Oposisi: Asad Buat Tameng Manusia untuk Hadapi Serangan AS

KIBLAT.NET, Damaskus – Pihak Oposisi Suriah, Ahad kemaren (1/9), mengatakan bahwa rezim Bashar Al Asad memindahkan seluruh peralatan militer dan tentaranya ke daerah-daerah yang dihuni penduduk sipil dan menempatkan para tahanan di lokasi-lokasi militer, sebagai perisai manusia untuk menghadapi serangan Barat.

Koalisi Oposisi Suriah yang bermarkas di Istanbul mengatakan bahwa rudal Scud dan peluncur roket serta tentara rezim Suriah dipindahkan ke gedung-gedung sipil, seperti gedung sekolah dan gedung-gedung pemerintah yang berada di tengah kota.

Koalisi menambahkan dalam sebuah pernyataannya, laporan-laporan yang diperoleh dari dalam Suriah menguatkan bahwa Asad juga memerintahkan pemindahan para tahanan ke target-target serangan militer dan menggunakan mereka sebagai pagar manusia untuk menghadapi serangan udara yang akan dilancarkan Barat.

Terkait kabar tersebut, kantor berita Reuters telah berusaha mengkonfirmasi berita itu pada sejumlah sejumlah pejabat rezim Suriah. Akan tetapi, upaya tersebut gagal.

Seminggu yang lalu, sejumlah tentara rezim yang membelot mengatakan kepada Reuters bahwa rezim Suriah telah memindahkan para tahanan yang dicurigai tidak setia pada rezim ke lokasi-lokasi militer. Sehingga, mereka sangat potensial menjadi korban serangan udara Amerika Serikat.

Di saat yang sama, warga mengatakan ribuan tentara dan milisi setia rezim Bashar Al Asad telah menempati gedung-gedung sekolah dan perumahan penduduk di Damaskus. Mereka berbaur dengan penduduk sipil untuk menghindari serangan Barat. [hunef/kiblat.net]

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat