... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muslim Uighur Tidak Gubris Pelarangan Ibadah Ramadhan

Foto: Foto: reuters

KIBLAT.NET, Urumqi – Pihak berwenang China telah memberlakukan pembatasan terhadap aktiifitas keagamaan Muslim Uighur selama bulan Ramadan, melarang pegawai pemerintah dan anak-anak sekolah berpuasa, kelompok hak asasi menyebut kebijakan itu sebagai upaya tahunan sistematis China untuk menghapus identitas Islam di kawasan itu.

Pihak berwenang China membenarkan laporan tentang pelarangan puasa itu, mereka berdalih larangan itu dimaksudkan untuk melindungi kesehatan siswa, dan pembatasan pada praktek agama oleh pejabat pemerintah dimaksudkan untuk memastikan negara tidak mendukung agama tertentu.

Namun di Kashgar, di provinsi Turkistan Timur (Xinjiang), kota paling barat China, dekat perbatasan dengan Tajikstan dan Kyrgyztan, Muslim Uighur mengatakan kebijakan pembatasan agama telah menjadi bumerang bagi pemerintah China. Menurut laporan Al Jazeera, penduduk setempat menjadi lebih taat menjalankan ajaran Islam, bahkan banyak yang menemukan cara untuk menantanng segala hal terkait pembatasan China, seperti menghadiri masjid atau membaca salinan Al-Qur’an.

Turkistan Timur (Xinjiang) yang letaknya strategis di perbatasan Asia Tengah kaya dengan sumber daya alam, sangat penting untuk pertumbuhan kebutuhan energi China. Analis mengatakan banyak dari hasil sumber daya dinikmati oleh Cina Han, memicu kebencian di antara masyarakat Uighur.

Sebelum wilayah itu dianeksasi Republik Rakyat China pada tahun 1949, hampir semua orang di sana adalah Uighur, tetapi jumlahnya telah menurun sejak aneksasi itu, turun hingga setengahnya pada tahun 2000, karena puluhan juta etnis China Han Cina didorong untuk tinggal di Turkistan Timur oleh pemerintah.

BACA JUGA  Favipiravir Buatan Jepang Disebut Efektif Obati Corona

Pergeseran demografis, dipercepat pada tahun 1990-an saat Beijing mulai membangun wilayah Xinjiang, undang-undang pembatasan terhadap Uighur untuk mempraktekkan ajaran Islam juga diberlakukan. Pada tahun 1997, China mengeksekusi 30 separatis Uighur, memicu gelombang serangan oleh militan hingga menewaskan ratusan orang, sebagian besar warga sipil.

China Tangkap Ratusan Uighur

Sementara itu, China membongkar 40 kelompok lebih yang mereka sebut “geng teror kekerasan” dan menangkap lebih dari 400 orang di Xinjiang sejak pemerintah melakukan tindakan penumpasan pada bulan Mei, kata media pemerintah, Senin (7/7).

Angka-angka tersebut adalah penghitungan terbaru dari upaya China untuk mengendalikan kelompok yang dituding bertanggung jawab atas serangkaian serangan berdarah.

“Di antara banyak kasus, biro keamanan publik menerima petunjuk dari masyarakat pada 10 kasus, yang menyebabkan penangkapan lebih dari 100 orang, penyitaan setumpuk alat peledak, bahan baku dan alat-alat,” demikian Legal Daily, surat kabar milik Partai Komunis yang berkuasa mengatakan.

Selebaran multimedia propaganda ekstremis agama juga disita, kata surat kabar itu.

Pada tanggal 23 Mei, pihak berwenang meluncurkan kampanye penumpasan satu tahun, setelah pemboman ‘bunuh diri’ pada bulan itu yang menewaskan 39 orang di sebuah pasar di ibukota Xinjiang, Urumqi.

Pada bulan Maret, 29 orang ditikam sampai mati di sebuah stasiun kereta api di barat daya, kota Kunming.

Kelompok Uighur di pengasingan dan aktivis hak asasi manusia mengatakan kebijakan represif pemerintah di Xinjiang, termasuk kontrol pada Islam telah memicu kerusuhan. Namun, tudingan itu disangkal oleh Beijing.

BACA JUGA  Favipiravir Buatan Jepang Disebut Efektif Obati Corona

“Kebijakan politik China akan menyebabkan lebih banyak rakyat yang dituduh dengan tidak adil,” kata Dilxat Raxit, juru bicara kelompok pengasingan Kongres Uighur Dunia mengatakan dalam sebuah email.

Editor: Qathrunnada

Sumber: Aljazeera

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Foto

Foto: Operasi Militer AQAP Terhadap Pos Perbatasan Saudi

KIBLAT.NET – Berikut foto-foto aksi penyerangan Mujahidin Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) terhadap pos perbatasan Wadiah,...

Selasa, 08/07/2014 11:49 0

Indonesia

Relawan Suriah dan Mahasiswa Turun ke Jalan, Gelar Kampanye Kemanusiaan

KIBLAT.NET, Semarang – Syam Organizer daerah Semarang menggelar aksi kampanye kemanusiaan dengan turun ke jalan....

Senin, 07/07/2014 22:16 0

Indonesia

TNI AD: Pilpres 9 Juli Berpotensi Menimbulkan Kerawanan Keamanan

KIBLAT.NET, Jakarta – TNI Angkatan Darat menyatakan ada beberapa daerah di Indonesia memiliki potensi kerawanan...

Senin, 07/07/2014 22:07 0

Indonesia

Duh, Kuota Mudik Gratis Via Kapal Laut Telah Terpenuhi

KIBLAT.NET, Jakarta – Meski baru beberapa hari Kementerian Perhubungan membuka pendaftaran mudik gratis, namun calon pemudik...

Senin, 07/07/2014 19:36 0

Turki

Istanbul, Pusat Seni Kaligrafi di Dunia

KIBLAT.NET, Istanbul – “Al-Quran diturunkan di Mekah, dibaca di Kairo dan ditulis di Istanbul,” begitu...

Senin, 07/07/2014 18:21 0

Indonesia

Empat Tahanan Tertuduh Teroris dari Mako Brimob Dipindah ke Malang

KIBLAT.NET, Malang – Puluhan aparat kepolisian dan petugas Kejaksaan Negeri Kota Malang nampak berjaga-jaga di Bandara Abdulrachman...

Senin, 07/07/2014 17:26 0

Indonesia

Jaksa Belum Siap, Tuntutan Adam Amrullah Urung Dibacakan

KIBLAT.NET, Bekasi – Agenda sidang lanjutan kasus tuduhan pencemaran nama baik Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra...

Senin, 07/07/2014 15:30 0

Myanmar

Bentrokan Mandalay Dipicu Fitnah Keji Biksu Wirathu di Facebook

KIBLAT.NET, Mandalay – Pihak berwenang memberlakukan jam malam di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, setelah...

Senin, 07/07/2014 15:29 0

Indonesia

Hina Simbol Islam di Bulan Ramadhan, The Jakarta Post Minta Maaf

KIBLAT.NET, Jakarta – Surat kabar nasional berbahasa Inggris, The Jakarta Post merilis permohonan maafnya setelah...

Senin, 07/07/2014 14:45 0

Indonesia

The Jakarta Post Diduga Muat Karikatur Lecehkan Kalimat Tauhid

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebuah karikatur melecehkan kalimat tauhid yang tertera pada bendera kelompok bersenjata Islamic...

Senin, 07/07/2014 11:54 6

Close