... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Membangun Komunikasi Dakwah Efektif

Foto: Syaikh Al 'Arifi

KIBLAT-NET – Selaku seorang muslim, sudah selayaknya kita senantiasa meningkatkan kualitas diri di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan sekedar muslim, namun seorang muslim yang teguh dalam keimanan dan berbuat kebaikan. Menjadi manusia pilihan, yang berguna bagi umat dan diennya. Di antara sifat orang-orang seperti itu ialah menyeru manusia kepada kebenaran dan keselamatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ إِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Dan adakah perkataan yang lebih baik dari pada orang yang menyeru kepada Allah, beramal saleh dan mengatakan sesungguhnya saya adalah termasuk orang-orang yang berserah diri kepada Allah”. (QS. Fushilat: 33)

Melalui sepenggal ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberikan kabar gembira kepada hambanya yang menyeru manusia kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam arti lain adalah berdakwah, memberi jalan kepada manusia untuk berserah diri kepada Rabb-nya.

Dakwah bisa dikatakan sebagai media komunikasi yang sangat efektif demi sosialisasi undang-undang universal. Sebab obyek dakwah itu sendiri tidaklah terbatas pada satu kalangan, mencakup seluruh jin dan manusia. Mereka berhak mendapatkan seruan ini. Apabila seorang dai mampu mengomunikasikan UU ini, maka akan terjadi reformasi. Yaitu dua kelompok yang satu terangkat derajatnya di sisi Allah, sedangkan yang lain terhinakan di hadapan-Nya.

Dakwah sebagai sarana mengomunikasikan UU universal

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengajarkan kepada kita untuk berkomunikasi dengan baik di antara sesama. Hikmah yang dapat diambil dari penciptaan makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan adalah agar satu sama lain dapat saling berinteraksi, saling mengenal yang akhirnya wujud sebuah tindakan dan reaksi. Peran kita selaku muslim adalah sebagai penyampai pesan yang ada di dalam dua sumber pokok dinul Islam. Disampaikan dengan jelas, murni dan bersih dari unsur ketidakjujuran atau tidak secara menyeluruh

Namun sayang, kebanyakan kita hidup dan tumbuh di lingkungan atau —lebih spesifik— keluarga yang notabene kurang menjaga kejujuran. Sehingga, kita tidak dapat secara baik untuk mengomunikasikan Islam yang benar kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sebenarnya banyak kendala yang dihadapi seorang aktivis, baik keluarga, ekonomi, maupun pendidikan. Kadang kala kita dihadapkan dengan seseorang yang egois, tanpa memikirkan orang lain.   Seorang dai seharusnya memiliki visi yang kuat untuk kemaslahatan orang banyak. Terlebih lagi, seorang dai dengan sarana dakwahnya harus mampu mengarahkan dan menjadi pelayan umat ini untuk mengemban sebuah amanat yang besar demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan dalam Islam.

Kita harus peka terhadap keperluan mereka dan menunjukkan rasa simpati dan kasih sayang terhadap mereka. Sebagaimana contoh Rasulullah dalam menghadapi para sahabatnya, beliau mampu memahami lawan bicaranya, sehingga tidak menimbulkan sakit hati. Ketika beliau ditanya tentang amalan apa yang paling utama, beliau menjawab dengan tidak terpatok pada satu jawaban. Beliau menjawab sesuai dengan keadaan penanya. Beliau menjawab bahwa amalan yang paling utama adalah shalat di awal waktu, dan di lain kesempatan beliau menjawab jihad fi sabilillah. Hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah sosok komunikatif yang berhasil meredam rasa khawatir atau takut akan terkenal atau tersisihkan dalam diri manusia.

BACA JUGA  Sinergikan Dakwah, Puluhan Komunitas Muslim Bentuk SDS

Untuk mencapai keberhasilan dalam komunikasi dakwah, tentunya sarana, bekal dan metode harus dipenuhi seorang dai. Seorang dai yang jujur, ia dituntut untuk memiliki:

  1. Pemahaman terhadap Islam berlandaskan ilmu sebelum beramal. Mencakup bidang aqidah dan memelihara hubungan ruhiyah. Mampu memahami tujuan hidup dan eksistensinya di tengah-tengah manusia dan tidak hanya fokus kepada satu persoalan di dalam Islam.
  2. Memiliki keimanan yang tidak mandul.
  3. Menjaga komunikasi intern antara dia dan Sang Pencipta dalam segala urusan.

