Anggaran Seragam Jilbab Polwan Telah Disetujui DPR

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggaran untuk pengadaan seragam anggota Polwan yang ingin berjilbab saat melaksanakan tugas, telah disetujui Komisi III DPR RI. Keputusan ini nantinya akan ada pada bagian mata anggaran sarana dan prasarana aparatur Polri dalam RAPBN 2015.

“Kalau dulu pernah dipermasahkan soal anggaran yang tidak ada, sekarang pada RAPBN 2015 sudah kita sepakati,” kata Al Muzammil Yusuf, Wakil Ketua Komisi III DPR saat memimpin rapat pada Rabu (2/07). “Kita tunggu realisasi penggunaan jilbab melalui SK Peraturan Kapolri,” imbuhnya.

Kepolri terdahulu, Jenderal Timur Pradopo, dalam rapat kerja dengan DPR sebelumnya telah menampilkan 62 contoh rancangan jilbab. Menurut politisi PKS ini, paparan dalam rapat tersebut tinggal ditindaklanjuti oleh Kapolri yang saat ini menjabat.

Timbul pertanyaan mengenai Surat Perintah (Sprint) Kapolri terkait jilbab yang tahun ini kembali diterbitkan. Padahal tahun 2013 lalu surat sejenis pernah dikeluarkan. “Apa beda Sprint No.1164 26 Juni 2013 dengan Sprint No.1063 17 Juni 2014 dan sejauh ini bagaimana perkembangan pembahasannya?” ungkap Taslim, anggota Komisi III dari Fraksi PAN.

Wakapolri Komjen Pol. Badrotin Haiti menjelaskan munculnya Sprint No.1063 2014 berkaitan dengan rencana Brimob untuk memiliki seragam model baru. Kapolri kemudian memerintahkan pembahasannya disatukan dengan proses penyiapan seragam bagi Polwan yang ingin mengenakan jilbab.

Pengadaan seragam polwan berjilbab ini masuk ke dalam program generik Polri. Berdasarkan prioritasnya, pagu indikatif Polri dijabarkan ke dalam 13 program yang terdiri atas 6 program generik dan 7 program teknis yang dilaksanakan oleh 1.230 satuan kerja di lingkungan polri.

BACA JUGA  BPJPH Tunggu Ketetapan Fatwa MUI untuk Terbitkan Sertifikat Halal Vaksin

“Khusus dalam program ini, terdapat alokasi anggaran untuk pengadaan kelengkapan perorangan polri, termasuk anggaran pengadaan seragam polwan berjilbab untuk polwan yang beragama islam sebanyak 10.546 orang (74,05 persen) dari jumlah total 14.242 orang polwan”, jelas Wakapolri Badrodin Haiti.

Menurut Wakapolri pelaksanaan jilbab Polwan masih harus menunggu peraturan Kapolri. “Kalau Peraturan Kapolri belum ada memang belum bisa dilaksanakan, yang pasti anggaran sudah disiapkan pada 2015 nanti. Dari 10546 anggota Polwan muslim itu kita sedang inventarisir berapa orang yang ingin berjilbab termasuk nantinya PNS Polri juga akan diatur di dalamnya, kalau indexnya sudah kita siapkan,” ungkap Badrodin.

Editor : Imam S.

Sumber : Viva News

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat