... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Khilafah Islam, Antara Mimpi dan Realita

KIBLAT.NET – Pro-kontra penegakkan kekhilafahan Islam ala gerakan jihad ISIS terus berlanjut, tapi saya disini tidak ingin membicarakan hal itu. Biar yang lebih mumpuni dan faqih dalam ilmu agama yang menilai sah atau tidaknya proklamasi Khilafah Islamiyah itu.

Khilafah Islamiyyah adalah cita-cita puncak dari serangkain perjuangan menegakkan Islam oleh semua gerakan-gerakan Islam modern, apapun manhaj perjuangan mereka. Ada yang memperjuangkan Khilafah dengan cara dakwah, tarbiyah dan dengan mengangkat senjata. Intinya, semua bertujuan untuk menegakkan syariat Islam, dan ini adalah cita-cita sejak runtuhnya kekhilafahan terakhir di Turki.

Deklarasi Khilafah ala ISIS yang menguasai beberapa wilayah di Irak dan Suriah, lebih bagus jika kita melihatnya sebagai sebuah model ujicoba pemerintahan Islam. Saya menyebut Khilafah Islam ala ISIS ini sebagai prototipe atau purwarupa. Purwarupa menurut Wikipedia adalah bentuk awal (contoh) atau standar ukuran dari sebuah entitas.

Ketika melihat kekhilafahan ala ISIS, saya menawarkan sudut pandang untuk melihat mereka yang jauh disana sebagai sebuah uji coba penerapan syariat Islam. Kekhilafahan yang didirikan oleh gerakan jihad Irak bisa menjadi bahan penelitian nyata bagaimana sebuah gerakan bersenjata mampu mengkontrol wilayah-wilayah yang dikuasai oleh musuh-musuhnya dan menegakkan sebuah hukum yang bersumber kepada wahyu-wahyu Illahi.

Dengan adanya Kekhilafahan Islam ala ISIS yang ada saat ini, kita bisa menemukan gambaran nyata bukan hanya sekedar pembacaan atas literatur-literatur tentang pemerintahan Islam. Bukan pula sekedar pepesan kosong atau mimpi bagaimana sebuah pemerintahan Islam ditegakkan. Jika masih ada kekurangan dan kesalahan seperti kata-kata saya tadi, itulah yang menjadi kewajiban ulama dan orang-orang berilmu untuk memberi masukan, kritik dan saran kepada pemerintahan Islam tersebut.

BACA JUGA  Narapidana di Penjara SDF Berontak, Sejumlah Tahanan ISIS Kabur

Dan ISIS termasuk para pendukungnya, ketika menegakkan atau menyebut dirinya sebuah kekhilafahan Islam harus membuka diri dari masukan saran dan kritik dari kaum muslimin untuk menyerap energi-energi positif; dan menjadikannya sebuah kekuatan besar untuk memajukan Khilafah itu agar tetap eksis. Khilafah yang dideklarasikan ISIS harus bisa benar-benar menjadi pusaran kaum muslimin berkumpul untuk bersama Khalifah dan Khilafah menjadikan Islam sebagai pondasi dunia modern hari ini. Bukan sekedar legitimasi sebuah kelompok.

Ketika Kekhilafahan Islam itu menutup diri dari masukan dan kritik kaum muslimin seluruh dunia, bisa dipastikan itu bukan Khilafah tapi barulah sebatas kelompok atau jama’ah. Karena ketika sebuah entitas membawa nama kaum muslimin, suka atau tidak suka harus bersinggungan dan berinteraksi dengan berbagai cara pandang kaum muslimin yang bermacam-macam dalam melihat kekhilafahan itu sendiri. Khilafah Islam harus mampu mengayomi dan melindungi seluruh entitas gerakan, jama’ah, keluarga besar kaum muslimin.

Pada akhirnya, kita dihadapkan pada sebuah realita bahwa telah ada gerakan Islam yang memproklamirkan Khilafah Islam. Suka atau tidak suka, itu adalah pencapaian yang sangat luar biasa dari mimpi-mimpi dan kerinduan untuk hidup dalam naungan Islam, yang menyatukan kaum muslimin setelah menggelandang hampir 100 tahun tanpa Khilafah Islam. Proyek kebaikan ini lebih baik untuk dikawal dan selalu diingatkan agar tetap lurus di jalan yang semestinya daripada untuk dibatalkan kembali.

BACA JUGA  Narapidana di Penjara SDF Berontak, Sejumlah Tahanan ISIS Kabur

Dan tentu saja ini adalah wajah kaum muslimin seutuhnya bahwa perjuangan Islam tak pernah selesai, tak hanya menegakkan khilafah lalu semua problematika secara otomatis hilang tapi ini hanya sekedar sebuah permulaan dari perjuangan panjang yang tak akan pernah selesai hingga selesai nafas atau selesai dunia.

Terakhir, mengutip dari salah seorang analis barat yang dimuat di Viva.co.id (Senin, 30/07/2014), “Apapun penilaian yang ada terkait legitimasinya, pengumuman bangkitnya kembali Kekhalifahan ini adalah perkembangan paling signifikan dari kelompok mujahidin sejak peristiwa 9/11,” kata Charles Lister, pengajar di Brookings Doha Center.

 

*Kahar Aidit, admin twitter @Partai_Golput

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Permintaan Maaf Jakarta Post Dinilai Tidak Hilangkan Unsur Pidana

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Umum PP Persatuan Islam (Persis), Irfan Safruddin menilai permohonan maaf The...

Selasa, 08/07/2014 13:23 0

Philipina

Filipina Kembali Tangkap Anggota Abu Sayyaf

KIBLAT.NET, Basilan – Pasukan keamanan Filipina menahan seorang anggota kelompok Abu Sayyaf yang mereka tuding...

Selasa, 08/07/2014 13:00 0

Indonesia

PBNU: Jakarta Post Harus Dituntut Atas Penodaan Agama

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama (NU) berniat menuntut Jakarta Post karena telah...

Selasa, 08/07/2014 12:38 2

Lebanon

28 Orang Didakwa Terlibat Perencanaan Serangan di Lebanon

KIBLAT.NET, Beirut – Dua puluh delapan orang telah didakwa terlibat perencanaan serangan bom dan terlibat...

Selasa, 08/07/2014 12:30 0

Asia

Muslim Uighur Tidak Gubris Pelarangan Ibadah Ramadhan

KIBLAT.NET, Urumqi – Pihak berwenang China telah memberlakukan pembatasan terhadap aktiifitas keagamaan Muslim Uighur selama...

Selasa, 08/07/2014 12:00 0

Arab Saudi

Arab Saudi Penjarakan Empat Orang yang Hendak Ke Irak

KIBLAT.NET, Riyadh – Sebuah pengadilan di Arab Saudi menjatuhkan hukuman penjara bagi empat orang yang...

Selasa, 08/07/2014 11:51 0

Foto

Foto: Operasi Militer AQAP Terhadap Pos Perbatasan Saudi

KIBLAT.NET – Berikut foto-foto aksi penyerangan Mujahidin Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) terhadap pos perbatasan Wadiah,...

Selasa, 08/07/2014 11:49 0

Suriah

Faksi-Faksi Pejuang Suriah Bentuk Kekuatan Bersatu untuk Selamatkan Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Faksi-faksi pejuang di utara Suriah baru-baru ini mengeluarkan pernyataan bersama untuk membentuk...

Selasa, 08/07/2014 11:31 0

Afghanistan

Ashraf Ghani Menang Pemilu Afghanistan, Capres Abdullah Menolak

KIBLAT.NET, Kabul – Kubu Calon presiden Afghanistan Abdullah Abdullah menolak hasil awal pemilu yang berlangsung...

Selasa, 08/07/2014 11:14 0

Irak

Dewan Pemuka Suku: Kami Tak Berkoordinasi dengan Daulah, Namun Kami Tak Perangi Mereka

KIBLAT.NET, Kurdistan – Dewan Revolusi Pemuka Suku Irak, Senin (07/07), menyatakan tidak berkoordinasi dengan Organisasi...

Selasa, 08/07/2014 10:47 0

Close