... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tokoh Uigur Ilham Tohti Terancam Hukuman Mati

KIBLAT.NET, Urumqi – Seorang tokoh Ekonomi Uighur tidak mungkin menerima pengadilan yang adil dan ia bisa menghadapi hukuman mati setelah dituduh separatisme di Xinjiang China (Turkistan Timur), kata pengacaranya, pada hari Rabu (26/2).

Polisi Beijing pada bulan lalu menahan Ilham Tohti, seorang profesor yang telah memperjuangkan hak-hak minoritas Muslim Uighur di Xinjiang. Kerusuhan di Xinjiang telah menewaskan lebih dari 100 orang pada tahun lalu, digunakan sebagai alasan oleh pihak berwenang untuk mengeluarkan kebijakan yang represif.

Setelah penahanannya Tohti dipindahkan ke ibukota Xinjiang, Urumqi. Pada hari Selasa (25/2) istrinya diberitahu perihal bentuk tuduhan kepada Tohti. Kasusnya telah menarik perhatian dari Amerika Serikat dan Eropa terkait pelanggaran hak asasi manusia.

“Untuk gelar, namanya telah menghitam di pengadilan opini publik,” kata pengacara Tohti, Li Fangping mengatakan melalui telepon dari Urumqi, Li juga mengaku belum diizinkan untuk melihat kliennya setelah satu setengah bulan di tahanan.

“Kami harus menunggu dan melihat apakah sidang akan dijaalankan dengan adil. Kami tidak merasa optimis.”

Jika terbukti bersalah, Li mengatakan, Tohti kemungkinan besar akan menerima hukuman antara 10 tahun hingga seumur hidup di penjara, tetapi hukum pidana China juga memberikan hukuman mati bagi separatisme. Dengan wilayah perbatasan strategis seperti Xinjiang dan Tibet, separatisme dianggap sebagai kejahatan serius di China.

BACA JUGA  China Berencana Buat Bulan Imitasi, Diluncurkan Tahun 2020

“Ini termasuk kemungkinan (hukuman mati). Jika tidak ada situasi kekerasan lainnya, hukuman dikenakan 10 tahun hingga seumur hidup,” kata Li.

Istri Tohti menolak tuduhan itu dan menilainya sebagai tuduhan ” konyol ” .

“Dia tidak pernah melakukan kejahatan separatisme seperti yang mereka tuduh,” katanya kepada Reuters Television. “Dan saya berada di bawah begitu banyak tekanan. Saya tidak terlalu bebas meninggalkan rumah sendiri – di mana pun sya pergi, (polisi) selalu membuntuti saya . “

Li mengatakan dia yakin kliennya ” orang yang sangat terbuka dan transparan. Semua yang ia lakukan terdapat di dalam wawancara, dalam kelas kuliah dan konten online-nya.”

Kelompok Advokasi untuk Tohti mengatakan Tohti telah menantang pengakuan resmi versi pemerintah China yang inkonsisten, terkait beberapa insiden yang melibatkan warga Uighur . Termasuk serangan bunuh diri di Lapangan Tiananmen Beijing pada bulan Oktober, yang melibatkan militan dari Xinjiang.

“Tuduhan separatisme oleh China merupakan alasan politik untuk menekan Uighur yang berani mengungkapkan perbedaan pendapat,” Kata juru bicara kelompok utama Uighur di pengasingan, Kongres Uighur Dunia, Dilxat Raxit yang mengatakan dalam sebuah pernyataan email.

Tohti, seorang pengajar di Universitas Minzu Beijing mengkhususkan diri dalam studi etnis minoritas, Tohti mengatakan kepada Reuters pada bulan November bahwa agen keamanan negara telah mengancam dia untuk tidak berbicara kepada wartawan asing.

BACA JUGA  Tentara Thailand Cabuli Muslimah Pattani di Bawah Umur

“Saya tidak pernah berhubungan diri dengan organisasi teroris atau kelompok¬† teroris asing,” kata Tohti kepada Radio Free Asia pada tahun lalu dalam sebuah pernyataan yang ia pesankan untuk dirilis jika ia ditahan.

“Saya hanya mengandalkan pena dan kertas dalam berdiplomasi meminta hak asasi manusia, hak-hak hukum, dan hak daerah otonom bagi Uyghur.”

Kementerian luar negeri, satu-satunya departemen pemerintah yang secara teratur menjawab pertanyaan-pertanyaan dari media asing, menolak memberikan komentar langsung dalam kasus ini.

“Saya percaya China adalah negara dengan aturan hukum dan kekuasaan kehakiman yang akan mengadili perkara dengan cara yang adil dan legal,” kata juru bicara Kementerian, Hua Chunying dalam konferensi pers pada hari Rabu (26/2). (qathrunnada)

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Merasa Tidak Kenal, MUI Nilai Narasumber Tempo Berbohong

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan tidak kenal dengan pengusaha Singapura Imran Musa...

Kamis, 27/02/2014 13:23 0

Indonesia

MUI: Laporan Utama Tempo Anti Islam

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai kreator dan penulis yang terkait dalam laporan...

Kamis, 27/02/2014 12:56 0

Wilayah Lain

Milisi Kristen Afrika Tengah Kepung 15 Ribu Lebih Umat Islam di Pengungsian

KIBLAT.NET, Bangui – Milisi-milisi bengis Kristen di Republik Afrika Tengah dilaporkan mengepung lebih dari 15...

Kamis, 27/02/2014 07:55 0

Indonesia

Caleg PKS Sulut: Syiah Itu Islam

KIBLAT.NET, Jakarta – Asri Rasjid seorang caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil Sulut II,...

Rabu, 26/02/2014 16:52 0

Indonesia

MUI: Majalah Tempo Lecehkan Ulama dan Umat Islam

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan tampak geram dengan karikatur, cover hingga...

Rabu, 26/02/2014 16:24 0

Indonesia

Surat Bantahan Halal Food Eropa Atas Pemberitaan Tempo

KIBLAT.NET, Jakarta – Dewan Sertifikat Makanan Halal Eropa atau Halal Food Council of Europe (HFCE)...

Rabu, 26/02/2014 15:22 0

Indonesia

Ulama Kuwait Kunjungi Kantor Pusat Dewan Dakwah Islamiyah

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menerima kunjungan ulama besar Kuwait, Syaikh...

Rabu, 26/02/2014 14:22 0

Wilayah Lain

Bahrain Ancam Warganya yang Berjihad di Suriah

KIBLAT.NET, Bahrain – Kementerian Dalam Negeri Bahrain, Selasa (25/02), memperingatkan warganya untuk tidak terlibat dalam...

Rabu, 26/02/2014 08:40 0

Myanmar

Pegiat: Instruksi Pemerintah Myanmar Dorong Diskriminasi Kepada Muslim Rohingnya

KIBLAT.NET, Rakhine – Kelompok pegiat Hak Asasi Manusia baru-baru ini menemukan dokumen yang memperlihatkan bukti...

Rabu, 26/02/2014 06:46 0

Turki

Beredar Foto Mata-mata Rusia Pembunuh Warga Chechnya

KIBLAT.NET, Istanbul – Seorang pembunuh profesional dari kasus pembunuhan empat warga Chechnya di Istanbul pada...

Selasa, 25/02/2014 15:40 0

Close