Warga Rafah Protes Penghancuran Rumah Mereka Oleh Militer Mesir

KIBLAT.NET, Rafah – Puluhan warga lingkungan Sarsouria kota Rafah kota pada hari Senin (26/8) menggelar protes terhadap pembongkaran rumah mereka yang merupakan bagian dari kampanye anti-terowongan oleh militer Mesir.

Menurut pengunjuk rasa, setidaknya 10 rumah, dari total 50 di seluruh wilayah, telah dihancurkan dalam beberapa hari terakhir.

Sisanya membiarkan pembongkaran karena rumah mereka berada di atas beberapa terowongan penyelundupan, kata mereka menambahkan.

Sebelumnya pada hari itu, mobil dengan pengeras suara menjelajahi Rafah untuk menyerukan warga  bergabung dengan protes terhadap aksi militer menghancurkan rumah yang dibangun di atas lubang terowongan penyelundupan  berdekatan dengan Jalur Gaza serta protes terhadap kampanye penangkapan yang menargetkan warga tak berdosa.

Pemilik rumah yang dibangun di atas lubang terowongan mengatakan bahwa  tentara mengadopsi taktik baru untuk memerangi penyelundupan terowongan dengan menghancurkan rumah mereka.

“Tidak mudah bagi pemilik terowongan untuk menyerah, karena pendapatan dari penyelundupan sangat besar,” salah satu pemilik, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Ibrahim H., mengatakan kepada kantor berita Anadolu.

“Jadi beberapa hari mendatang akan melihat eskalasi  perlawanan terhadap militer, khususnya beberapa rumah telah dihancurkan dan penduduk mereka didorong menjadi tunawisma,” tambahnya.

Shadi Suleiman, warga Rafah, mengatakan bahwa penghancuran memicu kemarahan di kalangan masyarakat setempat.

“Menghancurkan rumah-rumah orang yang tidak bersalah tidak dapat diterima dan kami akan menentang dengan mengorbankan apapun. Tentara harus mengakhiri penyelundupan dan menghancurkan terowongan, tapi tidak dengan mengorbankan dan menghancurkan rumah-rumah kami.”

Pekan lalu, lima rumah tersebut dihancurkan oleh buldoser tentara, warga setempat mengatakan.

Sebuah sumber keamanan mengkonfirmasi pembongkaran, sumber itu mengatakan sedikitnya lima rumah hancur diikuti peringatan kepada pemiliknya.

Pada hari Jumat, kata Sumber itu, militer menghancurkan 343 terowongan perbatasan yang menghubungkan Mesir ke Jalur Gaza, 292 terowongan dengan cara dibanjiri air.

Tindakan keras militer terhadap terowongan perbatasan Mesir-Gaza membuat Jalur Gaza terkepung, yang sangat bergantung pada barang selundupan dari Mesir.

Menurut sebuah laporan PBB baru-baru ini, 80 persen dari semua kegiatan transportasi terowongan telah berhenti akibat dari kegiatan pembongkaran oleh tentara Mesir. (qathrunnada/kiblat.net)

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat