Pasukan Rezim Suriah Berusaha Rebut Kembali Kota Maalula

KIBLAT.NET, Damaskus – Pasukan pemerintah Suriah melancarkan serangan untuk merebut kembali kontrol atas kota bersejarah Kristen di utara Damaskus pada hari Senin (9/9), kata aktivis pemantau HAM.

Dalam enam hari terakhir, kota Maalula telah berpindah tangan tiga kali antara pasukan Presiden Bashar al-Assad dengan pejuang pembebasan Suriah.

Pejuang pembebasan mengatakan intensitas memperebutkan kota ini terjadi karena letaknya yang strategis di dekat jalan dari Damaskus menuju ke pusat kota Homs.

Pertempuran dekat Maaloula, di Qalamoun pegunungan utara ibukota, mengancam situs religius Kristen kuno terletak di lereng bukit yang sebuah situs ziarah bagi umat Kristen dan Muslim.

Observatory Kemanusian mengatakan bahwa Tentara dan milisi yang setia kepada presiden Asssad kembali memasuki Maaloula pada Sabtu pagi, tapi mundur di malam hari ketika pejuang pembebasan membawa bala bantuan.

Pasukan pemerintah mundur sambil melanjutkan penembakan dan bentrokan dengan pejuang pembebasan terjadi di pinggiran Maaloula pada hari Minggu dan Senin, kata Rami Abdelrahman, kepala Observatorium, yang menambahkan kekerasan di dalam kota mereda pada Senin pagi.

Maaloula memiliki beberapa gereja dan biara penting Ortodoks Yunani, yaitu biara Mar Tekla yang dikunjungi oleh banyak orang Kristen dan Muslim yang tertarik dengan reputasinya sebagai tempat suci di mana orang sakit akan disembuhkan secara ajaib.

Sebuah jumlah yang cukup besar penduduk Maaloula, serta Sarkha dan Jabaadeen, dua kota terdekat Sunni, masih berbicara bahasa Aram, bahasa Kristus.

Abdelrahman mengatakan 18 pejuang pembebasan meninggal dunia dan lebih dari 100 orang terluka dalam pertempuran Sabtu. Dia tidak bisa mengkonfirmasi berapa banyak korban di kalangan pasukan pemerintah.

Pembatasan oleh pihak berwenang Suriah pada media independen membuat sulit untuk memverifikasi besarnya jumlah korban tersebut. (qathrunnada/kiblat.net)

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat