Bomber Bus di Israel Mengaku Bersalah

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Warga Arab Israel mengaku bersalah pada hari Senin (2/12) karena menaruh bom di sebuah bus di Tel Aviv pada tahun lalu, selama delapan hari serangan Israel di Jalur Gaza Palestina, seperti diungkapkan pengadilan Israel.

Bom itu meledak saat bus dikemudikan di dekat kementerian pertahanan Israel, ledakan melukai 15 orang.

Pengadilan distrik Tel Aviv menerima kesepakatan pembelaanuntuk Mohammed Mafarja, 19 tahun, dan memvonisnya dengan dakwaan percobaan pembunuhan, berusaha untuk membantu musuh dan penyerangan, seperti dikatakan dalam putusan tersebut.

Dalam perkembangan terpisah, anggota senior Hamas, Musa Abu Marzuk sebelumnya mengingatkan bahwa Israel sedang mempersiapkan serangan terbaru di Jalur Gaza.

Persiapan ini dilakukan seiring latihan simulasi yang dilakukan militer Israel empat hari di wilayah pendudukan Gaza.

Para pejabat Israel telah berulang-ulang mengatakan bahwa serangan terbaru terhadap Gaza akan dilakukan cepat atau lambat. Setelah rencana serangan gagal dilakukan pada tahun lalu karena Hamas mampu memperoleh rudal jarak jauh yang dapat menargetkan ibukota Israel, Tel Aviv dari Jalur Gaza. (qathrunnada)

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat