... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Iqamatuddin, antara Ifrath dan Tafrith

Dalam proses pembangunan kekuatan menuju kesuksesan ber-iqomatuddiin, para muqimuddiin akan senantiasa berhadapan dengan konsekuensi, antara  ditangkap, dipenjarakan, dibunuh, atau diusir.  Tidak ada pilihan yang ke empat. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah Subhaana wa ta’ala,

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS. Al Anfaal: 30)

إِنْ يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُوا لَكُمْ أَعْدَاءً وَيَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوءِ وَوَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ

“Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti (mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.” (QS. Al Mumtahanah: 2)

Ketiga konsekuensi tadi sudah menjadi siklus yang berulang setiap masa. Merupakan satu paket hukum “aksi–reaksi”. Selama aksinya sama, reaksinyapun akan sama. Demikian terus berlangsung sepanjang zaman.

Maka siapapun yang akan melakukan aksi, seharusnya sudah menyiapkan antipasi untuk menghadapi reaksi yang  sudah bisa diprediksi kemungkinannya akan sama dengan zaman-zaman sebelumnya. Itu semua adalah satu bentuk ikhtiari, sesuai yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam dan para shahabatnya. Untuk hasilnya, itu adalah urusan Allah Ta’ala.

Tidak bisa di pungkiri, bagi mereka yang mencoba meretas jalan istiqomah, akan dihadapkan antara dua keadaan. Satu sisi ada rasa ketakutan dan kekhawatiran akan resiko diri maupun keluarganya, sehingga tidak jarang ketika  faktor ini yang lebih dominan, para aktivis cenderung mlempem dan penakut. Tapi di sisi lain, ada dominasi rasa optimis dan keberanian menanggung resiko, yang berakibat melaksanakan tindakan dengan ukuran pribadi, tidak  memikirkan efek yang akan muncul setelah itu.

Perlu digarisbawahi oleh para aktivis, Ahlus Sunnah adalah mereka yang selalu i’tidal (adil) dan tawashuth (proporsional).  Berfikir dan bersikap senantiasa mengacu pada pertimbangan, tidak ifroth (berlebihan) dan tidak tafrith (meremehkan), tidak ghuluw dan tidak pula taqshir. Termasuk dalam menghadapi konsekuensi-konsekuensi perjuangan, mereka pun bersikap proporsional. Takut tapi tidak berlebih, berani namun tidak kebablasan.

Takut adalah hal wajar bagi seorang Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam pun tidak menyalahkan  seorang  mukmin yang memiliki rasa takut. Hanya, rasa takut perlu dikelola dan dihilangkan atau setidaknya  diminimalisir. Salah satunya adalah dengan doa. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam mengajarkan kepada kita  agar senantiasa ingat dan membacanya di pagi dan sore hari:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ و الْبُخْلِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ قَهْرِ الرِّجَالِ

“Ya  Allah, sungguh aku berlindung kepada Engkau dari kekhawatiran dan kesedihan dan aku berlindung kepada Engkau dari lemah kemampuan dan lemah kemauan (malas) dan aku berlindung kepada Engkau dari kepengecutan dan  kekikiran dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan tekanan musuh.”  (HR. Abu Dawud)

Rasa takut pernah juga menghinggapi para sahabat ketika mereka melaksanakan tugas beresiko. Dan ternyata salah  satu cara menghilangkan rasa ketakutan itu adalah dengan membangun kebersamaan dengan para ikhwah. Keberanian untuk menolong, melindungi bahkan berkorban, muncul ketika antar sesama ikhwah saling  memotivasi, mengingatkan dan memberi sugesti. Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Anfaal: 72)

Tentunya bangunan keberanian yang dicapai oleh sekelompok ikhwah dalam menghilangkan ketakutan senantiasa dibangun di atas kesiapsiagaan. Tidak terlena dengan situasi dan tidak tertipu dengan kondisi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا

“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!” (QS. An Nisaa’: 71)

Demikian pula ketika Allah Ta’ala menggambarkan  pelaksanaan waspada dalam shalat Khouf.

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً وَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

‘Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.” (QS. An Nisaa’: 102)

Semoga Allah Ta’ala menjadikan  kita memiliki keberanian dan tingkat kewaspadaan yang sesuai dengan irodah syar’iyah-Nya. Aamiin…

Naskah: Syurafa

Editor: Rudy

 

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Visualisasikan Nabi, Film “Noah” Dicekal di Tiga Negara

KIBLAT.NET, Los Angeles – Kontroversi semakin menyeruak seiring dirilisnya film Hollywood terbaru berjudul ‘Noah’. Tiga...

Selasa, 11/03/2014 15:51 0

Qatar

Dokumen Aljazeera Klaim Iran Perintahkan Pemboman Lockerbie

KIBLAT.NET, Doha –  Sebuah film dokumenter baru yang disiarkan oleh Al Jazeera Qatar mengklaim pemboman...

Selasa, 11/03/2014 15:30 0

News

Arrow III, Senjata Anti Rudal Terbaru Israel

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Yair Ramati, Kepala Organisasi Rudal Pertahanan Israel menolak untuk memberikan keterangan...

Selasa, 11/03/2014 15:06 0

Suriah

Sudutkan ISIS, Al-Jazeera Rilis Video Usang

KIBLAT.NET, Aleppo – Sebuah video pembantaian mengerikan terhadap warga sipil Suriah beberapa waktu lalu tersebar...

Selasa, 11/03/2014 15:00 0

Palestina

Emirat Arab Tangguhkan Proyek Pembangunan Perumahan di Gaza

KIBLAT.NET, Gaza – Pemerintah Hamas di Jalur Gaza mengumumkan pada hari Minggu (9/3) bahwa Uni...

Selasa, 11/03/2014 14:00 0

Rusia

Tentara Rusia Lepaskan Tembakan di Pangkalan Militer Krimea

KIBLAT.NET, Krimea – Seorang pria bersenjata tidak dikenal dilaporkan melepaskan tembakan ke udara saat mereka...

Selasa, 11/03/2014 13:00 0

Syam

Israel Siap Kerjasama Sistem Pertahanan Rudal dengan Yordan

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Usulan jenderal AS pada hari Senin (10/3) untuk meng-upgrade sistem anti-rudal...

Selasa, 11/03/2014 12:30 0

Asia

China Tangkap Aktivis AIDS Uighur

KIBLAT.NET, Urumqi – China menangkap seorang aktivis AIDS Uighur dengan alasan membahayakan keamanan nasional, sebuah...

Selasa, 11/03/2014 12:00 0

Suriah

Sejumlah Milisi Syiah Hizbullah Tewas Akibat Mortir Teman Sendiri

KIBLAT.NET, Damaskus – Sejumlah milisi Syiah Hizbullah di daerah Kalamoon, pedesaan Damaskus, dilaporkan tewas dan...

Selasa, 11/03/2014 11:15 0

Wilayah Lain

Sekitar 300 Warga Jerman Bertempur di Barisan Pejuang Suriah

KIBLAT.NET, Berlin – Bumi jihad Suriah masih menjadi tujuan utama bagi mujahidin-mujahidin asal benua Eropa....

Selasa, 11/03/2014 10:30 0

Close