Jabhah Nusrah: Tidak Ada Pemilu, Yang Ada Hanyalah Sistem Islam

KIBLAT.NET, Aleppo – Front mujahidin Suriah yang dikenal berani dan memiliki hasil gemilang di medan pertempuran melawan rezim Bashar Al Asad dan para pembantunya, Jabhah Nusrah, Senin (22/7/2013), menegaskan bahwa mujahidin menolak segala upaya politik dan pemilihan parlemen. Mujahidin menyeru diterapkan hukum Syar’I dan Islam, serta memperingatkan setiap tekanan internasional yang mendorong penyelesaian konflik melalui jalur politik.

Pesan tersebut disampaikan pemimpin Jabhah Nusrah, Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani, dalam sebuah rekaman audio yang disebarkan melalui situs-situs Jihad dengan judul “Hari Esok Lebih Baik dari Hari Kemaren” pada Senin kemaren. Al Jaulani mengatakan, “Kita sebagai ummat Islam tidak percaya dengan proses atau partai politik dan juga pemilihan parlemen. Akan tetapi, kami percaya dengan sistem pemerintahan Islam yang hanya dengan Dewan Syura dan menghasilkan sebuah keadilan” katanya.

Ia menambahkan, jalan kami untuk menegakkan Syariat adalah dengan jalan Jihad di jalan Allah. Syari’at akan memerdekakan manusia, di setiap orang di seluruh belahan Bumi, dari pengekangan hukum buatan manusia.

Komandan mujahidin asli Suriah tersebut menyerukan, “Wahai penduduk Syam, yang kita hadapi saat ini adalah konflik ummat dan berkumpulkan musuh-musuh ummat Islam. Telah terbukti gerakan Jihad yang diberkahi di Bumi Syam telah kembali kepada perannya (Islam) yang didicuri di wilayah tersebut (Syam)” stegasnya.

Al Jaulani yang pernah terjun Jihad di Irak itu menambahkan, musuh-musuh Islam menyadari bahwa kekuatan-kekuatan Islam mulai bangkit kembali. Oleh karena itu, Amerika dan antek-anteknya Negara Barat buru-buru memasukkannya ke daftar teroris. Ini karena kita dibebani untuk menegakkan Syariat Islam dan yakin bisa melaksanakannya. “Iya, kita dibebani untuk menegakkan Syariat Islam dan membela agama ummat Islam dan kehormatan mereka serta darah mereka” tambahnya.

BACA JUGA  Banjir Terjang Ratusan Tenda Pengungsi Suriah di Idlib

“Kami merasa terhormat dengan beban ini, tanpa memperdulikan dilabeli teroris” tambahnya lagi.

Al Jalunai juga memperingatkan dari “kebijakan internasional terhadap konflik Syam”. Ia mengatakan, “Terlihat, di sana ada kekuatan internasional yang berusaha menjaga keseimbangan kekuasaan di arena pertempuran, kemudian kekuatan tersebut memaksa pihak yang bertikai untuk menyelesaikan konflik melalui jalur politik, yang bertepatan dengan tanggal pemilihan Presiden pada pertengahan 2014 nanti. Rezim tirani akan diganti dengan rezim tirani baru” katanya.

“Berhati-hatilah, penduduk Syam janganlah terpancing dengan permainan ini. Karena, itu dapat mencuri kemenangan kita dan pengorbanan dan darah yang kita tumbahkan menjadi sia-sia” kata Jaulani.

Al Jaulani juga mengajak pada seluruh faksi-faksi jihad yang ada di Suriah untuk berusaha membawa keadilan Islam dan menolong Syari’at. Mereka diminta menjaga keberlangsungan Jihad di Bumi Syam dan memobilisasi semua upaya untuk menegakkan Syariat Islam di Syam serta menjauhkan Syam dari Negara-negara Barat dan Timur yang tidak adil. [hunef/kiblat.net]

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat