... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Kuliah Ramadhan: Adab Terhadap Al-Qur’an

اَلْحَمْدُ للهِ الْعَزِيْزِ الْغَفُوْرِ، اَلَّذِيْ جَعَلَ فِي اْلإِسْلاَمِ الْحَنِيْفِ الْهُدَي وَالنُّوْرِ، اَللَّهُمَّ صَلِّيْ عَلَي حبيبنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمَرْسَلِيْنَ وَعَلَي آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ اْلأَخْيَارِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, yang menjadikan petunjuk dan cahaya di dalam Dienul Islam yang lurus, Ya Allah sampaikanlah doa keselamatan atas pemimpin kami Muhammad, penutup para nabi dan rasul, dan juga atas keluarganya yang mulia dan para sahabat pilihan semuanya.

Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang paling mudah dan membuahkan pahala yang berlimpah. Sungguh beruntung jika ada yang dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ibarat orang yang berdagang dan mampu memanfaatkan momen yang ada.

Para jamaah sekalian…

Namun, dibalik berlimpahnya pahala dan kemudahan dalam mendapatkannya, ini menjadi sebuah momok bagi beberapa orang yang mengaku beragama Islam tetapi tidak konsisten dengan keislamannya. Memang dalam hal keduniawian mereka adalah pakarnya, akan tetapi dengan kitab sucinya sendiri, yang seharusnya menjadi pedoman hidup malah mereka acuhkan. Sungguh pemandangan ironi yang mungkin akan kita dapati jika ada seorang Muslim yang tidak mengenal kitab sucinya sendiri. Namun, hal ini adalah fakta yang memang ada dan terjadi.

Sebenarnya bagaimanakah adab-adab seorang Muslim kepada Al-Qur’an itu?

Adab-adab seorang Muslim terhadap Al-Qur’an adalah

1. Meyakini bahwa Al-Qur’an itu benar dan tidak ada keraguan di dalamnya.

Allah berfirman,

ذَالِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (QS. Al-Baqoroh: 2)

Seseorang tidak akan mungkin mau melaksanakan atau menjadikan sesuatu sebagai pedoman sebelum yakin akan kebenaran dan tidak ada keraguan di dalamnya. Setiap Muslim harus yakin dan percaya bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril. Setiap Muslim harus yakin bahwa tidak ada keraguan sedikitpun di dalam Al-Qur’an, karena Allah telah menjamin kemurnian Al-Qur’an dan Allah sendirilah yang akan menjaganya.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَا فِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr: 9)

Keyakinan dan tidak adanya keraguan adalah adab pertama bagi setiap Muslim kepada Al-Qur’an.

2. Mampu membaca Al-Qur’an

Sungguh naif jika ada seseorang yang mengaku Muslim dan mengaku Al-Qur’an adalah pedoman hidupnya tetapi tidak mampu membaca Al-Qur’an. Apakah jadinya jika seseorang tidak mampu membaca kitab pedoman hidupnya? Sudah dapat dipastikan, hidupnya akan terombang-ambing dan orientasi hidupnya tidak jelas untuk apa dan siapa. Padahal Allah –Subhanahu wa Ta’ala- berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan yang di dalamnya –mulai- diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan antara yang haq dan yang bathil.” (QS Al-Baqarah: 185)

Al-Qur’an berisi petunjuk yang menunjukkan perbedaan antara yang hak dengan yang batil. Apa jadinya jika kita tidak mampu membaca Al-Qur’an?

BACA JUGA  Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah sarat pahala yang paling mudah dilakukan. Rasulullah mengabarkan bagaimana pahala seseorang yang membaca Al-Qur’an.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud –Radhiyallahu ‘anhu-, beliau menuturkan, Rasulullah –Shallalahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR At-Tirmidzi)

Bahkan, Al-Qur’an nanti akan datang pada hari kiamat dan memberi syafaat bagi pembacanya

Dari Abu Umamah Al-Bahili –RadhiyAllahu ‘anhu-, beliau mengatakan, Aku mendengar Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Bacalah Al-Qur’an. Sebab pada hari kiamat ia akan datang sebagai pemberi syafaat bagi pengembannya.” (HR Muslim)

Jadi, sangatlah merugi seorang Muslim yang tidak mampu membaca Al-Qur’an. Padahal Allah telah menjamin mudahnya belajar membaca Al-Qur’an

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. Al-Qomar: 17)

3.Mempelajari Al-Qur’an

Setelah kita mampu membaca Al-Qur’an, maka adab kita selanjutnya adalah mempelajari apa yang ada di dalamnya. Belum sempurna jika kita hanya membaca Al-Qur’an tetapi tidak tahu makna yang terkandung didalamnya.

Al-Qur’an masih berisi syariat Islam yang global. Belum ada perincian yang membahas detail dalam masalah tata cara beribadah. Untuk memperjelas syariat yang global tersebut, maka Rasulullah dengan hadist yang beliau sabdakan memperjelas dan memperinci segala hal yang masih terkesan global dalam Al-Qur’an.

4. Mengamalkan apa yang ada di dalam Al-Qur’an

Setelah meyakini bahwasanya tidak ada keraguan di dalam Al-Qur’an, kemudian mampu membacanya kemudian mempelajari apa yang ada di dalamnya, maka adab selanjutnya adalah mengamalkan apa yang telah kita pelajari.

Pengamalan ilmu adalah sebuah apresiasi yang harus dilakukan seseorang yang telah berilmu. Tidak berguna jika ada orang yang telah mempelajari Al-Qur’an tetapi tidak pernah mengamalkannya.

Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

“Dan sesungguhnya kalau mereka mengamalkan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).” (QS. An-Nisaa: 66)

Berkata Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhumaa:

“Barangsiapa yang berusaha mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, maka Allah akan menunjukkan mereka apa yang belum mereka ketahui.”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pun menambahkan ancaman bagi yang tidak mengamalkan ilmunya.

من تعلم علما لم يعمل به لم يزده إلا كبرا

BACA JUGA  Di Balik Pekik Takbir Bung Tomo

“Siapa yang belajar ilmu (agama) lantas ia tidak mengamalkannya, maka hanya kesombongan pada dirinya yang terus bertambah.” (Disebutkan oleh Imam Adz Dzahabi dalam Al Kabair, hal. 75)

Jadi, telah jelas bahwa mengamalkan ilmu yang telah dipelajari menjadi sebuah keharusan dan kewajiban.

5. Mengajarkan dan mendakwahkan apa yang ada di dalam Al-Qur’an

Adab yang terakhir adalah mengajarkan dan mendakwahkan apa yang ada di dalam Al-Qur’an. Inilah tugas utama setiap Muslim untuk mendakwahkan syariat Islam. Mengajarkan Al-Qur’anul Karim serta menjelaskan (maknanya) kepada manusia adalah termasuk di antara amalan-amalan yang paling utama. Juga, sebaik-baik cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang mana, orang yang mengajarkan dan mempelajarinya akan mendapatkan kebaikan Dunia dan Akhirat.

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyAllahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

خيركم من تعلم القرآن وعلمه” رواه البخاري”.

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. al-Bukhari)

Dan pengajaran (mengajarkan) Al-Qur’an adalah salah satu pintu yang agung di antara pintu-pintu dan bidang-bidang dakwah ke jalan Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata:”Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Fushshilat: 33)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:”Dan berdakwah kejalan Allah bisa dilakukan dengan berbagai perkara (cara), di antaranya adalah pengajaran Al-Qur’an, dan ia adalah yang paling mulia (di antara semua perkara).” (Fathul Bari 9/76)

Bahkan para pengajar Al-Qur’an dan orang yang mengamalkannya adalah termasuk manusia pilihan dari umat ini, sehingga ia menjadi manusia pilihan di antara pilihan, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. ….” (QS. Ali ‘Imraan: 110)

Hal itu tidak lain karena mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya adalah pondasi yang di atasnya berdiri bangunan agama. Dengannyalah Syari’at dan hukum-hukum bisa diketahui. Dengan cahayanyalah umat mendapatkan sinar penerang. Di atas jalannyalah mereka melangkah. Dan di atas manhaj (metode)-nyalah mereka terdidik dan terbina.

Kesimpulan yang dapat kita ambil yaitu, marilah kita sebagai insan yang telah diberi kenikmatan Allah memeluk Dien Islam, kita gunakan kenikmatan ini dengan memperdalam ilmu Dien, yaitu dengan melaksanakan 5 adab terhadap Al-Qur’an yang telah dibahas di atas. Meyakini kebenaran Al-Qur’an, mampu membaca Al-Qur’an, mempelajari Al-Qur’an, mengamalkan apa yang telah dipelajari dalam Al-Qur’an dan yang terakhir adalah mengajarkan dan mendakwahkan Al-Qur’an. Wallahu A’lam bi showab

 

Penulis: Dhani El-Ashim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Dokumenter

Mujahidin Tsuwar Al-asya’ir Kuasai Markas Batalion I Dan Brigade XVI Infantri Irak

KIBLAT.NET – Mujahidin Tsuwar Al-asya’ir atau pejuang revolusioner suku-suku berhasil menguasai Markas Batalion I, Brigade...

Rabu, 02/07/2014 02:00 0

Video News

ISIS Deklarasikan Khilafah

KIBLAT.NET, Irak – Daulah Islamiyah Irak dan Syam (ISIS) melalui juru bicaranya, Abu Muhammad al-Adnani,...

Selasa, 01/07/2014 21:48 2

Suriah

Militer Suriah Intensifkan Serangan ke Kota Malihah, Pedesaan Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Militer Suriah hari ini (Selasa, 01/07) mengintensifkan kampanye militer ke kota Malihah...

Selasa, 01/07/2014 21:22 0

News

Muzakarah MUI Kota Binjai Soroti Bahaya Aliran Syi’ah

KIBLAT.NET, Binjai – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Binjai, pada Ahad (29/6), menggelar muzakarah (diskusi publik...

Selasa, 01/07/2014 21:05 1

Amerika

Lagi, AS Kirimkan 200 Personel Tempurnya ke Baghdad

KIBLAT.NET, Washington – Militer AS telah menerjunkan lebih 200 tentara untuk memperkuat keamanan di Baghdad, hal...

Selasa, 01/07/2014 20:30 0

Indonesia

Butuh Imam Tarawih dan Penceramah? Kontak LAZIS Dewan Dakwah

KIBLAT.NET, Jakarta – Di bulan Ramadhan, kebutuhan masyarakat atas para da’i semakin meningkat. Namun, menjelang...

Selasa, 01/07/2014 19:55 0

Info Event

Santri Rumah Tahfidz Al-Azmy Raih Predikat Tahfidz Terbaik

KIBLAT.NET, Tangerang – ‘’Alhamdulillah, semoga hafalannya terjaga dan terus bertambah,’’ pesan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah...

Selasa, 01/07/2014 19:35 0

Profil

Beberapa Pertanyaan Syaikh Al-Maqdisi tentang Deklarasi Khilafah

KIBLAT.NET – Deklarasi Khilafah Islam telah menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Syaikh Al-Maqdisi hari ini, Selasa...

Selasa, 01/07/2014 19:19 10

Palestina

Misi Kemanusiaan Aljazair, Swedia dan Jerman Tiba di Gaza

KIBLAT.NET, Gaza – Konvoi ke-28 misi kemanusiaan Miles of Smile tiba di jalur Gaza pada...

Selasa, 01/07/2014 19:15 0

Indonesia

LAZIS Dewan Dakwah Layani Info dan Konsultasi Produk Halal

KIBLAT.NET – Bulan Suci Ramadhan, seperti dipesankan Nabi Muhammad SAW, adalah bulan pencuci akumulasi dosa-dosa...

Selasa, 01/07/2014 18:44 0

Close