... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

BNPT yang Bingung

Foto: BNPT penanggungjawab program deradikalisasi

KIBLAT.NET – Tampil di TV One menemani Abdurrahman Ayyub dan Ali Hasan Al-Hallabi Sabtu malam lalu, wajah Ansyaad Mbai tampak sumringah. Mungkin sebab agenda “cuci otak” para teroris dengan menghadirkan tiga ulama asal Timur Tengah, berjalan mulus. Ulama itu adalah Dr. Najih Ibrahim. Dia merupakan petinggi Jamaah Islamiyah Mesir. Karya-karyanya menjadi rujukan aktivis pergerakan, tak terkecuali di Indonesia.

Tentu saja, karya-karya tersebut ditulis sebelum dokter spesialis kulit ini berubah dari pemikiran jihad. Dr. Najih sendiri mengatakan bahwa karya-karya tersebut adalah qoul qadim (pendapat masa lalu) yang berbeda dengan keyakinannya hari ini.

Orang kedua adalah Ali Hasan Al-Halabi. Dikenal sebagai tokoh Salafi asal Jordan. Namun Komisi Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa Saudi’ pernah mengeluarkan Fatwa No 21517 tertanggal 14-06-1421 Hijriah bahwasanya Ali Hasan Al-Halabi adalah bermazhab Murji’ah yang menyimpang dan bathil.

Sedangkan orang ketiga, Hisyam An-Najjar seperti Dr. Najih Ibrahim mantan JI Mesir.

Melihat latar belakang ketiga tokoh tersebut, tampak sekali kebingungan BNPT selaku promotor acara tersebut. Bagaimana sebuah acara yang didesain untuk melawan pemikiran para jihadis namun menghadirkan para tokoh yang sebelumnya sudah “cacat” di mata para jihadis tersebut? Alih-alih dapat mempengaruhi pemikiran para “teroris,” kedatangan ketiga tokoh tersebut bagai vaksin yang awalnya hendak mendeligitimasi, namun akhirnya makin mempertebal keyakinan mereka selama ini.

BACA JUGA  Editorial: Corona, Iman, dan Imunitas Kita

Kebingungan itu kemudian melahirkan dagelan baru. Dalam pertemuan dengan beberapa narapidana “terorisme”, salah satu tokoh itu menyimpulkan bahaya ideologi takfir sebagai: Takfir muqaddimah tafjir (gampang mengkafirkan adalah jalan bagi aksi pemboman).

Mungkin BNPT menganggap pelaku tindak pidana terorisme yang diungkap akhir-akhir ini berlatar belakang takfiri, gampang mengkafirkan. Namun sadarkah BNPT bahwa diskursus takfiri itu sendiri belum rampung di kalangan para aktvis jihad, bahkan sesama terpidana kasus “terorisme”? Di luar konteks aplikasinya yang berlebihan, bukankah para ulama itu seharusnya sadar bahwa takfir adalah bagian dari syariat Islam?

Kebingungan itu sebenarnya berangkat dari pemahaman yang salah kaprah. Yaitu, menganggap perbedaan tafsir tentang jihad sebagai cikal-bakal terorisme. Silang pendapat tentang definisi dan aplikasi jihad adalah wacana fikih. Ini yang kemudian diseret kepada kepentingan politik berupa kampanye anti-terorisme dengan BNPT sebagai promotor. Mestinya, wacana ilmiah ini dikembalikan kepada domain induknya, yaitu para ilmuwan dan akademisi. Tanpa embel-embel dan campurtangan BNPT yang memang sedari awal penuh motif dan kepentingan politik.

Pada akhirnya Pemerintah harus mengakui bahwa program deradikalisasi selama ini gagal total. Bahkan sejak 2010 lalu, Menkumham Patrialis Akbar mengatakannya sebagai program yang gagal. “We have to say that generally the program has failed,” sebagaimana ditulis thejakartaglobe.com. Saat itu, Patrialis ingin melibatkan psikolog, kriminolog dan ulama untuk “menjinakkan” pemikiran para “teroris.” Kini semuanya telah terlibat, termasuk psikolog senior DR. Sarlito Wirawan. Namun, justru di hadapan obyek deradikalisasi seperti Abu Rusydan, DR. Sarlito dengan jujur mengakui kegagalan program deradikalisasi.

BACA JUGA  Wabah Corona dan Lemahnya Komunikasi Pemerintah

Hingar-bingar pesta BNPT bersama tiga tokoh Timur Tengah kemarin menutup tahun anggaran 2013. Kini, di penghujung tahun, saat yang tepat untuk kembali mengevaluasi: masih layakkah negara membiayai sebuah program yang bingung dan gagal itu?

Penulis: Tony Syarqi
Editor: Ibnu Yaman

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Ulama BNPT Bungkam, Saat Ditanya Aktifis Islam di LP Cipinang

KIBLAT.NET, Jakarta – Ali Hasan Halabi, Hisyam Nijar dan Najih Ibrahim adalah tiga tokoh yang...

Sabtu, 14/12/2013 23:29 0

Indonesia

Tak Shalat Berjama’ah, Pegawai di Kabupaten Rohul Riau akan Terkena Sanksi

KIBLAT.NET, Pekanbaru – Pemkab Rokan Hulu (Rohul) Riau mewajibkan seluruh PNS dan pegawai honorer di...

Sabtu, 14/12/2013 22:40 0

Afrika

Ledakan Bom Kembar Tewaskan 1 Orang dan Lukai 17 Lainnya di Kenya

KIBLAT.NET, Nairobi – Satu orang tewas dan 17 orang lainnya luka berat setelah ledakan bom...

Sabtu, 14/12/2013 21:57 0

Afrika

Serangan Bom Tewaskan Dua Tentara PBB di Kidal, Mali Utara

KIBLAT.NET, Kidal – Setidaknya dua tentara tewas dalam serangan bom bunuh diri yang menargetkan pasukan...

Sabtu, 14/12/2013 21:44 0

Suriah

Pertempuran Sengit Meletus di Kota Adra, Pedesaan Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Setelah kehilangan kontrol kota Adra, pedesaan Damaskus, pada Rabu lalu (11/12), pasukan...

Sabtu, 14/12/2013 21:14 0

Indonesia

Bahas Takfir dan Tafjir, Aktivis Islam di LP Cipinang Debat Tokoh Undangan BNPT

KIBLAT.NET, Jakarta – Bak seorang hakim, para tokoh Timur Tengah yang diundang BNPT langsung mengusung...

Sabtu, 14/12/2013 19:50 0

Suriah

Aktivis Bantah Pejuang Suriah Bantai Warga Sipil di Adra, Pedesaan Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Aktivis Revolusi Suriah, Jum’at kemaren (13/12), membantah berita yang menyebutkan bahwa pejuang...

Sabtu, 14/12/2013 18:58 0

Indonesia

Ternyata, Hisyam Najjar Caleg Partai Salafi An-Nuur di Alexandria

KIBLAT.NET, Jakarta – Saat ditemui oleh ketiga tokoh Timur Tengah yang jauh-jauh didatangkan oleh BNPT...

Sabtu, 14/12/2013 18:36 0

Indonesia

Waspadai Takfir dan Tafjir, Pesan BNPT pada Aktivis Islam di LP Cipinang

KIBLAT.NET, Jakarta – Usai sudah agenda BNPT mendatangkan tiga tokoh Timur Tengah ke Indonesia. Agenda...

Sabtu, 14/12/2013 17:41 0

Inggris

Muslim Inggris Alami Serangkaian Gangguan Keamanan

KIBLAT.NET, Hull – Sejumlah komunitas Muslim di Inggris mengalami serangkaian aksi gangguan berunsur SARA, pada...

Sabtu, 14/12/2013 16:54 0

Close