Dengan bekal di atas seorang dai tidak akan mudah untuk menjual diennya, bahkan tidak akan terbesit untuk ditukar dengan kekafiran ataupun patah semangat dalam berdakwah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةٌ لاَ تَسْقُطُ وَرَقُهَا وَإِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ. فَحَدِّثُوْنِيْ مَاهِيَ ؟ فَوَقَعَ النَّاسُ إِلَى شَجَرِ الْبَوَادِيْ. قَالَ أََبُو هُرَيْرَةَ: وَوَقَعَ فِيْ نَفْسِيْ أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَاسْتَحْيَيْتُ ثُمَّ قَالُوا: حَدِّ ثْنَا مَا هِيَ يَا رَسُوْلُ اللهُ. قَالَ : هِيَ النَّخْلَةُ.

“Di antara nama pohon ada satu pohon yang tidak jatuh pelepahnya, hal itu ibarat seorang muslim, coba katakan pohon apakah itu!? Maka manusia pun menerawang ke nama pohon yang tumbuh di lembah.” Abu Hurairah berkata, “Di dalam hati saya terbesit bahwa yang dimaksudkan adalah pohon kurma, namun saya merasa malu untuk mengatakannya.” Kemudian para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah katakanlah pada kami pohon apakah itu?” Beliau menjawab, “Itulah pohon kurma”.

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah dai yang mampu dan berhasil dalam mengomunikasikan ajarannya. Sehingga ketika ada wahyu atau pesan lain yang beliau sampaikan, senantiasa ada reaksi positif yang timbul. Dari cerita di atas, dapat kita ambil pelajaran sebagai contoh praktek riil tentang bagaimana berkomunikasi.

  1. Ketika beliau akan menjelaskan suatu masalah, sesekali beliau mengambil sebuah permisalan agar pemahaman yang mereka tangkap dapat lebih dalam.
  2. Beliau melukiskan makna wahyu yang turun atau sebuah tema lain dengan sesuatu agar lebih kuat tersimpan dalam ingatan (baca mudah diingat).
  3. Dengan melontarkan pertanyaan kepada pendengar, hal itu akan melatih ketajaman berpikir, dalam menganalisa sebuah masalah yang dihadapi.
BACA JUGA  Sinergikan Dakwah, Puluhan Komunitas Muslim Bentuk SDS

Metode lain yang beliau gunakan adalah tidak menyampaikan pesan kecuali pada saat yang tepat sesuai dengan kondisi psikologi para sahabat, sehingga mereka tidak mengalami kejenuhan dan putus asa. Hal serupa juga dicontohkan oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud ketika orang banyak menunggu-nunggu beliau untuk keluar memberikan nasihat, namun beliau tidak keluar dengan segera dan memenuhi keinginan mereka karena beliau khawatir akan bosan dan tidak mampu merespons pesan tersebut karena terlalu seringnya mendapatkan petuah.

Sebagai solusi untuk memudahkan seorang dai menyampaikan pesan. Sebenarnya banyak cara untuk berkomunikasi dengan baik, di antaranya adalah hal berikut ini:

  1. Komunikasi yang ampuh adalah datang dari kekuatan dalam. Jangan mencoba menguasai orang lain secara paksa.
  2. Bergaullah dengan setiap orang dalam pekerjaan, perkemahan atau kelompok Anda, dan kurangnya waktu bukanlah alasan yang tepat.
  3. Gunakan waktu istirahat anda untuk bertemu dengan orang yang berbeda. Rencanakan untuk makan bersama dengan orang lain. Anda akan membina hubungan yang sangat berarti dengan setiap orang dengan waktu yang singkat.
  4. Jangan menunggu yang datang lambat dalam suatu pertemuan. Jika anda lakukan itu, sama halnya anda mengajarkan pada mereka bahwa terlambat adalah boleh-boleh saja, demikian juga menghukum orang yang lebih awal
  5. Uraikan dengan kata-kata sendiri pesan yang anda dengar untuk memastikan penyampaian dan penerimaan yang tepat.
  6. Ingatlah, semakin banyak yang kita pahami, semakin banyak yang dapat kita atur dan semakin kurang kita memahami semakin banyak kita memanipulasi.
  7. Setelah itu kita sampailah pada tahap penafsiran, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam telah mengajarkan kepada kita agar mencari tujuh puluh alasan perlakuan buruk orang lain, dan jika sekiranya tidak ada satu alasan pun yang betul, mungkin ada tafsiran yang belum kita ketahui. Maknanya, kita dilarang untuk berprasangka buruk kepada saudara semuslim. Tujuannya agar kita tidak dengan mudah menimpakan keburukan kepadanya, padahal kita tidak mengetahui apa sebenarnya yang membuat dia melakukan perbuatan itu.

Daftar pustaka

  1. Al Qur’an
  2. Al asqolani Ibnu Hajar, Fathulbari, Darul fikr, Ramadhan 1420 H
  3. Said bin Ali bin Wahf Al qohthoni, Al hikmah fi dakwah ilallah, Al jami’ah imam ibni Su’ud al islami, th. 1412 H – 1992 M.
  4. Hisyam Ath Tholib, Panduan latihan bagi juru dakwah, penerbit Media dakwah th. 1417 H / 1996 M

Naskah: Rudi N
Editor: Agus Abdullah


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Agama Sama Dengan Dien?

KIBLAT.NET – Para cerdik cendikia barat sendiri gagal dalam memformulasikan apakah sebenarnya agama itu. Beberapa...

Sabtu, 07/09/2013 21:48 0

News

Akhirnya, Miss World Tidak Jadi Digelar di Jakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Akibat maraknya protes dari berbagai kalangan, akhirnya pemerintah mengambil sikap tegas dalam...

Sabtu, 07/09/2013 20:53 0

News

Pakistan Bebaskan 7 Tokoh Senior Taliban

KIBLAT.NET, Pakistan – Pakistan telah mengumumkan dilepasnya tujuh tokoh senior Taliban untuk memfasilitasi proses perdamaian...

Sabtu, 07/09/2013 20:47 0

Indonesia

Liku-liku Relawan HASI: 2 Kali Idul Fitri Mie Instan, hingga Kuliah yang Tertunda

KIBLAT.NET, Solo – Di balik hilir mudik tim Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) menunaikan amanah...

Sabtu, 07/09/2013 19:58 0

News

Seorang Komandan Mujahidin Jaringan Haqqani Dilaporkan Terbunuh Serangan Drone

KIBLAT.NET, Waziristan – Seorang komandan senior mujahidin Taliban jaringan Haqqani, Mullah Sangeen Zadran, terbunuh dalam...

Sabtu, 07/09/2013 18:00 0

News

Militer Mesir Kerahkan Konvoi Pasukan Militer ke Semenanjung Sinai

KIBLAT.NET, Sinai –  Seorang pejabat militer mengatakan Mesir telah mengerahkan pasukan baru yang didukung oleh...

Sabtu, 07/09/2013 17:28 0

News

Diplomasi dan Sanksi Internasional Sudah Tak Mempan Bagi Suriah

KIBLAT.NET, Washington – Diplomat Amerika di PBB, Samantha Power, mengatakan kepada audiens hari ini bahwa...

Sabtu, 07/09/2013 17:12 0

News

Media Mesir Kabarkan Pembubaran Ikhwanul Muslimin

KIBLAT.NET, Kairo – Media-media di Mesir ramai memberitakan kalau pemerintahan sementara Mesir ternyata telah membubarkan Ikhwanul...

Sabtu, 07/09/2013 16:30 0

Wilayah Lain

Pelecehan Jilbab di Perguruan Tinggi Turki Picu Kemarahan Publik

KIBLAT.NET, Ankara – Pelecehan verbal terhadap siswa berkerudung di perguruan tinggi Universitas Teknis Timur Tengah...

Sabtu, 07/09/2013 15:00 0

Analisis

Menyongsong Amerika di Suriah (Bag.1)

Intervensi Asing di Suriah: Mengapa Hanya Amerika yang Ditolak? KIBLAT.NET – Perang Suriah memasuki babak...

Sabtu, 07/09/2013 14:56 0

Close
CLOSE
CLOSE