Anshar Al Shariah Libya Enggan Dikaitkan dengan Al Qaidah

KIBLAT.NET, Tripoli – Komandan kelompak bersenjata Libya, Anshar Al Shariah, menolak kelompoknya dikaitkan dengan organisasi Al Qaidah dalam berbagai operasinya di Benghazi, Libya timur. Hal itu diungkapkan pemimpin Anshar Al Shariah, Muhammad Al Zahawi, dalam wawancara dengan televisi Libya, sebagaimana dilansir AFP, Selasa, 3/12/2013.

“Kelompok Anshar Al Shariah tidak ada kaitannya dengan Al Qaidah dan bukan bagian dari organisasi tersebut” kata Al Zahawi selama wawancara dengan kantor berita Libya.

Ia menambahkan bahwa tujuan besar organisasi yang dipimpinnya adalah menguasai Negara Libya dan memberlakukan Syari’at Islam di Negara tersebut.

Al Zahawi menunjukkan bahwa membawa senjata di Libya sudah menjadi hal yang lumrah, bukan tindakan kriminal. Ia menekankan bahwa kelompoknya siap melepas senjata jika Libya telah mengadopsi hukum Syariat Islam.

Al Zahawi juga membantah anggotanya terlibat dalam berbagai operasi pembunuhan hakim dan pasukan keamanan yang beberapa bulan terakhir terjadi di kota Bengazi. Ia menuding bahwa media telah berbohong dan berusaha menciptakan stigma buruk terhadap kelompok yang dipimpinnya.

Anshar Al Shariah dibentuk setelah rezim Muhammar Kadafi lengser pada tahun 2011 silam. Kelompok tersebut melakukan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah yang dikuasainya.

Tidak hanya itu, Anshar Al Shariah juga memiliki sayap militer untuk merealisasikan tujuannya. Sebagaimana terjadi pada 25 Nopember lalu, para pejuang Anshar Al Shariah terlibat pertempuran berdarah dengan militer pemerintah. [hunef]

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat