... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Strategi Dakwah Rasul Saw Saat Kuat

KIBLAT.NET – Rasulullah menerapkan strategi berbeda ketika kondisi kaum muslimin kuat. Inilah rangkuman langkah-langkah tersebut:

Membangun Masjid

Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam adalah Masjid Quba’ yang dibangun ketika dalam perjalanan hijrah ke Madinah. Sesampainya di Madinah, langkah pertama dalam tahap ini adalah membangun dan membina masjid Nabawy yang akan menjadi markas besar bagi berdirinya kedaulatan Islam.

Masjid memiliki banyak peran. Muhammad Shalih Qazaz, mantan Sekjen Rabithah Al-Alam Al-Islamy, mengatakan bahwa masjid itu berfungsi sebagai Perguruan Tinggi, tempat berkumpul umat Islam, juga sebagai Pengadilan, ia juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan orang Mukmin, tempat mengatur strategi negara.

Masjid bukan sekedar tempat untuk melaksanakan shalat semata, melainkan sekolah bagi kaum muslimin untuk menerima pengajaran Islam. Ia juga berfungsi sebagai balai pertemuan dan tempat untuk mempersatukan berbagai unsur kekabilahan dan sisa-sisa pengaruh perselisihan di masa jahiliah. Ialah tempat untuk mengatur segala urusan dan sekaligus sebagai gedung pertemuan untuk bermusyawarah dan menjalankan roda pemerintahan.

Mempersaudarakan Kaum Muslimin

Pergolakan, konfrontasi, konflik dan pertikaian biasa mengiringi sejarah umat manusia. Maka dibutuhkan adanya saling memahami antar mereka, terlebih bagi kaum muslimin. Terpecahnya kaum muslimin menjadi beberapa kelompok merupakan bahaya besar. Tanpa rasa persaudaraan, jangankan menggalang kekuatan antar sesama, kekuatan saudaranya pun akan dirusak hingga rontok dan luluh. Oleh karena itu membangun ukhuwah bagi kaum muslimin sangatlah penting.

Langkah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam setelah membangun pusat kegiatan kaum muslimin (masjid) adalah mempersaudarakan mereka, antara Muhajirin dan Anshar. Tujuan persaudaraan ini sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad Al-Ghazali, ialah agar fanatisme jahiliah menjadi cair dan tidak ada sesuatu yang dibela kecuali Islam. Di samping itu, agar perbedaan-perbedaan keturunan, warna kulit, dan daerah tidak mendominasi.

Dorongan perasaan untuk mendahulukan kepentingan orang lain, saling mengasihi dan memberikan pertolongan benar-benar tumbuh dalam persaudaraan ini, mewarnai masyarakat yang baru dibangun dengan beberapa gambaran yang mengundang decak kekaguman.
Saat itu yang dipersaudarakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam ada 100 orang, 50 orang dari kaum Muhajirin dan 50 lainnya dari kaum Anshar.

Jihad

Setelah kaum muslimin memiliki daerah, sendi-sendi masyarakat Islam telah dipancangkan dengan menciptakan kesatuan aqidah, politik, dan sistem kehidupan, langkah selanjutnya untuk menyebarkan dakwah adalah melebarkan sayap dengan berperang di jalan Allah (Jihad fii Sabilillah). Perang dalam Islam bukanlah untuk menghancurkan masyarakat dan umat, bukan pula untuk mencari kemenangan semata, dan bukan untuk menghina pihak yang kalah. Kaum muslimin berjuang dalam rangka melaksanakan dakwah Islam, dengan tujuan mengesakan Allah secara murni.

Mahmud Syeit Khaththab dalam bukunya ar-Rasul al-Qo’id mengatakan bahwa tujuan perang dalam Islam adalah:

  1. Melindungi kebebasan penyebaran dakwah
  2. Mengokohkan sendi-sendi perdamaian.

Islam bukanlah agama lokal, melainkan agama dunia. Sebab itu, kaum muslimin bertanggung jawab untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada manusia sedunia,  dan mengajak mereka kepada nilai-nilai Islam. Di antara strategi yang digunakan adalah dengan mendakwahi pemimpin-pemimpin negara. Diharapkan dengan keislaman mereka masyarakat yang mereka pimpin akan mengikuti. Kontak-kontak ke luar negeri ini dilakukan setelah keadaan pemerintahan dalam negeri berjalan stabil.

Inilah langkah Nabi, beliau melayangkan surat-surat kepada para pembesar dunia, enam bulan setelah perjanjian Hudaibiyah ditandatangani. Untuk menulis surat-surat tersebut beliau mengangkat beberapa sekretaris yang ahli bahasa dan sastra. Selanjutnya beliau memilih duta besar yang cakap dan ahli serta memiliki kemampuan untuk menjelaskan ajaran Islam dengan tepat dan mudah dipahami.

