... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Inilah Jawaban Teka-Teki Seputar “Boko Haram”

Foto: Pejuang Boko Haram yang saat ini menyatakan baiatnya kepada Daulah Islamiyah pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi

KIBLAT.NET, Beberapa waktu lalu media massa ribut tentang penculikan wanita dan anak-anak yang dilakukan oleh kelompok yang disebut Boko Haram, di Nigeria. Sejuta hujatan dan kecaman diarahkan kepada kelompok yang ditengarai berafiliasi dengan Al-Qaidah itu.

Kini, kiblat.net mulai menemukan titik terang setelah syubhat seputar Boko Haram ini dihembuskan. Sebuah wawancara dengan anggota kelompok itu menguak sedikit demi sedikit tentang siapa sebenarnya kelompok tersebut; siapa yang menyematkan istilah Boko Haram kepada mereka, dan mengapa; benarkah mereka menculik wanita dan anak-anak, apa alasannya? Bagaimana manhaj perjuangan kelompok tersebut, dan, benarkah rumor yang mengatakan pendiri gerakan ini adalah seorang penganut Syiah?

Mari kita sibak sosok sebenarnya Jamaah Ahlus Sunnah lid-Dakwah wal Jihad ini. Berikut wawancara salah seorang anggotanya yang kami terjemahkan dari jihadology.net:

Bismillah dan segala puji bagi Allah, shalawat serta salam atas nabi dan utusan yang mulai, Amma Ba’du:

Di tengah penyimpangan media terhadap mujahidin di negara yang disebut Nigeria, dan di saat kampanye brutal yang digulirkan para murtadin untuk menyerang mereka (mujahidin) dan demi menolong Salibis Barat. Juga, di tengah kelemahan media yang melanda medan Jihad di negara yang disebut Nigeria, dan kita harus mengetahui dan menyelamatkan mujahidin dan umatnya dari jurang kehancuran, maka kami memutuskan mewawancarai saudara Abu Sumayyah dari Jama’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad.

Berikut wawancara sesi pertama:

P: Sebelumnya, mungkin bisa memperkenalkan diri anda?

J: Saya saudara kalian, Abu Sumayyah an-Nigeri dari Jama’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad

P: Kenapa mereka memanggil kalian dengan nama ‘Boko Haram’?

J: Pemerintah Nigeria dan orang-orang yang menyelisihi manhaj kami lah yang memberikan nama itu. Nama kelompok kami sebenarnya adalah Jam’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad.

P: Kenapa mereka menamakan kalian demikian?

J: Mereka menjuluki kami dengan nama ini (Boko Haram) karena kami melarang anak-anak muslim bersekolah di sekolah-sekolah Nasrani yang ada di negara kami. Karena, di dalamnya diajarkan pembatal-pembatal keislaman dan perkara-perkara lainnya yang menyelisihi pemahaman Islam kami serta menghancurkan dasar-dasar agama.

P: Berikan contoh dari apa yang anda katakan tadi…

J: Anak-anak kaum muslimin mempelajari teori Darwin bahwa manusia itu berasal dari Kera, dan tidak ada kehidupan akhirat dan Hisab. Jika meninggal, nyawa (ruh) manusia akan berpindah ke tubuh yang lain. Mereka diajari kesucian Salib dan slogan-slogan agama Kristen. Dan juga, antara wanita dan laki-laki bercampur dan perbuatan senonoh menyebar di antara mereka. Kami melarang belajar di tempat-tempat seperti itu.

BACA JUGA  Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

P: Apakah wanita-wanita yang anda culik dari sekolah-sekolah itu?

J: Iya, mereka adalah para pengikut Nasrani.

P: Apa tujuan menculik wanita-wanita dari sekolah tersebut?

J: Kami memiliki istri-istri dan anak-anak perempuan di tangan pemerintah. Kehormatan dan tubuh mereka dilecehkan. Tidak ada seorang pun yang memperhatikan mereka dan kami ingin menyelamatkan mereka.

P: Kembali ke permasalahan awal, siapa pendiri kelompok ini?

J: Syaikh Muhammad Yusuf rahimahullah

P: Jelaskan sedikit biografi beliau kepada kami!

J: Beliau adalah Syaikh Muhammad bin Yusuf dari suku Borno dan menikah dengan empat istri serta memiliki 21 anak laki-laki dan perempuan. Beliau terbunuh pada umur 40 tahun. Beliau berkembang di sekolah Islami dan berguru kepada para ulama Nigeria di Meidaguri, seperti Syaikh Aba Aji Waquni Qabjan dan Syaikh Jakfar rahimahullah, yang telah mengajarkan ilmu tafsir kepadanya dan ulama-ulama ternama lainnya. Beliau tidak berhenti belajar pada satu Syaikh, sampai mendapatkan rekomendasi untuk mengajarkan apa yang dipelajarinya dari Syaikh tersebut.

P: Menurut kabar yang beredar, Syaikh Muhammad bin Yusuf adalah seorang pengikut Syiah yang bertaubat dan kembali ke madzhab Ahlu Sunnah?

J: Ini adalah kabar bohong dan berita mengada-ada yang dihembuskan oleh musuh-musuh kelompok Islam. Padahal, mereka paham betul bahwa beliau tumbuh dan berkembang di Nigeria, dan tidak pernah keluar dari negara itu kecuali hanya satu kali untuk menunaikan ibadah haji dan Umrah, itu pun beliau segera kembali ke Nigeria. Di suku Borno dan para ulamanya tidak ditemukan ajaran Syiah sedikitpun. Mereka mengetahui hal ini dan mengetahui akidah Syaikh Muhammad Yusuf.

P: Bagaimana manhaj dan akidah beliau?

J: Beliau di atas akidah dan manhaj Ahlu Sunnah wal Jama’ah dengan pemahaman Salafus Shalih, baik dalam perkataan, perbuatan serta keyakinan. Oleh karenanya, kelompoknya dinamakan dengan Jama’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal jihad. Beliau juga telah mengarang kitab yang diberi judul ‘Inilah Akidah Kami’ yang berisi keyakinan dan manhaj yang beliau anut. Jika Allah menghendaki, kita akan menelaah bersama kitab beliau, Insyallah.

P: Sebagian orang menuduh kalian adalah Khawarij?

J: Kami bukan Khawarij. Kami berlepas diri atas nama Allah dari manhaj Khawarij. Kami tidak mengkafirkan seorang Muslim karena dosa besar selama ia tidak menghalalkannya, atau mengingkari sesuatu yang sudah jelas dalam agama, sebelum menegakkan hujah atasnya dan terpenuhi syarat-syarat kekafiran. Atau, ia melakukan suatu perbuatan dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan keislaman, yang telah dijelaskan oleh ulama bahwa perbuatan itu membatalkan agama. Kami juga berpegang atas apa yang disyaratkan ulama dalam mengkafirkan individu, dari menegakkan hujjah dan melihat penghalang-penghalang kekafiran.

BACA JUGA  Alhamdulillah, Arab Saudi Izinkan Umrah Mulai 4 Oktober

P: Bagaimana kalian menyikapi Demokrasi dan dewan perundang-undangan yang menciptakan undang-undang yang menyelisihi Islam?

J: Ini termasuk dari salah satu pembatal keislaman, dan kami berpendapat ini kufur terhadap Allah azza wa jalla. Karena, hakikat demokrasi adalah hukum rakyat untuk rakyat, padahal Allah berfirma; ‘sesunguhnya hukum hanyalah milik Allah’

P: Bagaimana pendapat kalian tentang Amerika Serikat, piagam-piagamnya dan perkantoran-perkantorannya, seperti bank internasional dan pengadilan internasional?

J: Kami berlepas diri atas nama Allah dari semua itu dan kami memandangnya sebagai pembatal keislaman.

P: Apa yang diperjuangkan Syaikh Muhammad Yusuf dari dakwahnya?

J: Beliau berusaha membangun agama, akidah, ilmu dan militer umat Islam sehingga mereka siap melaksanakan kewajiban dakwah dan jihad di jalan Allah demi menegakkan kalimat Allah dan menegakkan Syariat ar-Rahman di bumi ini.

P: Mengapa beliau dibunuh pemerintah?

J: Karena mereka paham ‘bahaya’ dakwah beliau. Selain mengajarkan agama, beliau juga mengumpulkan senjata dan mendorong putra-putra umat Islam untuk berjihad dan memerangi bid’ah, kemungkaran, sihir dan tukang sulap. Atas dasar itu, pemerintah memusuhinya dan ingin sekali menghabisi beliau. Syaikh Muhammad Yusuf juga beberapa kali mendekam di penjara. Beliau pernah menawarkan Syariat Islam dan negara Islam kepada pemerintah, namun tawaran itu ditolak kemudian mereka sangat ingin membunuh beliau.

P: Apakah perjuangan (Jihad) kalian saat ini untuk membalaskan dendam Syaikh kalian atau untuk menegakkan Syariat Islam?

J: Awalnya, kami menyiapkan serangkaian persiapan untuk berjihad dan kami membangunnya dalam kurun waktu 13 tahun untuk membentuk kaum muslimin supaya siap berjihad. Akan tetapi, takdir Allah memaksa kami mendeklarasikan jihad lebih cepat setelah berjalannya waktu tujuh tahun, tepatnya ketika Syaikh dan banyak ulama serta para penuntut ilmu kami dibunuh. Sejak itu, program dakwah kami terhenti dan tiada jalan lain bagi kami kecuali mendeklarasikan Jihad, maka kami berkumpul di bawah komando Syaikh Abu Bakar Shekew hafidahullah.

P: Apakah kalian siap ikut serta dalam negosiasi dengan pemerintah untuk berhenti dari Jihad?

J: Tidak, kecuali mereka menyerah dan menegakkan Syariat Islam, atau kami mati demi membela itu.

 

Demikian wawancara pertama kami. Nantikan wawancara selanjutnya pada sesi kedua, Insyallah….

Wassalamu alaikum warahmatullah wa barakatuh…

Alih Bahasa: Sulhi
Editor : Hamdan


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Arab Saudi Pangkas Kuota Umrah untuk Jamaah Indonesia

KIBLAT.NET, Makasar – ‎Pengurus Kesatuan Tour Travel Haji dan Umrah RI (Kesthuri) Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa...

Selasa, 27/05/2014 18:29 0

Irak

HRW: Irak Gunakan Bom Barel Terhadap Rumah Sakit di Fallujah

KIBLAT.NET, Baghdad – Human Rights Watch pada hari Selasa (27/5) menuding Pemerintah Irak rezim Nuri...

Selasa, 27/05/2014 18:00 0

Malaysia

Ada Unsur Babi pada Coklat, Konsumen Muslim Tuntut Kehalalan Produk Diperketat

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Presiden PPIM, Datuk Nadzim Johan mengatakan bahwa cokelat Cadbury yang mengandung...

Selasa, 27/05/2014 17:47 0

Afrika

Kelompok Bersenjata Serang Rumah Perdana Menteri Libya

KIBLAT.NET, Tripoli – Kelompok bersenjata tak dikenal menembakkan granat ke rumah Perdana Menteri baru Libya ...

Selasa, 27/05/2014 17:30 0

Palestina

Hamas dan Fatah Bersepakat Tunjuk Rami Hamdallah Sebagai PM Palestina

KIBLAT.NET, Gaza – Gerakan perlawanan Palestina Hamas pada Selasa, (27/05) menegaskan bahwa pihaknya setuju dengan kelompok Fatah...

Selasa, 27/05/2014 17:06 0

Yordania

Kerap Berkomentar Miring di Media Sosial, Dubes Suriah di Yordania Diusir

KIBLAT.NET, Amman – Pemerintah Yordania pada hari Senin, 926/05) telah mengusir duta besar Suriah dan memberi tenggat waktu 24...

Selasa, 27/05/2014 16:52 0

Arab Saudi

Tembak Pasukan Keamanan, Putra Ulama Syiah Saudi Divonis Mati

KIBLAT.NET, Riyadh – Pengadilan Saudi pada hari Senin (26/5) menghukum mati putra seorang ulama senior...

Selasa, 27/05/2014 16:36 0

Turki

Turki Keluarkan Perintah Penangkapan 4 Pejabat Israel Terkait Serangan Mavi Marmara

KIBLAT.NET, Pengadilan Turki telah memerintahkan penangkapan empat pejabat Israel terkait keterlibatannya dalamserangan terhadap armada bantuan...

Selasa, 27/05/2014 15:31 0

Indonesia

KH Yasin Muthohhar: Penegakan Khilafah Bukan Hanya Tugas Hizbut Tahrir Saja

KIBLAT.NET, Garut – Dalam rangka memperingati isra dan mi’raj sekaligus menyongsong perhelatan Konferensi Islam dan...

Selasa, 27/05/2014 15:12 0

Indonesia

HTI Akan Gelar Konferensi Islam dan Peradaban di 70 Kota

KIBLAT.NET, Bandung – Demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis yang berlaku di Indonesia saat ini, tak...

Selasa, 27/05/2014 14:50 0

Close