Laporan Khusus: Saat yang Kecil Melawan yang Besar

KIBLAT.NET – Sejak serangan 11 September, terorisme menjadi tema yang menjadi headline utama di berbagai media dan pemerintah di seluruh dunia. Al-Qaidah, yang diduga berada di balik serangan paling spektakuler dalam sejarah modern tersebut, menjadi sebuah
organisasi yang menarik perhatian para analis politik, ahli militer, dan peneliti di Barat untuk dikaji; mulai dari strategi organisasi, propaganda, ideologi, kemampuan operasional, kompetensi kepemimpinan, hingga daya kenyal organisasi tersebut.1

Salah satu tema yang menjadi banyak sorotan dan perdebatan adalah mengenai bentuk dan struktur Al-Qaidah. Ada dua pandangan utama mengenai hal tersebut. Pandangan pertama menganggap Al-Qaidah sebagai sebuah hierarki, di mana informasi, akuntabilitas, dan kekuasaan mengalir secara vertikal.

Kemampuan Al-Qaidah untuk mengatur serangan simultan di berbagai lokasi yang berbeda seperti di Pentagon dan World Trade Center menjadi bukti akan adanya struktur manajerial yang mempengaruhi tujuan dan target organisasi tersebut.

Pemerintah AS juga mendukung pandangan ini dengan menganggap bahwa dengan membunuh para pimpinan inti Al-Qaidah akan menyebabkan hancurnya organisasi tersebut. Mereka melakukan operasi besar-besaran untuk membunuh para pimpinan Al-Qaidah,
termasuk di antaranya adalah pembunuhan atas Usamah bin Ladin.

Namun kenyataannya, organisasi tersebut masih tetap eksis sampai sekarang.

Katherine Zimmerman dalam bukunya yang berjudul The Al-Qaidah Network: A New Framework for Defining the Enemy mengatakan bahwa pada tahun di mana Usamah bin Ladin gugur, justru menjadi tahun dimana jaringan Al-Qaidah secara keseluruhan menjadi lebih kuat.2
Pandangan yang lain berpendapat bahwa Al-Qaidah adalah sebuah jaringan (network). Mereka berargumen bahwa tekanan dahsyat yang dihadapi Al-Qaidah pascaperistiwa 9/11, menjadikan struktur hierarki tidak mungkin untuk diterapkan. Mereka menganggap bahwa Al-Qaidah sekarang telah bergeser menjadi sebuah jaringan (network) yang terdiri atas beberapa simpul dengan jumlah koneksi yang berbeda-beda.

BACA JUGA  Imajinasi Din Syamsuddin Jika Peradilan 6 Pengawal HRS Terjadi

Struktur ini dianggap sebagai alasan mengapa Al- Qaidah tidak hancur, meski para pimpinan inti mereka dibunuh, rekening bank dibekukan, dan berbagai bentuk tekanan dahsyat lain diluncurkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Bentuk jaringan diyakini mampu memberikan daya kenyal dan kemampuan untuk merespon peristiwa-peristiwa eksternal secara cepat.

Mungkin selama ini banyak organisasi, baik perusahaan komersil maupun kelompok perlawanan, baik yang merupakan gerakan populer (rakyat) maupun klandestin (bawah tanah), lebih mengenal model hierarki. Hampir semua perusahaan mengatur anggotanya secara hierarki. Namun, di era informasi ini, model jaringan menjadi bentuk struktur yang sangat dimudahkan dengan perkembangan di dunia teknologi
informasi. Kajian ini akan membahas mengenai struktur jaringan, berikut kelemahan dan kekuatannya, serta bagaimana struktur tersebut dikalahkan.

Ikuti selangkapnya di file pdf

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat