Israel Gelar Pengadilan Intimidasi Kepada Aktifis Perempuan Palestina

KIBLAT.NET, Tepi Barat – Dua aktivis Palestina perempuan telah diadili di pengadilan militer Israel atas keterlibatan mereka dalam demonstrasi mingguan terhadap sebuah pemukiman Israel di Tepi Barat yang dijajah Israel.

Kelompok-kelompok HAM dan aktivis mengatakan pada hari Selasa(9/7)  bahwa penuntutan Nariman Tamimi dan Rana Hamadeh bertepatan dengan naiknya penangkapan yang dilakukan Israel terhadap Aktifis palestina penyelenggara protes dalam beberapa pekan terakhir.

Keputusan untuk menempatkan dua perempuan di pengadilan itu tidak biasa karena tuduhan terhadap mereka terfokus tuduhan bahwa mereka masuk ke “zona militer tertutup” selama protes di desa Nabi Saleh pada 28 Juni, sebuah pelanggaran yang jarang menyebabkan penuntutan di pengadilan. Hal ini juga langka bagi Israel untuk mengadili pengunjuk rasa perempuan Palestina.

Amnesty Internasional mengeluarkan pernyataan tertulis sebelumnya bahwa mendesak pemerintah Israel untuk menghentikan “peradilan intimidasi” kepada aktivis Palestina.

“Mereka dihilangkan hak dasar manusianya untuk melakukan aksi damai memprotes tanah ilegal yang disita oleh pemukim Israel, dan pengadilan Israel telah menggunakan perangkat hukum untuk menghukum mereka dengan tuduhan palsu,” kata pengawas Hak Asasi Manusia Perempuan yang berbasis di Inggris seperti dilansir aljazeera.

‘Pelanggaran HAM’

Philip Luther, Amnesty International Timur Tengah dan Afrika Utara Program direktur dalam sebuah pernyataan tertulis setelah penangkapan mengatakan bahwa telah terjadi kampanye pelecehan tanpa henti, “yang terbaru dalam litani pelanggaran HAM terhadap Nariman Tamimi, keluarganya, dan rekan-rekan desa “.

BACA JUGA  Pria Palestina Ini Dipenjara Israel Selama 39 Tahun

“Pembatasan ini sewenang-wenang harus segera dicabut dan tuduhan harus segera dihentikan,” kata Luther.

Penduduk desa mulai mengorganisir protes setiap hari Jumat setelah warga Israel dari pemukiman Halamish mengambil alih penguasaan sumber mata air diantara dua komunitas di tahun 2009, yang menurut mereka sumber irigasi telah dirampas dari mereka.

Protes biasanya melibatkan pengibarkan bendera dan pelemparan batu oleh pihak Palestina, yang disambut oleh gas air mata, peluru karet dan bahkan peluru tajam oleh tentara Israel.

Dua warga Palestina telah ditembak mati oleh tentara Israel sejak protes dimulai, termasuk Rushdi saudara dari Nariman pada bulan November. (qathrunnada/kiblat.net)

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat