Mujahidin dan Anggota Suku Tolak Kehadiran Tentara Irak di Anbar

KIBLAT.NET, Anbar – Anggota suku anti-pemerintah dan mujahidin Irak telah memblokir masuknya tentara Irak ke Anbar, lapor juru bicara anggota suku Muhammad al-Becari.

“Di saat bentrokan antara milisi suku dan tentara terus berlanjut, anggota suku tidak ingin tentara Irak hadir di Fallujah. Mereka siap untuk membalas jika tiba-tiba menyerang,” kata al-Becari, seperti dilansir dari World Bulletin pada Jum’at, 24 Januari 2014.

Bentrokan di Fallujah dan Ramadi telah berlangsung selama satu bulan.

Rezim Irak berpendapat bahwa operasi militer di Provinsi Anbar dilangsungkan untuk menghalau pejuang Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS).

Suku Sunni, bagaimanapun, menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan organisasi dan telah bersumpah akan melawan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki hingga turun dari jabatannya.

Beberapa kota di kawasan itu dikatakan telah berada di bawah kendali milisi anti-pemerintah. [sdqfajar]

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat