5 Polisi Kurdi Tewas Akibat Serangan di Irak

KIBLAT.NET, Kirkuk – Sekelompok bersenjata menewaskan lima anggota pasukan keamanan Kurdi di sebuah pos pemeriksaan di Irak utara pada hari Minggu (21/7), menyebabkan 14 orang tewas pada hari itu akibat pemboman dan penembakan di seluruh negara.

Serangan-serangan terbarutelah menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya konflik sektarian habis-habisan di negara yang mana Kurdi, Syiah dan Sunni belum menemukan stabilitas dalam berbagi kekuasaan.

Serangan terjadi di pos pemeriksaan al-Zad, sebuah kota dekat kota Kirkuk, Irak utara. Dalam serangan terpisah, sejumlah pria bersenjata menyerang sebuah pos pemeriksaan polisi di kota Mosul pada hari Minggu, menewaskan dua orang.

Serangan terbaru telah menargetkan masjid, lapangan sepak bola, area komersial dan kafe di mana orang sering berkumpul untuk bersosialisasi setelah berbuka puasa mereka sehari-hari untuk bulan suci Ramadan Muslim.

Dalam insiden lain pada hari Minggu, sebuah bom meledak di dekat pasar ikan di Taji, 20 km (12 mil) utara Baghdad, menewaskan tiga orang. Sebuah bom kembali meledak dekat rumah seorang anggota milisi sunni yang mendukung pemerintah, menewaskan tiga anggota keluarganya, kata polisi.

Lebih jauh ke selatan, kelompok bersenjata menembak mati seorang pengkhotbah Sunni (Imam) di dekat rumahnya di kota selatan Hilla, kata polisi dan petugas medis.

Ketegangan sektarian di Irak semakin meradang akibat perang sipil di negara tetangganya Suriah, dimana kubu Syiah dan Sunni mengirim pasukannya dari Irak dan di negara luar lainnya untuk  bertempur melawan di Suriah.

Pejuang Sunni, termasuk  Negara Islam Irak, telah merekrut dari minoritas Sunni Irak, yang membenci dominasi Syiah di negara mereka sejak invasi pimpinan AS yang menggulingkan Saddam Hussein pada 2003.

Hampir 600 orang telah tewas dalam serangan militan di Irak selama satu bulan ini, menurut pemantauan kekerasan kelompok “Iraq Body Count”. (qathrunnada/kiblat.net)

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat