Sidang Perencana Serangan Kedubes Myanmar Mulai Digelar

KIBLAT.NET, Jakarta – Jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Rabu, 11 November 2013, mendakwa Separiano yang dituduh hendak mengebom kedutaan Myanmar.

Separiano ditangkap pada Mei lalu bersama seorang tersangka lainnya di Jakarta. Polisi menyita lima bom rakitan dari ransel yang mereka bawa dan belakangan menemukan bahan-bahan peledak di rumah kontrakan mereka. Jika terbukti bersalah, terdakwa yang berusia 29 tahun itu diancam dengan hukuman mati.

Empat orang lainnya yang dituduh menjadi bagian dari rencana tersebut diperkirakan akan diajukan ke pengadilan akhir pekan ini.

Seperti diberitakan dari Deutsche Welle, Separiano dan kawannya dituduh merencanakan pemboman kedutaan besar Myanmar di Jakarta melalui jejaring sosial Facebook, sebagai pembalasan atas pembunuhan Muslim Rohingya di negara itu.

Keduanya ditangkap pada malam sebelum mereka melaksanakan serangan saat ia mengendarai sepeda motor bersama terdakwa lain yang juga terlibat rencana penyerangan.

Jaksa penuntut Susilo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengatakan bahwa Separiano mulai menjadi seorang radikal beberapa tahun lalu setelah menghadiri sejumlah ceramah yang digelar para ulama radikal di sebuah mesjid Jakarta Pusat.

Rencana serangan atas kedutaan Myanmar, menyusul sejumlah kerusuhan anti-Muslim di Myanmar, yang menimbulkan banyak korban terbunuh dan mengakibatkan puluhan ribu Muslim Rohingya mengungsi.

Meningkatnya ketegangan agama telah menampilkan keretakan yang mendalam di negara yang puluhan tahun hidup di bawah rejim junta militer, dan kini mengancam proses reformasi yang sedang berlangsung di negeri itu.

BACA JUGA  Ahli Pidana Kritisi Pasal yang Disangkakan ke Habib Rizieq

Nasib Muslim Rohingya yang tidak punya status kewarganegaraan telah mengundang banyak simpati di Indonesia. Sejumlah demonstrasi dilakukan di Indonesia untuk mengekspresikan dukungan bagi kelompok minoritas tersebut. Aksi penangkapan Separiano dan kawannya dilakukan pada malam jelang demo FUI ke kedubes Myanmar.

Rohingya, yang oleh orang Myanmar dianggap sebagai pendatang ilegal dari Bangladesh, digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai kelompok minoritas paling tertindas di dunia. [sdqfajar]

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat