... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ulama BNPT Bungkam, Saat Ditanya Aktifis Islam di LP Cipinang

Foto: Ali Hasan Al-Halabi bungkam saat ditanya para aktifis islam di LP Cipinang, pada Rabu lalu, (11/12).

KIBLAT.NET, Jakarta – Ali Hasan Halabi, Hisyam Nijar dan Najih Ibrahim adalah tiga tokoh yang didatangkan BNPT dari Timur Tengah. Sepekan ini mereka berkeliling ke kantong-kantong yang dianggap strategis untuk menebarkan sebuah syubhat pemikiran. Menjauhkan umat dari jalan jihad.

Ketiganya sepakat bahwa masalah takfir dan tafjir (pengkafiran dan aksi pemboman, red) ini tengah menjadi problem kontemporer.

“Takfir dan tafjir ini lebih berbahaya dari penjajahan. Solusinya hanyalah dakwah. Sebab, senjata itu tidak bisa merubah pemikiran,” demikian syubhat yang mereka sampaikan saat bertemu dengan para aktifis Islam di LP Cipinang, Rabu lalu.

Di sinilah letak kesalahannya. Pihak BNPT, melalui agen-agennya, telah menjatuhkan vonis takfir dan tafjir sedari awal kepada para aktivis Islam di LP Cipinang.

“Mereka ingin mencitrakan bahwa jihadis itu seolah-olah orang yang mudah mengkafirkan dan pelaku pemboman,” ujar Abu Ammar, salah satu aktifis Islam yang terkena jerat UU Anti-teror di ruang besuk LP Cipinang kepada Kiblatnet, Jumat, 13 Desember 2013.

Ini menjelaskan bahwa kerangka berfikir mereka jelas-jelas versi Barat dan kelompok anti Islam. Ketiga ulama tersebut masih terkungkung dengan definisi ala Barat, bahwa terorisme itu adalah “gerakan yang mengangkat senjata untuk membela kaum Muslimin, tanah air kaum Muslimin dan menegakkan syariat Islam.”

Kasus napi “terorisme” di Indonesia pun, sangat beragam latar belakang dan faktanya. Contoh, sebagiannya adalah kasus jihad membela kaum Muslimin dari serangan Nasrani di Poso dan Ambon. Dalam Islam, hal itu adalah jihad membela diri yang disyariatkan. Sebagiannya adalah kasus latihan “militer” di Aceh, dalam Islam, terhitung I’dad yang juga diperintahkan Allah Ta’ala. Sebagian lainnya adalah juru dakwah yang mendakwahkan tauhid dan penegakan syariat. Sebagian lainnya adalah kasus anggota POLRI yang terlibat kasus jual beli senjata untuk mengisi kantong pribadi. Dan ada kasus-kasus lainnya yg beragam latar dan faktanya. Inilah kejanggalan berpikir BNPT dan agen-agennya.

BACA JUGA  Hukum Keluar dari Daerah yang Terkena Wabah COVID-19

Saat sesi tanya jawab pada pertemuan Rabu lalu. Salah seorang aktivis yang tertuduh teroris, Abu Anas mempertanyakan posisi  negara-negara boneka penjajah kepada para ulama deradikalisasi ini.

“Bukankah setelah jatuh khilafah Turki Utsmani, kemudian tanah air umat Islam dibagi-bagi sesama bangsa Eropa, berdasar perjanjian Sykes-Picot, kemudian peran Barat dalam mengontrol kolonialisme diserahkan kepada para rezim boneka. Pertanyaan saya, apakah anda setuju jika rezim boneka tersebut adalah penjajah dan kewajiban kita untuk melawan penjajahannya?” Tanya Abu Anas.

Rupanya, mereka bertiga kelimpungan.

Setelah didesak terus akhirnya mereka menjawab, “Ya mereka adalah boneka, pengkhianat, zalim. Tapi, apakah mereka kafir?”. Ali Hasan Al-Halabi bertanya balik.

Abu Anas menjawab, “Soal kafir atau tidak itu seperti pernyataan anda di depan, kita serahkan kepada qadhi atau ulama mujtahid masing masing, karena kita berbeda dalam hal ini. Tetapi, sikap kita terhadap rezim yang loyal dan bekerja untuk penjajah, apakah cukup dengan dakwah?

Para ulama deradikalisasi itu pun tak bisa menjawab. [sdqfajar]

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tak Shalat Berjama’ah, Pegawai di Kabupaten Rohul Riau akan Terkena Sanksi

KIBLAT.NET, Pekanbaru – Pemkab Rokan Hulu (Rohul) Riau mewajibkan seluruh PNS dan pegawai honorer di...

Sabtu, 14/12/2013 22:40 0

Indonesia

Bahas Takfir dan Tafjir, Aktivis Islam di LP Cipinang Debat Tokoh Undangan BNPT

KIBLAT.NET, Jakarta – Bak seorang hakim, para tokoh Timur Tengah yang diundang BNPT langsung mengusung...

Sabtu, 14/12/2013 19:50 0

Indonesia

Ternyata, Hisyam Najjar Caleg Partai Salafi An-Nuur di Alexandria

KIBLAT.NET, Jakarta – Saat ditemui oleh ketiga tokoh Timur Tengah yang jauh-jauh didatangkan oleh BNPT...

Sabtu, 14/12/2013 18:36 0

Indonesia

Waspadai Takfir dan Tafjir, Pesan BNPT pada Aktivis Islam di LP Cipinang

KIBLAT.NET, Jakarta – Usai sudah agenda BNPT mendatangkan tiga tokoh Timur Tengah ke Indonesia. Agenda...

Sabtu, 14/12/2013 17:41 0

Indonesia

Tersangka Korupsi Al-Quran Akan Ungkap Aktor Besarnya

KIBLAT.NET, Jakarta – Berkas penyidikan kasus pengadaan kitab suci Al-Quran Kementerian Agama APBNP 2011-2012, untuk...

Sabtu, 14/12/2013 15:56 0

Turki

Erdogan Serukan Rakyat Bangladesh Lakukan Perjuangan Politik

KIBLAT.NET, Ankara – Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa 300 orang bisa mendapatkan...

Sabtu, 14/12/2013 14:00 0

Video News

Bom Syahid Guncang Markas Syiah di Daraa 30 Tewas

KIBLAT.NET – Jabhah Nusrah wilayah Daraa merilis Sebuah bom mobil berkekuatan 4 ton  bahan peledak...

Sabtu, 14/12/2013 09:32 0

Indonesia

Bakesbangpol Gresik Ragu Tutup Aktifitas Majelis Tafsir Al-Quran

KIBLAT.NET, Gresik – Meski DPRD dan MUI Kabupaten Gresik telah memberi sinyal agar ditutup. Badan...

Sabtu, 14/12/2013 08:00 0

Indonesia

Menteri Agama Sebut Atheis Bagian dari Demokrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Agama Suryadharma Ali mengklaim, atheis bisa dianggap sebagai bagian dari kebebasan...

Sabtu, 14/12/2013 06:45 0

Indonesia

Abu Rusydan: BNPT Pasti Kalah!

BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) baru saja menghelat acara kontroversial. Tiga tokoh sekelas ulama didatangkan...

Jum'at, 13/12/2013 21:53 0

Close