Prancis Tetap Larang Pengunaan Jilbab Bagi Muslimah

KIBLAT.NET, Paris – Pemerintah Prancis, Senin (23/12/2013), memutuskan tetap melarang penggunaan jilbab oleh Muslimah yang bahkan hanya menjadi relawan pemandu wisata siswa sekolah. Larangan itu menggunakan dalih netralitas agama dalam pelayanan publik.

Dewan Negara, dalam analisis setebal 32 halaman, memberikan saran kepada pemerintah terkait administrasi dalam sengketa ini. Menurut Dewan Negara, aturan soal netralitas tersebut seharusnya tidak berlaku bagi para ibu yang membantu menjadi pemandu bagi anak-anak yang berkunjung ke museum.

Namun, Menteri Pendidikan Perancis Vincent Peillon tetap mengumumkan bahwa larangan penggunaan jilbab untuk para relawan itu akan berlanjut. Dia mengatakan, Dewan Negara dalam analisisnya juga mengatakan sekolah dapat memberlakukan aturan internal terkait persoalan itu.

“Memo (menetapkan larangan jilbab itu) tetap berlaku,” kata Peillon dalam pernyataan setelah penerbitan analisis Dewan Negara. Aturan pelarangan pemakaian jilbab bagi para relawan berlaku di Perancis sejak tahun lalu, sebagai salah satu kebijakan dalam beberapa tahun terakhir yang memperketat aturan soal sekularisme.

Sejak 10 tahun lalu Perancis melarang pengenaan jilbab di sekolah dan pada 2011 melarang pula penggunaan cadar di ruang publik. Aturan pelarangan penggunaan jilbab bagi para relawan ini sebelumnya juga sudah diterapkan untuk layanan bisnis seperti penitipan anak yang dikelola swasta.

Kritik datang dari komunitas Muslim atas keputusan tersebut. Mereka menilai larangan yang terus berlanjut dan meluas di Perancis ini merupakan bentuk diskriminasi. Setidaknya terdata ada 5 juta Muslim menjadi penduduk minoritas di Perancis, meskipun tercatat sebagai yang terbesar di sebuah negara di Eropa. [sdqfajar]

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat