleh permainan itu.

Akhlak seperti itu hanya cocok untuk anak-anak berandal jalanan, dan tidak layak sama sekali bagi orang yang mengaku berdakwah dan jihad. Bagaimana jika pilihan yang dipaksakan oleh mereka adalah mereka yang memimpin permainan itu dan mengarahkannya sesuai kemauan, kebodohan, dan kekerasan kepala mereka atau mereka akan menghancurkan dan merusaknya? Atau dengan makna lain, mereka yang memimpin atau hancur!

Sejatinya, itulah yang paling berbahaya dalam deklarasi mereka yang terakhir itu. Seperti saya katakan sebelumnya, saya tidak masalah dengan pengumuman khilafah mereka di Syam, Irak, atau London! Hanya saja, yang saya khawatirkan adalah dampaknya. Dan kenyataannya memang demikian!

Kami bukanlah memusuhi upaya penegakan khilafah. Justru kami mendukung, menyeru, dan bekerja untuk menegakkannya, dan berusaha mengembalikannya. Akan tetapi, khilafah adalah proyek untuk menjaga kesatuan kaum muslimin, bukan untuk merusak, memecah belah, dan mencerai-beraikan barisan mereka.

Demikian pula seorang imam, seperti dikabarkan oleh Rasulullah, “… (imam) adalah perisai yang melindungi orang yang berperang di baliknya dan melindunginya.” (HR Muslim). Imam adalah perisai dan penjaga bagi kaum muslimin dari setiap bahaya, bukan pengundang bahaya. Khilafah wajib menjadi tempat berlindung dan aman bagi setiap muslim, bukan ancaman, dan intimidasi, dan penebar ketakutan di setiap kepala manusia.

aqoute3

Mereka (ISIS) telah membatalkan baiat awalnya kepada pemimpin mereka dan memberontak kepada amir-amir mereka (Al-Qaidah). Menjelek-jelekkan senior mereka, ketika mengumumkan daulah yang pertama (Daulah Islam Irak: 2006 [ISI]). Dan ketika mereka mengumumkan yang kedua (ISIS: 2013), mereka menumpahkan darah yang diharamkan, dan menolak tahkim kepada syariat. Karena itu, kami wajib mempertanyakan, apa yang akan mereka lakukan setelah deklarasi khilafah (2014)?

Ulah mereka yang paling berbahaya bagi dakwah hingga hari ini adalah memecah-belah kaum muslimin, dan giat menghancurkan barisan jamaah jihad dan dakwah, setelah mereka memecah belah kaum muslimin secara umum, dengan pilihan bersama mereka atau menjadi musuh. Orang yang lemah di antara kaum muslimin tidak mereka kasihani, dan tidak memberi maaf kepada siapa saja yang bergabung dengan kelompok mana saja di Suriah.

Bahkan, setiap orang yang menyelisihi mereka, dianggap sebagai pengkhianat, pelepas baiat, saluli (plesetan keluarga Saud, maksudnya antek penguasa Saudi), sururi (dinisbatkan kepada Muhammad Surur (tokoh Ikhwanul Muslimin), shahawat, berbaris dengan shahawat, pecinta shahawat, atau berfoto, berjalan bersama shahawat dan seterusnya.

Mereka bersiap untuk membunuh siapa saja yang tidak berbaiat, dan menebarkan ancaman akan menahan istri-istri orang yang menyelisihi!! Kami belum mendapati mereka melakukan ini, bila benar-benar mereka lakukan, niscaya kami ungkap cerita ini. Dan kami memohonkan perlindungan kepada Allah bagi para muslimah dari keburukan yang luar biasa ini.

aqoute4

Pada hari ini ketika mereka mengajak orang agar memisahkan diri dari jamaahnya untuk berbaiat dan hijrah kepada mereka. Mereka tahu bahwa mayoritas orang yang menerima seruan itu adalah orang-orang yang dangkal pemikirannya. Mayoritas yang mendengarkan mereka adalah orang-orang yang berlebih-lebihan (ghulat) juga. Mereka adalah orang-orang yang menang semangat dan bangga dengan cara pandang sendiri. Mereka mengutamakan kebodohan daripada ilmu. Dan membangun khayalan-khayalan, lalu menggembar-gemborkan di tengah-tengah pengikutnya, untuk mencerai-beraikan orang-orang yang bijak, ulama dan orang yang berakal.

Maka, hakikat seruan mereka kepada orang-orang agar melepaskan baiat jamaahnya merupakan tindakan yang merusak gerakan jihad, memecah belah organisasi jihad, mencerai-beraikan barisan mujahidin. Inilah yang mendorong kami mengungkap ada apa di balik deklarasi khilafah itu. Kita tidak menilai mereka dari kalangan awam mereka. Kita telah melihat ancaman sebelum pengumuman khilafah: bersama kami atau menjadi musuh kami. Lantas bagaimana setelah deklarasi?

Khilafah mestinya menjadi kenikmatan bagi kaum muslimin dan surga yang hilang bagi mereka. Mereka sedang mencari itu. Maka jangan jadikan khilafah sebagai neraka bagi mereka dan menambah keputus-asaan.

Khilafah adalah impian kaum muslimin. Mereka berusaha mewujudkannya. Janganlah kalian perburuk impian indah ini dengan memenggal kepala orang yang menyelisihi dan mengeluarkan isinya!! Bila kalian benar-benar tulus, wujudkanlah kekhilafahan itu dengan rahmat bagi kaum muslimin dan menolong orang yang lemah.

Kalian sedang bermigrasi sebagaimana orang lain juga demikian. Maka tetaplah dengan peringatan yang baik, bukan menyebarkan keburukan. Dan bersama-samalah dalam membangun pilar-pilar Khilafah Islamiyah Ar-Rasyidah, bukan bughat yang sesat dan berpaling. Bersama-samalah dalam hal yang orang-orang Islam dan jamaah-jamaah mereka belum lengkap, bukan mencerai-beraikan mereka. Bersama-samalah dalam menolong orang-orang yang lemah dan mengangkat yang tumbang di antara mereka, bukan malah menambahnya. Bersama-samalah dalam melindungi darah kaum muslimin, bukan malah mengalirkannya.
Diriwayatkan Imam Ahmad, Muslim, dan Nasai dari Abu Hurairah secara marfu’:

مَنْ خَرَجَ عَلَى أُمَّتِي، يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجِرَهَا. وَلاَ يَتَحَاشَ مِنْ مُؤْمِنِهَا، وَلاَ يَفِي لِذِي عَهْدٍ عَهْدَهَ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ

“Barang siapa keluar untuk memerangi umatku, memukul (membunuh) orang yang baik dan orang yang jahat tidak mempedulikan orang-orang yang mukmin, tidak memenuhi janji terhadap orang yang telah berjanji (gencatan senjata) maka orang itu bukan termasuk umatku dan aku bukan termasuk golongannya.”

Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik berkata kepada seorang tabiin yang zuhud Salamah bin Dinar Al-Mudni (Abu Hazim):

“Wahai Abu Hazim, apa pendapatmu tentang kekuasaan saat ini?”

“Apakah engkau akan memaafkan aku, wahai Amirul Mukminin?”

“Berikanlah nasihat kepadaku.”

“Bapak-bapakmu telah mencuri hak manusia dalam perkara ini (kekuasaan). Mereka mendapatkan kekuasaan dengan pedang tanpa musyawarah dan mengumpulkan pendapat orang. Mereka telah melakukan pembunuhan besar-besaran untuk mendapatkan kekuasaan. Mereka telah berlalu. Maka sebagai pelajaran, alangkah baiknya bila engkau merasakan apa yang mereka katakan atau kata orang tentang mereka (bapak-bapaknya).”

“Buruk sekali kata-katamu!” kata seorang yang hadir di situ.
“Kamu bohong! Allah ta’ala mengambil perjanjian dari para ulama perjanjian agar dijelaskan (kepada umat),” jawab Abu Hazim.

Jika pendapat anak kecil dan ajaran orang-orang bodoh telah diagungkan, maka itulah kehancuran
Ada aturan bagi setiap orang dalam masyarakat dan hancurnya anak muda adalah melanggar aturan

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW, bersabda, “Imam itu perisai, orang-orang berperang dan berlindung di belakangnya.” HR Bukhari.

aqoute5

Nabi SAW masih menjadi imam kaum muslimin, bahkan pemimpin dunia. Kepemimpinan beliau tidak untuk memecah belah kaum muslimin, tetapi untuk menyatukan mereka. Kepemimpinan beliau bukan untuk menggelindingkan kepala orang-orang yang terlindungi darahnya dengan peluru, atau memenggalnya dengan pedang. Kepemimpinan beliau tidak untuk memisahkan kepala-kepala mereka, melainkan untuk melindunginya, menjaga akal, mengembangkan, dan mengangkatnya ke derajat yang tinggi. Agar dengan akal itu manusia selamat dari perkara-perkara yang hina.

BACA JUGA  7 Amal Shalih yang Dianjurkan pada 10 Awal Dzulhijjah

Bahkan beliau berusaha menyelamatkan kelompok-kelompok militan, yang karena keadaannya tidak memungkinkan untuk berbaiat kepada Nabi SAW dan masuk di bawah wilayah politik beliau, seperti kelompok Abu Bashir pada masa perjanjian Hudaibiyyah. Demikian pula orang-orang yang melawan Al-Aswad Al-Ansi setelah mengudeta pegawai Rasulullah di Yaman.

Tidak ada seorang pun dari mereka yang mengklaim jihad beliau batal, menyerukan hijrah terbatas, dan meninggalkan medan amal dan hijrah beliau. Mereka tidak menyatakan bahwa orang yang tidak mau bergabung dengan mereka berdosa, menebar ancaman, memecah belah, atau menganggap batal semua kelompok lain. Sebaliknya, mereka tetap fokus pada pekerjaan hingga mendapatkan kemenangan dan bergabung dengan negeri Islam.

Demikian pula pada zaman khilafah, tidak ada khilafah yang dibentuk untuk membatalkan jihad mujahidin, memecah belah mereka, atau menyeru mereka untuk melakukan perlawanan terhadap para guru, tokoh, dan ulama mereka di negeri yang keluar atau memisahkan diri dari khilafah. Sebaliknya, para ulama menyerukan agar mereka teguh pada manhaj mereka, didukung khilafah dan saling berkirim surat. Khilafah tidak menyeru mereka agar meninggalkan medan jihad mereka, membatalkan jamaah mereka, dan tidak menganggap dosa siapa pun yang tidak bergabung.

Sejarah telah merekam kemuliaan dan keteguhan kelompok-kelompok Islam dengan pemimpin daan ulama di suatu negeri yang terpisah dari khilafah; keluar dari wilayah hukum dan baiatnya, dan tempat tinggal mereka masuk ke dalam kekuasaan Dinasti Ubaidiyyin, Tartar, maupun Tentara Salib.

Oleh karena itu, kami memperingatkan masyarakat Muslim dan tokoh-tokoh mereka dari seruan yang memecah belah barisan, menggoyahkan bangunan, dan memporak-porandakan mujahidin. Kami menyeru mereka agar tidak terpengaruh oleh ancaman pemikiran, moral, dan perasaan yang dihembuskan oleh para penyeru kepada perpecahan. Tetaplah teguh pada perjanjian, dan bersatu di bawah pemimpin kalian untuk menampakkan kebenaran, tanpa takut kepada orang yang menyelisihi atau yang tidak peduli hingga urusan Allah datang.

aqoute6

Saya akhiri beberapa peringatan ini:

  • Imam Al-Haramain dalam bukunya, Ghiyatsul Umam fie At-Tiyats Adh-Dhulm, mengatakan, “Jika suatu zaman kosong dari imam dan kekuasaan yang memiliki keberanian, kekuatan, dan keilmuan, maka semua urusan (kaum muslimin) diwakilkan kepada para ulama. Semua masyarakat dengan berbagai tingkatannya harus merujuk kepada ulama mereka dalam setiap urusan hukum dan mengikuti pendapat mereka. Bila mereka melakukan itu, maka mereka mendapatkan petunjuk ke jalan yang benar. Ulama suatu negeri menjadi pemimpin kaum muslimin. Bila mereka sulit bersatu pada satu ulama, maka penduduk setiap wilayah dan tempat mengikuti ulama masing-masing. Bila dalam satu wilayah banyak ulamanya, yang diikuti adalah yang paling tinggi ilmunya.”

Orang-orang yang mengumumkan khilafah hari ini kondisinya lebih lemah daripada itu. Sebab deklarasi itu tidak didukung dan tidak dikuatkan, atau tidak ada satu pun ulama rabbani yang condong kepada mereka secara akidah, manhaj, rujukan, dan pemikiran. Maka hendaknya orang yang cerdas merenungkan hal ini baik-baik. Mengapa mereka kehilangan kepercayaan ulama yang tulisan dan buku-bukunya mereka pelajari? Mengapa para ulama itu berpaling dan tidak mendukung? Padahal para ulama itu tidak takut celaan siapa pun (untuk mendukung kebenaran). Ini harus dijawab!

  • Khilafah tidak dapat dicapai dengan klaim, nama tanpa realita, ataupun angan-angan saja, tetapi dengan realisasi di bumi nyata. Ketika Umar menamai Abu Bakar sebagai khalifah, maka Abu Bakar tidak langsung menjadi khalifah hanya dengan nama itu saja. Tetapi, Beliau tidaklah menjadi khalifah secara nyata kecuali setelah dibaiat oleh mayoritas sahabat dan urusan kaum muslimin diserahkan kepadanya tanpa ada yang protes.

Maka setiap amir yang tidak diakui oleh jamaah kaum muslimin dan tokoh mereka dari kalangan ulama rabbani maka ia adalah amir jamaah atau amir wilayahnya yang terbatas, bukan Amirul Mukminin secara keseluruhan atau khalifah seluruh kaum muslimin. Orang yang tidak berbaiat dan hijrah kepadanya tidaklah berdosa. Sebab, keengganan para ulama tepercaya untuk mendukung kelompok berlabel khilafah seperti ini menunjukkan bahwa jamaahnya bukanlah jamaah yang dipercaya dalam urusan agama dan dunia.

  • Harus dikatakan bahwa seandainya di medan jihad tidak ada kecuali jamaah ini saja, niscaya para ulama berdasarkan ilmu mereka berbondong-bondong mendukung amirnya karena mereka pun menginginkan amir yang paling mewakili mujahidin. Tidak diragukan bahwa mereka lebih mewakili daripada para thaghut dan penguasa murtad. Tetapi medan jihad di sana penuh dengan kelompok perang yang berkompetisi di dalamnya. Beberapa kelompok memiliki kekuatan dan jumlah seimbang. Dan ada kelompok yang lebih unggul dalam manhaj dan kepemimpinan. Maka tidak wajib menduhulukan yang kurang unggul daripada yang lebih unggul.
  • Terakhir, kami tidak akan pernah berhenti mengoreksi jamaah Daulah. Dan kami tidak ingin musuh-musuh Islam bergembira dengan kata-kata kami. Atau mereka mengira bahwa kami akan bergabung dalam barisan mereka yang sejatinya musuh-musuh Islam itu tidaklah melawan jamaah Daulah, melainkan melawan proyek daulah dan khilafah Islam sesungguhnya. Kami tidak akan membuat mereka gembira dengan apa yang kami tulis.

Kami menulis tidak untuk menggembirakan musuh Islam. Kami berlindung kepada Allah bila ada kesepakatan atau proyek barter kepentingan di antara kami dengan mereka. Apa yang kami tulis dan katakan ini adalah kewajiban kami sebagai pengemban amanah ilmu untuk menyampaikan perkataan yang benar, serta mendukung ahlul haq dan kelompok-kelompoknya.

Di luar itu, kami tidak peduli siapa yang suka atau benci kepada perkataan kami. Tidak peduli siapa yang menerima dan siapa yang kerongkongannya tersumbat. Bila ridha manusia dan kehormatan yang kami cari, dengan tulisan dan perkataan kami, maka kami pasti berlayar dalam perahu Daulah, lalu mereka membawa kami terbang ke angkasa dan mengangkat kami di atas setiap kepala bahkan di atas awan.

Namun, kami tidak menginginkan itu demi membela kebenaran. Kami lebih memilih berlayar ke arah berlawanan dengan mereka meskipun ini sulit dan berat. Kami tidak akan mundur meskipun mereka menghinakan kami. Atau memberondong kepala kami dengan peluru dan mengeluarkan isinya!!

Persoalannya adalah bahwa jamaah Daulah, para pemimpin, dan juru bicaranya setiap hari mendebat kami sehingga kami terpaksa menanggapi mereka. Bila tidak, kami pasti berhenti mengeluarkan pernyataan. Perang ini tidak dideklarasikan untuk melawan jamaah Daulah dengan minimal saya sebagai pihak yang memusuhinya. Bukan itu! Kebenaranlah yang saja dukung dan saya mengeluarkan pernyataan ketika diperlukan. Sebab, mengakhirkan penjelasan saat dibutuhkan itu tidak boleh. Dan merekalah yang memaksa kami setiap saat, sehingga tidak ada jalan bagi kami untuk diam.

Ya Allah, kami memohon petunjuk, bimbingan, ketabahan, dan akhir yang baik. Semoga salam dan shalawat dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad saw beserta keluarga, dan para sahabat seluruhnya.

Abu Muhammad Al-Maqdisi
13 Ramadhan 1435 H

Diterjemahkan: Agus Abdullah

Source: http://www.tawhed.ws/r?i=12071401 [diakses pada 13 Juli 2014]

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

31 comments on “Syaikh Al-Maqdisi: Mengapa Deklarasi Khilafah Justru Memecah Belah”

  1. boy rafly

    oke oke 004

  2. AHSAN

    Wahai sodara ku Seiman ..mari kita bersatu persiapkan kekuatan dan kemampuan kita untuk menjadikan islam kembali tegak di bumi Allah…

  3. ahsa

    Ayo sadora ku SeIMAN , persiapkan kekuatan dan kemampuan kita dengan sungguh2 agar benar2 matang untuk kembalikan kejayaan ISLAM dibumi Allah …@006

  4. Burhan

    Assalamu alaikum wr wb. Kenapa syech ini terlalu apriori bahkan cenderung propokatif dengan kehadiran Daulah Islamiyah. Kalau memang tidak setuju, lebih bijak memberikan nasihat, bukan kah agama itu nasihat, dari pada mempropokasi ummat. Kami yang awam ini sangat bangga dengan kehadiran khilafah ini dengan harapan dapat mengangkat kemulian Agama, menegakkan keadilan dan menolong ummat yang saat ini terdholimi di banyak tempat. Semoga Allah swt menjayakan DI dan menghancurkan musuh-musuhnya dari kaum kafir, musyrikin dan munafikin. aqiayh. Amin. Wassalam

  5. Tergantung dari sisi mana melihatnya, bagi saya ini nasehat. kalau pake kata yang lebih halus nanti juga pasti ada saja alasan untuk menolak nasehat beliau. benar kan?

  6. sy004

    Ihdinash shiraat al mustaqim…

  7. saya setuju dengan bapak burhan.mungkin maksudnya syech tersebut yang di angkat jadi khalifah kali.pendaptnya seperti peramal,mereka mengatakan khalifah akan memecah belah umat emang saat ini umat islam tidak terpecah belah?
    justru khalifah sebuah solusi untuk menyatukan umat islam yang sudah bercerai berai

  8. Ada yg bisa jawab pertanyaan gw??? sebutkan satu saja ulama ISIS yg kompeten.. masa mengklaim jadi khilafah ga punya ulama satu pun yang kompeten? bahkan syaikh Al Maqdisi menyebut mereka ulama2 karbitan?

  9. Ramzi Yousef

    Coba kita keluar sebentar dari pro-kontra masalah ini. Coba kita buktikan, apakah Khilafah ISIS benar-benar berfungsi atau malfungsi?
    Gaza remuk redam dihajar Israel. Ke mana khalifah Al-Baghdadi?
    ISIS mengkafirkan Mursi; Mursi membuka gerbang Rafah; sekarang Mursi dikudeta, Gaza dibombardir… kapan datang tentara Khilafah untuk membuka kembali gerbang Rafah?

    Siapa sih yang tidak rindu datangnya khilafah, sebagaimana gadis mana yang tak rindu lelaki gagah datang meminangnya? Ketika seorang lelaki datang dan ditolak si gadis, apakah gadis tersebut bersalah? Lelaki itu ditolak karena si gadis ragu, apakah yang datang itu benar-benar lelaki atau bukan…

    Maaf, barangkali contoh saya di atas terlalu sarkastis. Tetapi saya membaca logika kelompok yang belum menerima khilafah ISIS ya seperti itu… Mereka ragu, apakah ini Khalifah beneran atau khilafah maen-maen sebagaimana yang sudah-sudah?

  10. agus

    Anda berkomentar, anda tidak berada dilapangan, anda berani mencela, anda diberi ilmu untuk mempelajari hadih-hadis shahih tentang perang akhir zaman, pelajarilah hadis itu kemana muara dari berdirinya khalifah ini

  11. abdulloh

    Semoga Alloh Swt. mempertemukan [ walaupun kecil sekali kemungkinannya ] keduanya [ Syaikh Al Maqdisi dan Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi ] dalam satu majelis yang selama ini memang belum pernah terjadi, sehingga perselisihan yg terjadi selama ini bisa terselesaikan secara syar’i dengan ijin Alloh, sehingga umat ini tdk bingung lagi dan bisa bersatu. Tentu itulah yang kita harapkan, mari kita bersama berdoa untuk itu. Saya berharap kita tdk menambah komentar-komentar yang menambah umat ini berpecah belah dan membuat musuh-musuk Islam bertepuk tangan.

  12. alhamdulillah….masih ada ruang dan waktu untuk meninggikan kalimatillah di bumi…di bagian bumi manapun itu…saya tidak setuju soal sikap apriori dari sang syech…mudah mudahan dalam waktu dekat ALLOH menyatukan seluruh komponen umat ini dalam bingkai khilafah..sungguh biar sekedar jadi komentator saya sangat tidak rela jihad ini di susupi kegamangan…ALLOHU AKBAR

  13. jihad di suriah berjalan dengan sangat baik bahkan luarbiasa…
    tetapi semua hancur lebur setelah kedatangan ISIS ke suriah dan memaksa semua klompok untuk bergabung bersamanya….yang menolak diperangi dan dikatakan sahawat….sekarang mereka mendeklarasikan khilafah…dan memaksa kelompok jihad/tandzim yang lain melebur dengan mereka ataw akan mereka serang…APA INI…APAKAH INI YANG NAMANYA KHILAFAH.

    tidak ada ummat islam yang jujur kecuali pasti merindukan khilafah…
    tetapi bukan khilafah yang nakut – nakuti…

    saya berdoa kepada Alloh…apabila khilafah bentukan ISIS adalah benar..maka semoga Alloh memenangkan dan membuat kekuatannya bertambah…
    dan bila kehadiran khilafah ISIS ini salah…
    semoga Alloh segera hancurkan agar tidak ada lagi fitnah di kaum muslimin…

  14. Abu Auliya

    Wah pusing ane…., ini gimana sih, masa ‘Ulama dan Mujahidin saling mencela. Ingatlah…., ummat membutuhkan kalian..
    Kenapa justru ego yang dikedepankan..

    OK, kalau permasalahannya adalah baiat Abu Bakar Al Baghdady dengan Al-Qaidah yang dibatalkan sepihak,silakan diselesaikan secara internal. Jangan libatkan pejuang dan ummat di lapangan.

    Saya sendiri tidak mempermasalahkan siapa yang menjadi kholifah. Hanya saja dualisme ini sangat membingungkan ummat.

    Semoga Allah menjauhkan kita dijauhkan dari dampak negatif perselisihan mereka.

  15. Mas Agus kalau di lapangan, tolong beritahu dong apa yang dilakukan ISIS untuk Gaza… Soalnya kalau kita tanya-tanya terus selalu dibilang mencela, lah.. pendengki, lah.. hasad, lah.. dslb.

    Sependek pengetahuan saya tentang fitnah akhir zaman, sebelum datangnya khilafah ala manhaji nubuwah (Imam Mahdi), memang ada beberapa yang mengaku-aku khalifah.

    Artinya, yang kontra Baghdadi juga jangan terlalu serius dan pusing dengan kemunculan khilafah ISIS ini.. yang pro juga jangan terlalu fanatik dan alergi dengan mereka yang menganggap klaim Al-Baghdadi sebagai khalifah sebatas penngakuan, belum sampai pada fungsi.

  16. hanein

    Eh, jangan salah…. ISIS kan masih jadi “daulah” belum jadi “khilafah”. Kalau memang ada yang nyebut “khilafah”, tu sekedar nama aja. Jadi, memang gak berhak memaksakan kehendak buat baiat kepada mereka. Kalau ada yang mau berbaiat, jangan maksa orang juga buat ikutan baiat, karena memang ISIS belum jadi khilafah yang sebenarnya. Dan tetap jadi hak perseorangan apakah ia mau baiat atau tidak.

    Saya selalu mendukung dengan perjuangan para mujahidin, apapun dan siapapun itu. Tapi ya namanya bukan Rasul, otomatis mereka juga punya salah. Jadi ketika kesalahan itu mendapat penilaian, ya maklumilah lah… Bukan sekedar maklum, tapi ya musti berbenah..

  17. Ramzi Yousef

    Hmm… ada yang lebih “sadis” nih Gan…

    1. Penamaan khilafah oleh ISIS hanya sekadar “marketing ploy,” strategi marketing untuk mendulang dukungan dan dana.

    http://eaworldview.com/2014/07/iraq-video-analysis-islamic-states-caliphate-marketing-ploy/

    2. “Upgrade” dari Daulah ke Khilafah itu salah satunya saran dari cyber-army nya ISIS yang meminta Syaikh Baghdadi memakai nama yang lebih populer, yaitu Islamic Chalipate. Artikel ini diposting 16 Juni 2014, sebelum deklarasi Khilafah oleh Syaikh Al-Adnani:

    ISIS also uses hashtags to focus-group messaging and branding concepts, much like a Western corporation might. Earlier this year, ISIS hinted, without being specific, that it was planning to change the name of its organization. Activists then carefully promoted a hashtag crafted to look like a grassroots initiative, demanding that ISIS leader Abu Bakr al-Baghdadi declare not an Islamic state in Syria and Iraq, but the rebirth of an Islamic caliphate. The question of when and how to declare a new caliphate is highly controversial in jihadi circles, and the hashtag produced a great deal of angry and divisive discussion, which ISIS very likely tracked and measured. It never announced a name change.

    http://www.theatlantic.com/international/archive/2014/06/isis-iraq-twitter-social-media-strategy/372856/

    TAPI HATI-HATI… ITU SUMBER BARAT KOAPPIR LHO. ENTAR DITUDUH DENGKI DAN HASAD LALU TERMAKAN PROPOKASI KOAPIR. Ha…ha… ha….

  18. Yan B

    Kadang diam lebih baik bagi orang yang ragu. apalagi kalau kita baru katanya orang yang tak ada di lokasi apalagi kata sebuah web yang tentunya hanya copas dari web berbahasa arab.

    Marilah kita banyak mendengar dan membaca saja tanpa coment2 yang ga jelazzzz….

  19. menerut ane sih, syaikh al-maqdisiy masi dalam keadaan terpropokasi, masalah wajib tdknya baiat tergantung dari keabsahan khilafah itu sendiri, dan ini kembali kepada realita masing-masing, jika seorang itu sudah sampai pada keyakinan bahwah khilafah ini sah maka dia wajib berbaiat, kalau dia tidak yakin maka dia wajib mencari tahu (tabayyun) apa sebenarnya yang terjadi, semoga Allah merahmati kita semua amiin..

  20. oh iya, sepengetahuan ane, isis tidak pernah memaksa (menodongkan senjata) kepada mujahidin lain untuk berbaiat,
    contoh :
    ISIS soldier :”ayo berbaiat kalau tidak, kutembak kau dengan AK47″
    JN :”Khilafah Al-bagdady tidak sah”

  21. cah ngapax

    kula namung saged ndonga moga gusti Alloh paring ingkang langkung sae dumateng sederek2 muslim seng teng mrika

  22. cah ngapax

    kula namung saged ndonga mugi gusti Alloh paring ingkang langkung sae ,,,,,,,,(ngapax004)

  23. Lonely Jihadis

    Menurut ana, Kiblat merupakan salah satu media yang berimbang didalam memberitakan konflik yang terjadi di syam.
    Meskipun syaikh Al Maqdisi mengatakan

    Kami juga menyeru kepada semua situs Islam jihadi dan lainnya yang memperhatikan urusan kaum muslimin dan jihad mereka agar memublikasikan pernyataan ini, mendukungnya, dan menahan diri dari publikasi rilis, pidato, dan tulisan-tulisan organisasi Daulah

    /2014/05/27/syaikh-al-maqdisi-tentang-isis-dan-bagaimana-mensikapinya/

    Terjemahaan dari situs resmi beliau, http://tawhed.ws/r?i=26051401

    Ada sebagian yang mengatakan bahwa konflik ini tdk mesti terjadi jika seandainya Syaikh AimanAl-Zawahiri—semoga Allah menjaganya— tidak menerima Baiat Al Jauulani

    Jika ISIS merasa bahwa Jabhah Nusrah (JN) adalah pengkhianat lantas bagaimana perasaan Syaikh Aiman Al-Zawahiri yang telah dikhianati juga ? Pasti ada yang menjawab, ISIS bukan bagian Al Qaeda.Tapi kenyataan yang terjadi tdk seperti itu. Mau tidak mau kita harus mengakui bahwa ISIS merupakan bagian Al qaeda

    /2014/05/25/surat-terbaru-syaikh-aiman-al-zawahiri-untuk-para-ulama-yang-menaruh-hati-untuk-jihad-suriah/

    Daulah Islam Irak (ISIS) adalah cabang jamaah Al-Qaidah. Amir dan tentara ISIS memiliki kewajiban baiat di pundak mereka terhadap jamaah Al-Qaidah. Amir mereka adalah Usamah bin Ladin—semoga Allah mengasihinya—kemudian saya, yang lemah ini. Telah berulang kali dari mereka, dan saya telah menyebutkan beberapa contoh dalam hal ini. Saya ingin menambahkan contoh lain, yaitu apa yang disebutkan dalam surat Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi Al-Husani—semoga Allah menjaganya—kepada saya pada tanggal 7 Dzul Hijjah 1433.

    Atau silahkan lihat surat yang lainnya

    /2014/02/02/surat-resmi-isis-kepada-aiman-al-zawahiri/
    /2014/01/23/dewan-syariah-isis-jelaskan-berbagai-fitnah-yang-mendera-kelompoknya/

    /files/2014/01/Abu-Ubaidah-ISIS1.pdf

    Jika kita mau sedikit saja menghilangkan emosi kita maka kita akan tahu bagaimana sesungguhnya posisi ISIS yang sesungguhnya

    Buat yang mengeluarkan kata2 kotor didalam website2 Jihadis baik yg Pro maupun yg kontra dg ISIS

    “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan duduknya paling dekat kepadaku pada hari kiamat adalah orang yang akhlaknya terbaik di antara kalian. Sedangkan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat adalah orang-orang yang banyak bicara, suka ngobrol dan bermulut besar (sombong).” (HR. At-Tirmidzi).

    Orang-orang yang kurang beradab dan buruk akhlaknya itu hendaknya tahu bahwa Allah tidak akan memberikaan tempat yang tinggi dan terdekat dengan Nabi-Nya SAW dan paling dicintai beliau, kecuali dengan menjaga dirinya dalam etika dan akhlak yang baik. Hendaknya mereka bertobat, kembali, dan memperbaiki diri sebelum mendapati dirinya sebagai manusia yang paling dimurkai dan paling jauh dari Rasulullah SAW. Hendaknya mereka mengetahui siapa (kelompok) yang dipekerjakan oleh Allah untuk menolong agamanya, ketika yang lain tak mampu mengembannya.

  24. ari

    Doa untuk persatuan barisan Mujahidin lebih baik dan di dengar oleh Allah kawan…
    Jaga lisan kita dari mencaci ulama’ dan mujahidin..
    Biarlah ulama’ menjadi Ayah yang baik bagi para putranya..
    Dan semoga para Putranya menjadi putra-putra umat yang santun lagi teguh…

    ISLAM BAQIYAH fi kulli makan wa fi kulli zaman

  25. khalifah itu tidak ada yang namanya mengangkat dirinya sendiri jadi khalifah,,,,sekarang itu yang namanya khalifah itu belum ada,khalifah akan muncul jika imam mahdi udah di baiat di mekah,,tapi kalau ada orang yang ngaku khalifah ya boleh boleh aja ini kan jaman demokrasi,,,jangankan cuma ngaku khalifah ngaku nabi aja banyak kok,,,,,,ntar juga kena hukum karma sendiri,,,,,

  26. Wahai saudara saudaraku yang beriman dan bertaqwa kepada ALLAH SWT.mengapa kalian saling iri dan dengki terhadap berdirinya khalifah.kalau kalian memang benar buatlah khalifah kalian sendiri.bukankah dengki itu dosa besar yang akan di masukkan ke dalam neraka jahannam.seperti dengkinya IBLIS sama ADAM di awal penciptaan.seharusnya di dukung dengan berdirinya khilafah.oya mengenai komentar mengapa khilafah diam mengenai gaza buka diam tapi mereka sekarang lagi perang di suriah belum bisa membantu gaza karena masih terhalang oleh negara negara yang sekuler suriah,lebanon,arabsaudi.nantI insyaalah mereka bakal menancapkan bendera tauhidnya di al qudstapi setelah menguasi negara negara penghalang seperti lebanon,yordania,sebagian suriah dan irak.makanya lihat peta kekuasaan daulah islam sekrang baru 35 % wilayah suriah utara dan 50 % wilayah irak utara dan barat.mereka sekrang sedang mengepung bahgdad seharusnya kita saling mendoakan agar mereka berhasil karena mereka rela mengorbankan nyawanya demi kemuliaan islamantulah mereka jngan jatuhkan mereka .ALLAHU AKBAR.
    ZACXPOLTEX IN DURI ,RIAU.

  27. Lonely Jihadis

    Akhi Zakaria,

    yang pertama kali harus dilakukan adalah menciptakan gambaran terhadap khilafah yang sesuai dengan konsep syariat dengan gambaran yang benar, agar kita dapat menilainya dengan benar, karena menilai suatu hal itu beda dengan menggambarkannya

    ABU MUNDZIR ASY SYINQITHI

    Tidak setiap org yg tdk setuju dengan ISIS kemudian bisa antum tuduh Pendengki terlebih antum qiyaskan seperti dengkinya Iblis kepada Adam.

    Silahkan simak kata2 berikut

    kami tidak akan pernah berhenti mengoreksi jamaah Daulah. Dan kami tidak ingin musuh-musuh Islam bergembira dengan kata-kata kami. Atau mereka mengira bahwa kami akan bergabung dalam barisan mereka yang sejatinya musuh-musuh Islam itu tidaklah melawan jamaah Daulah, melainkan melawan proyek daulah dan khilafah Islam sesungguhnya. Kami tidak akan membuat mereka gembira dengan apa yang kami tulis

    Kami menulis tidak untuk menggembirakan musuh Islam. Kami berlindung kepada Allah bila ada kesepakatan atau proyek barter kepentingan di antara kami dengan mereka. Apa yang kami tulis dan katakan ini adalah kewajiban kami sebagai pengemban amanah ilmu untuk menyampaikan perkataan yang benar, serta mendukung ahlul haq dan kelompok-kelompoknya.

    Di luar itu, kami tidak peduli siapa yang suka atau benci kepada perkataan kami. Tidak peduli siapa yang menerima dan siapa yang kerongkongannya tersumbat. Bila ridha manusia dan kehormatan yang kami cari, dengan tulisan dan perkataan kami, maka kami pasti berlayar dalam perahu Daulah, lalu mereka membawa kami terbang ke angkasa dan mengangkat kami di atas setiap kepala bahkan di atas awan.

    Abu Muhammad Al-Maqdisi

    Deklarasi khilafah oleh Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi telah didahului oleh bai’at terhadap Mulla Umar. Jika Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi pada asalnya adalah orang yang berbai’at kepada Syaikh Azh Zhawahiri, maka ia tidak boleh memutus bai’at itu dan mengklaim kekhilafahan untuk dirinya sendiri. Dan jika tidak ada bai’at di lehernya, maka tetap saja pembai’atannya telah didahului oleh pembai’atan Mulla Umar. Oleh karena itu ia tidak diperkenankan kecuali untuk berafiliasi kepada beliau

    Abu Mundzir Asy Syinqithi

    Kita merindukan tegaknya khilafah. Kita berusaha untuk mewujudkannya. Setiap dari kita memohon kepada Allah agar khilafah bisa ditegakkan oleh sebuah kelompok yang memiliki kekuatan yang dapat memikul beban berat ini. Namun perkara yang besar dan penting ini tidak pantas didirikan kecuali dengan kaidah-kaidah syar’i yang benar.

    Bukan dengan cara tanpa bermusyawarah dengan para pemimpin umat dan ahlul halli wal aqdi. Seluruh umat memerlukan khilafah dan umat wajib berbaiat kepada khilafah yang syar’i. Khilafah tidak tegak kecuali dengan ridha umat dengan jalan ahlul halli wal aqdi. Ini adalah sahih yang mana kita beribadah kepada Allah

    Pendapatku, bahwasanya Ahlul Halli wal Aqdi pada hari ini adalah ulama rabbani dan para pemimpin front jihad. Pemimpin dari mereka semua adalah Mullah Umar, Az-Zawahiri dan semisalnya. Dan orang-orang tidak tergambar dalam benar mereka ikatan bai’ah khilafah pada hari ini tanpa bermusyawarah dengan mereka. Kebanyakan mujahidin di Afghanistan, Pakistan dan Kashmir berbaiat kepada Mullah Umar. Dan kebanyakan mujahidin dari Jazirah Arab dan daerah Maghrib, Somalia, dan selainnya berbaiat kepada Az-Zawahiri

    Husein bin Mahmud

    “Mereka yang bergerak dari timur ke barat, mengklaim bahwa mereka ingin mendirikan syariah Allah tetapi tidak ingin membangun prasyarat dan pilar-pilarnya serta tidak mau sabar menghadapi penderitaan dalam menemukan sebuah kelompok, mematuhi pemimpin mereka, berhijrah, dan melaksanakan jihad adalah [orang-orang] jahil dan tidak memahami ajaran Nabi [Shalallahu ‘alaihi wa sallam]. “

    “Baiat saya kepada Amirul Mukminin [Mullah Umar] adalah janji agung kesetiaan, yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan riwayat-riwayat Sunnah,”

    “Setiap Muslim harus mengatur pikiran dan hatinya dan berjanji setia kepada Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar untuk janji agung ini.”

    Syaikh Usamah Bin Laden

  28. Lonely Jihadis

    Awalnya hanya tentang Jaulani, kemudian Syaikh Aiman, kemudian Syaikh Al Maqdisi, kemudian Syaikh Abu Qatadah, dan akhirnya Abu Mundzir As syinqithi sendiri kena bantah jg krn mengeluarkan sebuah tulisan yang mengatakan bahwa Mullah Umar lebih berhak menjadi Khalifah dari pada Abu Bakar Al Baghdady. Padahal Beliau adalah ulama yang dikenal membela ISIS.Krn ada ulama yang mengatakan Mullah Umar lebih berhak maka Mullah Umar yang ngga ikut2an dalam mengeluarkan statement akhirnya kena getahnya juga. Entah omongan siapa lagi yang bisa mereka dengarkan.

    Silahkan antum saksikan ucapan Abu Umar Al Kuwaitiy
    didalam Artikelnya yg berjudul

    Radd ‘Alaa Bayaan Asy Syinqiithiy
    Tanbiihul Mujaahid Al Mustanfir Min Takhliith Asy Syinqiithiy Abil Mundzir

    Bantahan Terhadap Statement Asy Syinqithiy
    Perhatian Bagi Setiap Mujahid Yang Terjun Ke Front Dari Kerancuan Abul Mundzir Asy Syinq

    Harakah Taliban adalah harakah thullaabiyyah (pergerakan para mahasiswa) ilmu syar’i lokal, dan mereka itu dikenal dengan sebutan Ahli “Dayubin” yaitu Madaris Dayubintiyyah yang ada di Afghanistan dan Pakistan, sedangkan mereka itu adalah orang-orang penganut paham aqidah Asy’ariyyah dalam hal Sifat-Sifat Allah, termasuk Mulla Umar sendiri adalah lulusan Madrasah Dayubin di Karaci, ia menimba ilmu di madrasah-madrasah Asy’ariyyah dan di dalamnya dipelajari Aqidah Nasafiyyah, dan saya pernah membacanya, maka bagaimana mungkin Imamul Muslimin dan Khalifah di atas Minhajunnubuwwah sedangkan pada mereka itu ada kesesatan ini di dalam aqidah? Ini mustahil

    apakah penganut paham Asy’ariyyah Maturidiyyah itu telah menegakkan dien? Apakah orang yang tidak mengkafirkan Shufiyyah (yang ghuluw) itu telah menegakkan dien? Dan telah terbukti nyata bahwa di antara menteri-menteri Mulla Umar di awal-awal masa Taliban itu ada orang yang tergolong shufiyyah yang ghuluw. Apakah orang yang tidak menghancurkan kubah-kubah dan kuburan-kuburan yang diibadati selain Allah itu telah menegakkan dien? Apakah orang yang tidak bara’ atau tidak mengkafirkan kaum musyrikin dengan alasan kebodohan itu telah menegakkan dien?

  29. jangan terlalu banyak komentar kalo kalian hanya bisa ngomong,,,coba perlihatkan keberanian kalian dengan berangkat ke medan jihad,,,semoga kalian mendapat jalan untuk kesana,,,gimana berani ngga…????

  30. Lonely Jihadis

    Akhi Umar Zakaria,

    “Penutup para nabi dan rasul, Muhammad SAW, mengharapkan kedudukan ini. Perhatikanlah dan renungkan, kedudukan seperti apakah yang diharapkan oleh manusia terbaik ini. Beliau berharap menjadi seorang syahid.”

    “Demi jiwa Muhammad yang di tangan-Nya, sungguh aku sangat berharap bisa berperang lalu aku terbunuh, kemudian (hidup lagi) untuk berperang lalu aku terbunuh, kemudian (hidup lagi) untuk berperang lalu aku terbunuh.” (Al-Hadits)

    “Hidup yang lama dan panjang ini diringkas oleh Nabi SAW, dengan petunjuk Allah SWT dalam sabda beliau di atas. Beliau sangat menginginkan kedudukan ini. Orang yang bahagia adalah orang yang telah dipilih oleh Allah sebagai seorang syahid.”

    Syaikh Usamah Bin Laden dari As Sahab dalam serial video Riihul Jannah (Angin Surga)

    Apa yang ditulis hanya Copy Paste dari tulisan para Ulama yang telah bertahun2 dalam dakwah Tauhid dan Jihad.Ulama2 yg senantiasa menjadi rujukan Mujahidin dalam setiap permasalahan. Apakah ucapan antum ditujukan kepada mereka ?

    LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH

    Bertakwalah kepada Allah wahai para Mujahid. Pelajarilah lagi kitab2 tentang Akhlak terhadap para ulama, terlebih ulama yang menghabiskan hidupnya untuk tauhid dan Jihad.

  31. putra raja

    semoga ALLAH segera mengungkap kebenarannya,, amien

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Serangan Israel Lumpuhkan Kehidupan di Jalur Gaza

KIBLAT.NET, Gaza City – Meski Zionis Israel telah menghujani Jalur Gaza dengan serangan bom, ketakutan akan terbunuh...

Ahad, 13/07/2014 11:44 2

Wilayah Lain

PBB: Serangan Udara Israel Langgar Hukum Kemanusiaan Internasional

KIBLAT.NET, Jenewa – PBB menegaskan pada Jum’at, (11/07) bahwa Israel telah melanggar hukum perang karena...

Ahad, 13/07/2014 11:10 1

Palestina

Hamas Luncurkan 10 Roket Ke Tel Aviv

KIBLAT. NET, Gaza – Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan 10 roket yang dilancarkan ke...

Ahad, 13/07/2014 07:56 0

Indonesia

FOS ARMI Rilis Pernyataan Sikap Terkait Invasi Israel ke Jalur Gaza

KIBLAT.NET, Jakarta – Terkait gencarnya serangan Israel ke Jalur Gaza, Forum Sillah Ukhuwah Antar Pemuda...

Sabtu, 12/07/2014 19:21 0

Myanmar

Bangladesh Larang Warganya Menikah dengan Muslim Rohingya

KIBLAT.NET, Dhaka – Pihak berwenang di Bangladesh melarang warganya menikah dengan Muslim Rohingya dari wilayah Arakan...

Sabtu, 12/07/2014 18:30 0

Irak

HRW: Keamanan Irak dan Milisi Syiah Eksekusi 255 Tahanan Sunni

KIBLAT.NET, Baghdad – Organisasi kemanusiaan internasional menuduh pasukan keamanan Irak dan milisi Syiah pro pemerintah...

Sabtu, 12/07/2014 17:41 0

Palestina

Korban Agresi Militer Israel ke Gaza Capai 112 Jiwa, Israel Pikirkan Serangan Darat

KIBLAT.NET, Jakarta – Agresi militer udara Israel ke Gaza terus berlanjut dan jumlah korban terakhir telah...

Sabtu, 12/07/2014 17:09 0

Afrika

Ribuan Rakyat Tunisia Tuntut Pembebasan Palestina

KIBLAT.NET, Tunis – Sebanyak 2.000 orang di Tunis pada Jumat (11/07) melakukan aksi protes atas...

Sabtu, 12/07/2014 16:41 0

Pakistan

Puluhan Gerilyawan Serbu Pos Militer di Pakistan

KIBLAT.NET, Islamabad – Sekitar 60 orang bersenjata, Sabtu pagi (12/07), menyerbu sebuah pos militer pemerintah...

Sabtu, 12/07/2014 16:36 0

Suriah

Pertempuran Sengit Meletus di Provinsi Hama, Suriah

KIBLAT.NET, Hama – Pertempuran sengit meletus antara pejuang dan pasukan rezim Suriah di Hama, sebagaimana...

Sabtu, 12/07/2014 16:14 0

Close