... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Siapakah Ghuraba Sesungguhnya dalam Islam?

KIBLAT.NET – Rasulullah saw telah menyebutkan bahwa Islam akan kembali asing di akhir zaman. Dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim disebutkan bahwa beliau bersabda, “Islam muncul dalam keadaan asing dan ia akan kembali asing sebagaimana ia muncul, maka beruntunglah bagi orang-orang asing.”

Kita semua tahu bahwa Islam pada awalnya dinilai aneh dan asing. Kaum muslimin ketika fase Makkah menjadi minoritas dan tertindas. Jumlah mereka sangat sedikit dan lemah. Namun mereka tegar dan enggan bekerja sama atau meminta belas kasih kepada kafir Quraisy.

Ya, Islam memang tidak ada kata kerja sama dengan kejahiliahan. Itulah sebabnya kaum kafir Quraisy menjadi berang kepada pemeluknya dan berusaha memberangus Islam hingga ke akar-akarnya. Hal ini dimulai dengan menyiksa, memfitnah, mengusir para sahabat Rasulullah SAW. Tujuannya agar mereka bisa murtad kembali, memuja berhala, mengundi nasib dengan panah, minum arak dan sebagainya. Tapi dengan kuatnya iman di dada dan kesabaran jiwa yang luar biasa, para sahabat tetap berdiri tegak mengikuti dakwah Rasulullah saw.

Hal tersebut semakin menambah berang kaum kafir Quraisy terutama para pembesarnya. Jika dulu obyek siksaan adalah para sahabat, kini mereka mulai berani melancarkan makar langsung kepada Rasulullah saw. Apalagi didukung dengan kematian paman tercinta beliau, Abu Thalib. Puncaknya, kaum kafir Quraisy memboikot Rasulullah saw dan sahabat, bahkan keluarga beliau Bani Hasyim selama tiga tahun.

Karena kerasnya cobaan yang diderita kaum muslimin, Rasulullah saw menyuruh sahabat-sahabat beliau untuk berhijrah. Mereka rela meninggalkan keluarga, tempat tinggal, negeri dan hal-hal yang bagi manusia biasa berat ditinggalkan. Di samping itu, mereka berhijrah dalam keadaan diasingkan oleh kaum mereka. Inilah yang dimaksudkan Al-Harwy dan Al Baghawy tentang siapa itu Al-Ghuraba’.

Mereka berkata, “Al-Ghuraba’ ialah kaum Muhajirin yang berhijrah dari negeri mereka karena Allah Ta’ala.” [1]

BACA JUGA  Mantan ISIS, Pulang atau Jangan?

Al Qadhi bin Iyadz berkata, “Secara umum hadits tersebut menyatakan bahwa Islam muncul melalui sebagian kecil manusia, kemudian Islam akan tersebar dan menang. Tapi kemudian Islam akan berkurang sehingga tidak tersisa kecuali hanya sekelompok minoritas.” [2]

Ya, Islam akan kembali asing setelah jaya. Ia akan kembali menjadi suatu yang diabaikan dan dibenci. Orang-orang yang masih berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah dianggap kolot, tidak moderat, kuno dan berbagai hinaan lainnya. [3]

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya iman akan berkumpul di Madinah sebagaimana ular bersarang ke dalam sarangnya.” [4]

Al-Qari mengomentari hadits ini, “Maksudnya bahwa dulu ahlul iman pergi ke Madinah demi menyelamatkan iman atau karena Madinah merupakan tempat yang cocok dan kuat untuk memerankan hal tersebut. Hadits ini merupakan pengabaran tentang akhir zaman yang akan kembali seperti semula ini.”

Tetapi menurut Imam Baghawy dalam Syarh Sunah, hal ini terjadi ketika zaman riddah pada Khilafah As-Shidiq. Yaitu ketika semua wilayah jazirah Arab yang ketika Rasulullah saw meninggal, semuanya menjadi murtad kecuali wilayah Hijjaz saja. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi dari Zaid bin Milhah dari bapaknya, dari kakeknya bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya dien (Islam) akan berkumpul ke Hijjaz sebagaimana ular bersarang di sarangnya.” [5]

Walau begitu, hal tersebut menunjukkan kepada kita bahwa yang masih termasuk ajaran dien ini secara kaffah adalah mereka yang termasuk golongan minoritas. Oleh sebab itu Rasulullah saw menyebut mereka dengan kata فطوبى  untuk mereka yang tetap istiqamah di zaman fitnah yang besar itu.

Para ulama sendiri berbeda pendapat tentang arti طوبى  tersebut. Menurut Ibnu Abbas artinya ialah kesenangan dan pandangan yang indah. Menurut Ikrimah, kenikmatan bagi mereka. Menurut Adz-Dzahhak, kebahagiaan. Menurut Qatadah, kebaikan bagi mereka. Dan menurut Ibn ‘Ajlan, kebahagiaan yang abadi, dan dikatakan, surga. Dan dikatakan juga, pohon di surga. Semua penafsiran ini mengandung arti hadits tersebut.[6]

BACA JUGA  Mantan ISIS, Pulang atau Jangan?

Selanjutnya muncul persoalan, untuk siapakah kebaikan-kebaikan itu? Tentu saja milik Al-Ghuraba’ sebagaimana sabda Rasulullah saw di atas. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa Ghuraba ialah kaum muslimin yang di awal dan akhirnya sabar atas segala cobaan.

Menurut Al-Qari’, “Yang paling jelas bahwa mereka ialah orang-orang yang memperbaiki sunnah-sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam yang telah dirusak oleh manusia.”[7]  Beliau bersandar kepada hadits Zaid bin Milhah tadi, yaitu sabda Rasulullah saw, “Sesungguhnya agama ini muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing, maka beruntunglah bagi yang asing. Yaitu orang-orang yang memperbaiki sunnah-sunnahku yang telah dirusak manusia.” Maksudnya mereka menampakkan dan mengamalkannya menurut kemampuan mereka.

Ada juga hadits dari Abdullah bin Amru. Ia berkata, “Suatu hari Rasulullah saw bersabda tentang “beruntunglah orang-orang asing dan kami di sisi beliau, maka dikatakan, “Siapakah Ghuraba wahai Rasulullah?” Rasulullah saw bersabda, “Orang-orang yang saleh ketika banyak orang-orang yang buruk, yang bermaksiat lebih banyak dari yang taat.” (HR. Ahmad dan Thabrany di Al- Ausath). [8]  Wallahu a’lam.
____________________
[1] Shohih Muslim Syarh An Nawawie 2/ 152
[2] Shohih Muslim Syarh An Nawawie 2/ 152
[3] Tuhfatul Ahwadzy 7/ 363 & Shohih Muslim Syarh An Nawawie 2/ 152
[4] Shohih Muslim Syarh An Nawawie 2/ 152
[5] Sunnah At Turmudzy 5/ 18
[6] Tuhfatul Ahwadzy 7/ 363 & Shohih Muslim Syarh An Nawawie 2/ 152
[7] Tuhfatul Ahwadzy 7/ 363
[8] Majmu’ Az Zawa’id 7/ 277

Naskah: Rudy N

Editor: Agus Abdullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Imam Ahmad Melawan Penguasa Zalim

KIBLAT.NET – Imam Ahmad adalah teladan dalam hal kesabaran dalam memegang prinsip kebenaran. Murid Imam...

Rabu, 18/09/2013 06:55 4

Profil

Sikap Tegas Imam Syafi’i terhadap Ahli Kalam

KIBLAT.NET – Imam Syafi’i dikenal tegas menjaga Sunah Rasulullah saw dari penyimpangan. Salah satu wujudnya...

Rabu, 18/09/2013 06:20 1

Wilayah Lain

Bom Mobil Meledak di Perbatasan Turki Dengan Suriah

KIBLAT.NET, Hatay – Bom mobil meledak di  penyeberangan Bab al-Hawa  perbatasan Turki dengan Suriah pada...

Selasa, 17/09/2013 21:59 0

Wilayah Lain

Pengadilan Bangladesh Perberat Hukuman Pemimpin Ke-4 Jemaah El Islami

KIBLAT.NET, Dakka  – Mahkamah Agung Banglades, Selasa (17/9), menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap salah satu...

Selasa, 17/09/2013 21:17 0

News

Serangan AS Diundur, Komandan Mujahidin Aleppo: “Hanya Allah Penolong Kita”

KIBLAT.NET, Aleppo – Para pemimpin dua brigade pejuang oposisi di kota Aleppo di Suriah utara...

Selasa, 17/09/2013 20:25 0

News

Gerilyawan MNLF Culik Kepala Polisi Zamboanga

KIBLAT.NET, Zamboanga – Puluhan orang yang disandera oleh gerilyawan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), berhasil...

Selasa, 17/09/2013 19:57 0

News

Tiga Tentara Filipina Tewas dalam Operasi Pembebasan Sandera MNLF

KIBLAT.NET, Manila – Operasi pembebasan sandera dalam 18 jam terakhir untuk menyelamatkan lebih dari 100...

Selasa, 17/09/2013 19:41 0

News

Pemimpin Partai Islam Bangladesh Dijatuhi Hukuman Mati

KIBLAT.NET, Dhaka – Pengadilan tinggi Bangladesh telah menjatuhi hukuman mati pada pemimpin senior oposisi Islamis...

Selasa, 17/09/2013 19:05 0

News

Jenderal Pakistan Tewas Akibat Serangan Bom Taliban

KIBLAT.NET, Islamabad – Milisi Taliban di Pakistan menyatakan bertanggung jawab atas tewasnya seorang perwira tinggi...

Selasa, 17/09/2013 18:38 0

Wilayah Lain

Gerilyawan MNLF Melarikan Diri ke Pulau-Pulau Kecil

KIBLAT.NET, Zamboanga – Pasukan Filipina membebaskan puluhan warga sipil yang disandera pada hari Selasa (17/9)...

Selasa, 17/09/2013 17:00 0

Close