Ayahnya Dibakar, Rini Tuntut Suami Divonis Mati

KIBLAT.NET, Cirebon – Kamis, 23 Mei 2013 lalu di Cirebon terjadi sebuah peristiwa pertengkaran keluarga. Awalnya, peristiwa itu diduga sama seperti konflik rumah tangga lainnya. Bermula dari cekcok, seorang suami di warga Jl Tanda Barat Kejaksan Kota Cirebon, membakar istri dan mertua. Hingga akhirnya sang mertua wafat akibat luka bakar yang cukup serius.

Peristiwa ini terjadi Kamis (23/5/2013) sekitar pukul 19.00. Ketiga korban luka adalah pasangan suami istri, Ayung (32) dan Rini (30), serta mertua Ayung bernama Yoyo (70).

”Saya tidak tahu apa yang diributkan. Tahu-tahu suaminya menyiram istri dan mertuanya menggunakan bensin, lalu api membesar,” kata Sofyan(32), tetangga belakang rumah korban, seperti dilansir dari Jurnal Cirebon.

Namun karena bertengkar, si suami juga ikut terbakar. Dari ketiganya, Oyo-lah yang menderita luka paring parah. Ketiganya langsung dibawa ke RS Sumber Kasih di Jl Siliwangi. Namun mereka akhirnya dipindah ke RS Pelabuhan, untuk mendapatkan perawatan intensif.

”Saya juga tidak tahu, tiba-tiba sudah ada api di depan rumah saya. Saya kaget, ternyata itu orang. Untungnya saat itu hujan, jadi api cepat padam,” tutu Apin (60) yang melihat korban terbakar di depan rumahnya.

Saat ini kasus pembakaran tersebut sudah mulai masuk ke proses pengadilan. Keluarga korban, yang juga istri tersangka, Rini Fitriyana (anak korban), menyatakan pihaknya sangat mengutuk keras tindakan yang dilakukan suaminya, Ayung.

“Saya tidak terima bapak saya (alm) dibunuh dengan cara keji. Karena bapak saya tidak pernah punya salah terhadap AIK (pelaku), kenapa dia (pelaku) tega berbuat seperti itu kepada bapak saya,” ujarnya sambil menahan tangis.

Rini menjelaskan bahwasanya kejadian itu bermula ketika korban sedang duduk di ruang belakang

“Waktu itu awalnya pukul 17.45 menjelang maghrib bapak saya lagi duduk di ruang belakang, lalu dari pintu belakang muncul AIK membawa 1 botol bensin. Tanpa alasan yang jelas, dia langsung menyiramkan bensin ke bapak saya, terus bapak saya lari keluar. Begitu ada di luar, bapak saya langsung dibakar,” tuturnya, seperti dikutip dari Radar Cirebon.

Pihaknya berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dari Pengadilan Negeri Kota Cirebon.

“Kami berharap agar Hakim menjatuhkan hukuman mati atas perbuatannya yang telah dengan sengaja membunuh ayah saya dengan cara keji,” pungkasnya. [sdqfajar]

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat