... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Chechnya Khawatir Pejuang Suriah Asal Kaukasus Kembali ke Negaranya

Foto: Tentara Rusia/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Grozny – Sebuah unit pasukan keamanan Rusia berlatih untuk melawan kelompok Islam yang berjuang di Suriah, karena khawatir mereka mungkin bermigrasi dari konflik Timur Tengah untuk bergabung dengan pemberontakan di Kaukasus Utara, kata pemimpin Chechnya yang didukung Kremlin.

Kremlin khawatir gerilyawan kelahiran Rusia akan kembali bergabung dengan pemberontak yang ingin mendirikan negara Islam di Chechnya dan provinsi-provinsi yang sebagian besar Muslim lainnya di pegunungan di pinggiran selatan Rusia.

Para pejabat mengatakan 400 orang Rusia berjuang dengan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan al Qaeda di Suriah. Namun, para ahli memperkirakan jumlahnya jauh lebih tinggi. Beberapa orang Chechen, veteran dari dua perang pasca-Soviet melawan pemerintahan Rusia, telah muncul sebagai pemimpin di antara pejuang Suriah.

” Bandit ini memposting video setiap hari mengklaim bahwa setelah Suriah mereka akan bermigrasi ke Kaukasus Utara dan terlibat dalam kegiatan teroris dan subversif, ” kata pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs web pemerintah daerah pada akhir Rabu (4/12).

“Kita tidak bisa duduk diam mendengarkan ancaman dan menunggu wabah ini bergerak menuju Rusia. Jadi, polisi dan kepemimpinan republik mengambil langkah-langkah pencegahan.”

Seorang juru bicara Kadyrov menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang langkah-langkah yang diambil oleh struktur penegakan hukum.

Lebih dari satu dekade setelah Moskow mengalahkan pemberontakan di Chechnya, itu memerangi pemberontakan yang telah bergeser dari berlandaskan nasionalisme ke landasan Islam  dan menyebar di provinsi pegunungan Kaukasus lainnya. Pejuang sekarang memulai serangan hampir setiap hari di Ingushetia, Dagestan dan Kabardino – Balkaria.

BACA JUGA  Rusia Anggap Turki Langgar Kesepakatan tentang Suriah

Kadyrov, seorang etnis Chechnya yang pernah berjuang dengan kelompok pejuang kemerdekaan tetapi kemudian beralih mendukung dan berjanji setia kepada Kremlin, telah mengenakan perdamaian gelisah di wilayah tersebut, menggunakan metode yang sulit.

Kelompok hak asasi manusia menuduh dinas keamanan di Chechnya melaksanakan penculikan, penyiksaan dan pembunuhan di luar hukum tidak hanya untuk menghadang pemberontak tetapi juga untuk membungkam kritik terhadap Kadyrov. Namun, Kadyrov membantah tuduhan pelecehan itu. (qathrunnada)

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

FPI Bantah Pernyataan Wakapolri Terkait Jilbab Polwan

KIBLAT.NET, Jakarta – Pernyataan sinis Wakapolri Komjen Oegroseno yang meminta Polwan berjilbab harus seperti di...

Jum'at, 06/12/2013 13:45 0

Indonesia

Menkes Nafsiah Mboi Tolak Sertifikasi Halal Vaksin dan Obat-obatan

KIBLAT.NET, Jakarta – Tak cukup sekali membuat kontroversi, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi kembali berulah. Kali ini, ia...

Jum'at, 06/12/2013 13:22 0

Wilayah Lain

Al Jazair Klaim Bunuh Komandan Senior Al Qaidah di Wilayah Maghrib

KIBLAT.NET, Aljir – Pemerintah Al Jazair, Kamis (5/12), mengklaim pasukannya berhasil membunuh seorang pemimpin senior...

Jum'at, 06/12/2013 08:35 0

Kabar Suriah

Download Buletin Kabar Suriah Edisi 21

KIBLAT.NET – Download Buletin Kabar Suriah Edisi 21

Kamis, 05/12/2013 23:27 0

Australia

Insiden Penusukan di Masjid, Satu Terbunuh, Dua Luka Serius

KIBLAT.NET, Victoria – Para jamaah masjid berlarian, menyelamatkan nyawa mereka saat seorang pria mengamuk dengan...

Kamis, 05/12/2013 20:25 0

Turki

109 Hari Ditahan Militer Mesir, Jurnalis Turki Akhirnya Dibebaskan

KIBLAT.NET, Ankara – Jurnalis asal Turki, Metin Turan dari stasiun TV TRT, telah dilepaskan setelah...

Kamis, 05/12/2013 20:00 0

Indonesia

Benda Diduga Bom Depan Kedubes AS Ternyata Paralon dan Kabel

KIBLAT.NET, Jakarta – Polisi menyatakan benda mencurigakan di samping gedung Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka...

Kamis, 05/12/2013 19:09 0

Indonesia

Ada Gadis Lain yang Jadi Korban Pelecehan Aktifis Liberal, Sitok Srengenge

KIBLAT.NET, Jakarta – Setelah mencuatnya kasus pemerkosaan aktivis liberal Sitok Srengenge pada seorang mahasiswi Universitas...

Kamis, 05/12/2013 17:43 0

Indonesia

Wakapolri: Polwan yang Tak Tahan Ingin Berjilbab, Pindah ke Aceh!

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakapolri Komjen Oegroseno kembali mengeluarkan pernyataan terkait jilbab. Pernyataannya bukan lagi soal alasan...

Kamis, 05/12/2013 15:19 0

Opini

Membaca Strategi Bashar Assad Melemahkan Oposisi

KIBLAT.NET – Selasa, 3 Desember 2013, Bashar Asad meminta kepada sekutu-sekutunya di Yordania untuk tidak...

Kamis, 05/12/2013 12:58 0

Close