Duta-duta tersebut adalah:

  1. Dihyah al-Kalby, diutus kepada Kaisar Byzantium di Konstantinopel (Raja Heraclius).
  2. Habib bin Abi Baltha’ah
  3. Al-Harits bin Umair, keduanya diutus kepada Gubernur Jendral Byzantium (Muqauqis) di Mesir.
  4. Syuja’ bin Wahab, diutus kepada Gubernur Jendral Byzantium di Damaskus.
  5. Amr bin Umayyah, diutus kepada Raja Najasy, Etiopia.
  6. Abdullah bin Huzaifah, diutus kepada Raja Kisra, Persia.
  7. Al-A’la bin Hadramy, diutus kepada Raja Bahrain.
  8. Amr bin Ash, diutus kepada Raja Amman.
  9. Salbuth bin Amr al-Amiry, diutus kepada Raja Yamamah.

Setelah perjalanan panjang ditempuh, duka dan derita dirasakan, harta dikorbankan, keringat dicucurkan, darah dan air mata diteteskan, dan segala yang dimiliki telah dicurahkan, umat Islam berhasil meraih kejayaan. Seluruh Jazirah Arab tunduk kepada dakwah Islam, debu-debu jahiliah tidak tampak lagi di udara Arab dan akal yang semula menyimpang kini menjadi lurus, sehingga berhala ditinggalkan bahkan dihancurkan. Udara Arab berubah dipenuhi suara-suara tauhid, azan terdengar memecah angkasa. Para dai pergi ke segala arah membacakan ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Berbagai kabilah dan suku bersatu padu menyembah Allah yang Esa. Singkatnya hampir seluruh permukaan bumi dihuni oleh manusia-manusia yang bertauhid.

Naskah: Rudi N
Editor: Agus Abdullah

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Pengadilan Militer Mesir Vonis Seumur Hidup 11 Anggota IM

KIBLAT.NET, Kairo – Pengadilan militer di kota Suez, timur laut mesir, Selasa (3/9) menjatuhkan vonis...

Rabu, 04/09/2013 06:09 0

News

6 Tewas 20 Cedera Saat Bom Bunuh Diri Guncang Kandahar,

KIBLAT.NET, Kandahar – Seorang pembom bunuh diri meledakkan bahan peledak yang dibawanya dekat pos pemeriksaan...

Selasa, 03/09/2013 23:09 0

News

Rusia Deteksi Serangan Rudal Balistik AS-Israel

KIBLAT.NET, Moskow – Dua rudal balistik terdeteksi oleh sistem peringatan dini wilayah udara Rusia pada Selasa, (03/09)...

Selasa, 03/09/2013 22:55 0

Mesir

Puluhan Anggota Ikhwanul Muslimin Kembali Ditangkap di Mesir

KIBLAT.NET, Kairo – Setidaknya sepuluh anggota Ikhwanul Muslimin telah ditangkap dalam 24 jam terakhir sebagai...

Selasa, 03/09/2013 22:39 0

News

Terlalu Sesak, Sejumlah Tahanan Afghan Menderita Penyakit

KIBLAT.NET, Kandahar – Sejumlah narapidana di penjara utama  Provinsi Kandahar Selatan menderita sejumlah penyakit, termasuk...

Selasa, 03/09/2013 22:38 0

News

Imam Sunni di Iran Kritik Diskriminasi Pemerintah dalam Pelayanan Publik

KIBLAT. NET, Zahedan – Syaikh Abdul Hamid, salah seorang Khatib Sunni di Zahedan, Iran, pada...

Selasa, 03/09/2013 21:35 0

Wilayah Lain

Serangan Bersenjata Tewaskan 2 Keamanan Yaman

KIBLAT.NET, Sanaa – Seorang petugas keamanan tewas dan dua tentara terluka dalam serangan bersenjata pada...

Selasa, 03/09/2013 19:42 0

Palestina

Hamas: Militer Mesir Bangun Zona Penyangga di Perbatasan Gaza

KIBLAT.NET, Gaza – Pasukan keamanan Mesir telah menghancurkan sekitar 20 rumah di sepanjang perbatasan dengan...

Selasa, 03/09/2013 19:25 0

Mesir

Helikopter Militer Mesir Bombamdir Sejumlah Desa di Sinai Utara

KIBLAT.NET, Sinai – Helikopter Militer Mesir Selasa pagi (3/9) menggempur sebuah desa di utara Sinai,...

Selasa, 03/09/2013 18:00 0