... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tiga Orang Tewas Terkena Ledakan di Afghanistan

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Kandahar – Setidaknya tiga warga sipil telah tewas oleh alat peledak rakitan (IED) di provinsi selatan Afghanistan Kandahar.

Menurut pejabat pemerintah setempat yang berbicara dalam kondisi anonimitas pada hari Kamis (28/11), serangan terjadi pada hari Rabu (27/11) di distrik Panjwai provinsi seperti dilansir PTV.

Seorang anak juga terluka dalam serangan itu, para pejabat menambahkan.

Awal bulan ini, dua ledakan bom pinggir jalan terpisah menewaskan sedikitnya sembilan anak Afghanistan di provinsi Paktika dan Zabul.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Bom pinggir jalan dan alat peledak improvisasi (IED), sejauh ini dianggap senjata paling mematikan milik Taliban yang digunakan melawan pasukan Afghanistan, pasukan asing, dan warga sipil.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 sebagai bagian dari perang melawan teror yang diklaim Washington. Serangan itu menggulingkan Taliban dari kekuasaan, namun perlawanan mash berlangsung di seluruh negeri.

Selain itu, pasukan asing pimpinan AS telah menewaskan ribuan orang, termasuk banyak warga sipil dalam serangan udara dan serangan malam sejak mereka menginvasi negara itu.

Washington mengklaim bahwa serangan udara hanya menargetkan pejuang, namun sumber-sumber setempat mengatakan warga sipil telah menjadi korban utama dari serangan itu.

Korban sipil disebabkan oleh pasukan asing telah menjadi sumber utama ketegangan antara Kabul dan Washington. (qathrunnada)


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Masjid Teja Suar Akan Dibeli UMC, Tetap Difungsikan Jadi Pusat Syiar

KIBLAT.NET, Cirebon – Harapan umat Islam agar Masjid Teja Suar tetap bertahan bakal terwujud. Pasalnya,...

Jum'at, 29/11/2013 18:48 0

Indonesia

Konjen AS Datangi Pemprov Jatim Terkait Penanganan Pengungsi Syiah

KIBLAT.NET, Surabaya – Konflik Syiah dengan Sunni di Sampang yang berkepanjangan ternyata menarik perhatian serius...

Jum'at, 29/11/2013 18:05 0

Indonesia

1000 VCD Dakwah Ustadz Abu Bakar Baasyir Akhirnya Dibagikan Hari Ini

KIBLAT.NET, Semarang  –  Setelah tertunda satu pekan, pembagian 1000 VCD Dakwah Ustadz Abu Bakar Baasyir...

Jum'at, 29/11/2013 17:25 0

Info Event

Hadirilah Kajian “Fitnah Media terhadap Islam!!

KIBLAT.NET – Temu Pembaca Suara Islam dan Majelis Taqarub Ilallah (TPSI-MTI) adalah sebuah forum kajian...

Jum'at, 29/11/2013 14:24 0

Suara Pembaca

Pendidikan Islam Hadiah Hari Guru

KIBLAT.NET – Hari Guru Nasional merupakan hari penghargaan terhadap guru di Indonesia yang diperingati pada...

Jum'at, 29/11/2013 14:05 0

Indonesia

FS-LDK Bekerjasama dengan ACT Galang Solidaritas Kemanusiaan Suriah

KIBLAT.NET, Bogor – Krisis  kemanusiaan di Suriah memburuk. Simpati dan solidaritas berbagai kalangan pun mengemuka....

Jum'at, 29/11/2013 13:48 0

Indonesia

Pemilik Masjid Teja Suar Batalkan Penjualan, Akan Kembalikan Uang DP

KIBLAT.NET, Cirebon – Gejolak masyarakat menyikapi penjualan Masjid Teja Suar untuk tempat usaha di Jalan...

Rabu, 27/11/2013 20:47 0

Artikel

Bocah 7 Tahun Ini Serahkan Celengannya untuk ‘Beli’ Masjid Teja Suar

KIBLAT.NET – Sore itu, kami tengah duduk-duduk di beranda sebuah masjid. Tiba-tiba ada seseorang berkendara...

Rabu, 27/11/2013 20:32 0

Indonesia

Ayung, Sang Muallaf Gadungan Divonis Penjara Seumur Hidup

KIBLAT.NET, Cirebon – Sidang putusan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh muallaf gadungan, Ayung Indra Kosasih,...

Rabu, 27/11/2013 16:25 0

Close
CLOSE
CLOSE