Paska Kematian Komandan Tinggi Irak, Jam Malam Diberlakukan di Anbar

KIBLAT.NET, Anbar – Sehari setelah tewasnya komandan tinggi operasi gurun dan darat militer Irak, Letjen Hasan Karim Khudhair (sebelumnya disebutkan Hasan Baidhowi), pasukan keamanan di provinsi Anbar mengumumkan memberlakukan jam malam di beberapa daerah di distrik Warawah dan Hait, utara provinsi tersebut. Hasan bersama sejumlah pengawalnya tewas setelah helikopter yang ditumpanginya jatuh.

Dilaporkan kantor beritak Irak, Shout Iraq, sejumlah sumber militer mengatakan bahwa pasukan keamanan pada hari Rabu (16/04) memberlakukan jam malam di daerah (Aanah, Rawah dan Hait) di provinsi Anbar. Sumber-sumber itu menunjukkan bahwa pemberlakuan ini buntut dari tewasnya komandan tinggi operasi gurun dan darat militer Irak, Hasan Karim Khudair, pada Selasa sebelumnya (15/04).

Sebagaimana diberitakan kiblat.net, Hasan tewas bersama empat pengawalnya dan dua perwira lainnya di daerah Heit. Mereka tewas setelah helikopter yang ditumpangi rombongan tersebut jatuh.

Departemen Pertahanan Irak mengumumkan bahwa insiden kecelakaan tersebut akibat kerusakan teknis yang dialami helikopter. Namun, sejumlah sumber menyebutkan bahwa sebelum heli tersebut jatuh akibat serangan pejuang Sunni di wilayah tersebut.

Kantor berita Sky News Arabia, Rabu, mengatakan bahwa sekelompok faksi pejuang bernama ‘Dewan Militer An-Bar’ mengumumkan bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat tersebut.

Menurut keterangan Departemen Pertahanan, pada saat itu letjen Hasan tengah melakukan kunjungan ke titik-titik militer yang berada di bawah komandonya. [hunef]

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat