... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komunitas Islam Angola Benarkan Laporan Larangan Islam oleh Pemerintah

KIBLAT.NET, Luanda – Pemerintah Angola mendapat kecaman dari aktivis hak asasi manusia menyusul laporan bahwa pihaknya telah melarang keberadaan agama Islam.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Guardian, pada hari Kamis (28/11), Komunitas Islam Angola  (ICA) mengatakan bahwa delapan masjid telah dihancurkan sejak tahun 2011. ICA juga menambahkan bahwa siapa saja yang mempraktekan ajaran Islam berisiko dinyatakan bersalah tidak mematuhi hukum pidana Angola.

“Dari apa yang saya dengar, Angola adalah negara pertama di dunia yang telah memutuskan untuk melarang Islam,” kata Elias Isaac, direktur dari Open Society Initiative Afrika Selatan (OSISA).

“Ini adalah kegilaan yang sangat gila. Pemerintah tidak toleran terhadap perbedaan,” seperti dilansir PTV.

Organisasi-organisasi keagamaan harus meminta pengakuan hukum di Angola. Pada bulan Oktober, Departemen Kehakiman Angola menolak keberadaan komunitas Islam.

Berdasarkan hukum Angola, kelompok agama harus memiliki lebih dari 100.000 anggota dan harus berada di 12 dari 18 provinsi untuk mendapatkan status hukum, yang memberikan kelompok itu hak untuk membangun sekolah-sekolah dan tempat ibadah.

Sekitar 90.000 Muslim tinggal di Angola, yang merupakan negeri berpenduduk sekitar 18 juta orang.

Presiden ICA David Ja mengatakan pada hari Kamis bahwa ada sekitar 80 masjid di Angola yang semua telah ditutup kecuali yang berada di ibukota, Luanda, karena masjid-masjid tersebut secara teknis tidak memiliki izin.

“Masjid-masjid di Luanda seharusnya ditutup kemarin tetapi karena kemarahan internasional terkait laporan bahwa Angola telah melarang Islam, pemerintah memutuskan untuk tidak menutup,” katanya.

Ja menambahkan bahwa pemerintah Angola mulai menutup masjid tiga tahun lalu, termasuk satu yang terbakar di provinsi Huambo.

Masjid lain juga telah dihancurkan di ibukota dan 120 salinan Al-Qur’an telah dibakar. Ja menambahkan bahwa umat Islam telah diminta untuk membongkar masjid sendiri.

“Mereka biasanya mengeluarkan permintaan hukum kepada kita untuk menghancurkan bangunan dan memberi kita waktu 73 jam untuk melakukannya. Bila tidak melakukannya, maka otoritas pemerintah yang melakukannya sendiri,”

Presiden ICA juga mengatakan bahwa wanita Muslimah yang mengenakan cadar mendapat intimidasi dan kekerasan di Angola.

” Melihat keadaan, kebanyakan wanita Muslim takut untuk mengenakan jilbab. Seorang wanita diserang di rumah sakit di Luanda karena mengenakan jilbab, dan pada kesempatan lain , seorang wanita Muslim muda dipukuli dan diperintahkan untuk meninggalkan negara itu karena dia mengenakan jilbab,” kata Ja.

Pejabat Angola mengklaim bahwa laporan media tentang larangan Islam telah dibesar-besarkan dan tidak ada tempat ibadah yang ditargetkan di negara ini.

“Tidak ada perang di Angola melawan Islam atau agama lain,” kata Manuel Fernando, direktur urusan agama di Departemen Kebudayaan Angola. “Tidak ada posisi resmi yang menargetkan penghancuran atau penutupan tempat ibadah , di mana mereka berada.”

Namun, aktivis politik dan wartawan investigasi di Angola Rafael Marques de Morais, telah mengkonfirmasi kebenaran keluhan ICA . ” Saya telah melihat perintah yang mengatakan umat Islam harus menghancurkan masjid sendiri dan membersihkan puing-puing , atau mereka akan dituntut atas tuntutan pengrusakan,”. (qathrunnada)


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kurator Salihara Sitok Srengenge Dilaporkan Hamili Mahasiswi

KIBLAT.NET, Jakarta – Penyair Sitok Srengenge dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro...

Jum'at, 29/11/2013 21:49 0

Indonesia

Aturan Polwan Berjilbab Dianulir, Polri Dinilai Ditekan Kelompok Intoleran

KIBLAT.NET, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Sutarman pada 17 November 2013 lalu, mengeluarkan keputusan yang...

Jum'at, 29/11/2013 19:22 0

Indonesia

Masjid Teja Suar Akan Dibeli UMC, Tetap Difungsikan Jadi Pusat Syiar

KIBLAT.NET, Cirebon – Harapan umat Islam agar Masjid Teja Suar tetap bertahan bakal terwujud. Pasalnya,...

Jum'at, 29/11/2013 18:48 0

Indonesia

Konjen AS Datangi Pemprov Jatim Terkait Penanganan Pengungsi Syiah

KIBLAT.NET, Surabaya – Konflik Syiah dengan Sunni di Sampang yang berkepanjangan ternyata menarik perhatian serius...

Jum'at, 29/11/2013 18:05 0

Indonesia

1000 VCD Dakwah Ustadz Abu Bakar Baasyir Akhirnya Dibagikan Hari Ini

KIBLAT.NET, Semarang  –  Setelah tertunda satu pekan, pembagian 1000 VCD Dakwah Ustadz Abu Bakar Baasyir...

Jum'at, 29/11/2013 17:25 0

Info Event

Hadirilah Kajian “Fitnah Media terhadap Islam!!

KIBLAT.NET – Temu Pembaca Suara Islam dan Majelis Taqarub Ilallah (TPSI-MTI) adalah sebuah forum kajian...

Jum'at, 29/11/2013 14:24 0

Suara Pembaca

Pendidikan Islam Hadiah Hari Guru

KIBLAT.NET – Hari Guru Nasional merupakan hari penghargaan terhadap guru di Indonesia yang diperingati pada...

Jum'at, 29/11/2013 14:05 0

Indonesia

FS-LDK Bekerjasama dengan ACT Galang Solidaritas Kemanusiaan Suriah

KIBLAT.NET, Bogor – Krisis  kemanusiaan di Suriah memburuk. Simpati dan solidaritas berbagai kalangan pun mengemuka....

Jum'at, 29/11/2013 13:48 0

Indonesia

Pemilik Masjid Teja Suar Batalkan Penjualan, Akan Kembalikan Uang DP

KIBLAT.NET, Cirebon – Gejolak masyarakat menyikapi penjualan Masjid Teja Suar untuk tempat usaha di Jalan...

Rabu, 27/11/2013 20:47 0

Close
CLOSE
CLOSE