... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Pemimpin Tatar Krimea: Jika Terpaksa, Kami Akan Angkat Senjata

Foto: Mustafa Jemilev, pemimpin Tatar Krimea

KIBLAT.NET, Ankara – Pemimpin Tatar Krimea Mustafa Jemilev memperingatkan bahwa pertumpahan darah tak terelakkan di Krimea setelah aneksasi Rusia dan jika rakyatnya terpaksa untuk melawan, mereka akan mampu menemukan senjata untuk melakukannya.

Berbicara kepada Al-Jazeera Turk dalam kunjungannya ke Ankara pada Selasa, mantan kepala Mejlis Tatar Krimea ini mengatakan bahwa merupakan sebuah ‘keajaiban’ jika tidak ada darah yang tertumpah di semenanjung yang memisahkan diri Ukraina itu.

Setelah menerima penghargaan ‘Medal of State’, penghargaan tertinggi di Turki, di istana kepresidenan untuk usahanya dalam meningkatkan kesadaran bagi perjuangan Tatar Krimea, Jemilev yang telah berusia 70 tahun ini mengatakan kepada Rusia bahwa saat ini bukanlah tahun 1944, mengacu pada saat warga Tatar Krimea dipaksa keluar dari tanah air mereka oleh mantan diktator Soviet Josef Stalin.

“Kalau perlu, kita juga akan mencari senjata,” katanya kepada Al Jazeera Turk. ” Kita bisa melihat tentara Rusia dan tank di jalan-jalan Krimea. Kami tidak ingin ada yang terbunuh, tapi kami akan mengambil tindakan pencegahan untuk menjaga hak-hak dan kehormatan kami,” katanya.

“Sekarang Tatar Krimea berada dalam bahaya besar. Tentara asing bercokol di tanah kami. Menjadi suatu keajaiban jika tidak ada darah yang tertumpah,” tambahnya, ia memperingatkan bahwa jika suatu hari ada seorang warga Krimea Tatar yang terbunuh tidak akan ada yang bisa menghentikan keinginan mereka untuk membalas dendam.

BACA JUGA  Warga Haiti Tuntut PBB Karena Dianggap Penyebab Wabah Kolera

Mengingat peristiwa tahun 1944, Jemilev mengatakan bahwa meskipun rakyatnya telah melalui cobaan dan penderitaan rakyatnya, mereka tidak pernah mengangkat senjata sebelum dilakukan aksi protes non-kekerasan yang lebih efektif, tetapi ia mempertanyakan seberapa jauh cara-cara damai akan bertahan.

Pada tanggal 12 April, parlemen Krimea pro-Rusia menghasilkan konstitusi baru yang secara resmi menyatakan wilayah semenanjung itu sebagai bagian dari Rusia menyusul referendum pada pertengahan Maret, di mana sebagian besar pemilih memilih untuk bergabung dengan Rusia.

300.000 Muslim Tatar Krimea membentuk 13 % dari populasi Krimea, Sebagian besar dari mereka memboikot referendum karena dianggap ilegal. [sdqfajar]

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Gerilyawan Serang Markas Rahasia di Mosul, Belasan Tentara Irak Tewas

KIBLAT.NET, Ninaweh – Serangan gerilyawan tak dikenal kembali memakan korban tentara Irak. Sedikitnya 12 tentara...

Kamis, 17/04/2014 18:45 0

Indonesia

Tertular Herpes, Korban Sodomi Tuntut Sekolah Bertaraf Internasional

KIBLAT.NET, Jakarta – Keluarga korban sodomi petugas kebersihan Taman Kanak-Kanak Jakarta International School, M (6),...

Kamis, 17/04/2014 18:32 0

Suriah

Lagi, Rezim Assad Gunakan Senjata Kimia di Pinggiran Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Aktivis oposisi meyatakan bahwa pasukan rezim Presiden Bashar Assad kembali menggunakan gas beracun...

Kamis, 17/04/2014 18:03 0

Turki

Majelis Ulama Suriah Resmi Berdiri

KIBLAT.NET, Istanbul – Ketua Rabithah Ulama Syam Syaikh Prof.Dr.Usamah Karim Ar Rifa’i membacakan pernyataan pendirian...

Kamis, 17/04/2014 17:44 0

Amerika

Peringati Bom Boston, Wapres AS Sesumbar Amerika Tak Bisa Dikalahkan

KIBLAT.NET, Boston – Wakil Presiden Amerika Joe Biden mengatakan bahwa peringatan satu tahun pengeboman mematikan...

Kamis, 17/04/2014 17:31 0

Indonesia

Amankan Paskah, Polda Metro Jaya Kerahkan 10.000 Personel Polisi

KIBLAT.NET, Jakarta – Polda Metro Jaya mengerahkan 10.000 personel kepolisian untuk mengamankan perayaan Paskah yang...

Kamis, 17/04/2014 16:52 0

Indonesia

Panglima TNI Dianggap Telah Mengkhianati Usman-Harun

KIBLAT.NET, Jakarta – Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mendesak Panglima TNI...

Kamis, 17/04/2014 16:30 1

Myanmar

Thailand Tuntut Jurnalis Pengungkap Perdagangan Muslim Rohingya di Myanmar

KIBLAT.NET, Bangkok – Dua jurnalis dari Thailand dan Australia, menghadapi tuntutan pidana di Thailand karena...

Kamis, 17/04/2014 16:16 0

Eropa

Milisi Bersenjata Pro Rusia Kuasai Kota-kota di Ukraina

KIBLAT.NET, Sloviansk – Panser-panser berbendera Rusia dengan pria-pria bersenjata berada di atasnya dan berbendera memasuki...

Kamis, 17/04/2014 15:22 0

Myanmar

Bentrok dengan Pemberontak Kachin, Komandan Senior Myanmar Terbunuh

KIBLAT.NET, Yangoon – Juru bicara kantor kepresidenan Myanmar, Ye Htut pada Rabu (16/4) telah mengkonfirmasi...

Kamis, 17/04/2014 15:03 0

Close